Bukan Sekadar Viral, Ini Misi Besar EKRAF Kumpulkan Kreator Konten Sulut
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
- visibility 325
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (EKRAF) terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital dengan menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas SDM Ekonomi Kreatif bertajuk “Konten Viral Bernilai” di Aston Manado Hotel, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan ini mempertemukan puluhan kreator konten dari berbagai daerah di Sulawesi Utara untuk meningkatkan kompetensi dalam menghasilkan konten digital yang tidak hanya mampu menarik perhatian publik, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan usaha kreatif.
Workshop tersebut dihadiri Staf Khusus Kementerian Ekonomi Kreatif Rian Firmansyah, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Ekonomi Kreatif R. Adi Mukhtar Rivai, Tenaga Ahli Kementerian Ekonomi Kreatif Panji Purboyo, beserta jajaran Kementerian Ekonomi Kreatif.
Sebagai narasumber, hadir Head of Folago Academy Fajrin Sahaf dan kreator konten asal Kota Manado, Sania Maki.
Sejumlah kreator konten ternama asal Sulawesi Utara turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Di antaranya Calvin Lumingkewas atau Om Buds yang dikenal melalui konten komedi dan sosial, Rezha Rumagit dengan kanal Sonder Expression yang populer lewat parodi khas Manado, Allan Pendong sebagai kreator senior, Rivel Sumigar yang pernah mewakili Indonesia pada ajang internasional, Kevin BJ yang mengangkat kehidupan masyarakat Manado melalui konten kreatifnya, serta puluhan kreator lainnya.
Dalam workshop itu, peserta dibekali pemahaman bahwa membangun bisnis kreatif tidak cukup hanya menghasilkan konten yang viral.
Konten harus mampu membangun kepercayaan, memperkuat identitas merek, menghadirkan nilai tambah, dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Materi yang disampaikan juga mengulas strategi agar usaha dapat berkembang ke tingkat yang lebih tinggi melalui pendekatan yang berorientasi pada pelanggan.
Peserta diajak memahami pentingnya mengenali kebutuhan konsumen, meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman pelanggan, memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran, serta melakukan evaluasi usaha secara berkala berdasarkan data penjualan dan perilaku konsumen.
Selain itu, pembahasan mengenai branding dan positioning menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian peserta.
Branding dijelaskan bukan sekadar logo atau desain visual, melainkan persepsi yang terbentuk di benak pelanggan terhadap sebuah usaha.
Sementara positioning menjadi strategi untuk menentukan citra yang ingin dibangun sehingga produk memiliki keunikan dan tidak terjebak dalam persaingan harga semata. Dengan positioning yang tepat, konsumen diharapkan memilih sebuah produk berdasarkan nilai yang ditawarkan, bukan hanya karena harga yang lebih murah.
Workshop juga mengangkat pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana membangun hubungan dengan pelanggan.
Media sosial dinilai bukan hanya tempat mempromosikan produk, tetapi juga menjadi ruang membangun kepercayaan, meningkatkan interaksi, memperkenalkan identitas merek, hingga mendorong peningkatan penjualan.
Seiring perubahan perilaku konsumen yang kini lebih banyak mencari informasi melalui internet sebelum membeli suatu produk, kehadiran pelaku usaha di platform digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Dalam sesi yang membahas pembuatan konten, peserta memperoleh berbagai strategi praktis, mulai dari menjaga kualitas visual dan audio, menampilkan produk secara jelas, membangun interaksi dengan audiens, hingga menyampaikan ajakan bertindak atau call to action yang efektif. Narasumber juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam membuat konten dengan menghindari penggunaan kata-kata yang tidak pantas, konten yang minim interaksi, maupun penyampaian informasi yang berpotensi menyesatkan.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap semakin banyak kreator konten dan pelaku UMKM di Sulawesi Utara yang mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk membangun usaha yang lebih kompetitif
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar