Bahlil Turun Gunung di Musda Golkar Sulut
- account_circle (**/VIC)
- calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
- visibility 327
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia disambut Ketua DPD I Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu dan Michaela Elsiana Paruntu saat menghadiri Musda di Novotel Convention Center Manado, Sabtu (11/4/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Ketua Umum Bahlil Lahadalia menghadiri langsung Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Sulawesi Utara yang digelar di Novotel Convention Center Manado, Sabtu (11/4/2026). Kehadiran Bahlil menegaskan arah konsolidasi partai, sekaligus menjadi penentu dalam proses pelantikan Ketua DPD I Golkar Sulut periode 2026–2031.
Pantauan wartawan PRONEWS5.COM di lokasi, Bahlil disambut langsung oleh Ketua DPD I Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu bersama calon kuat Ketua DPD I, Michaela Elsiana Paruntu (MEP).
Atmosfer Musda berlangsung dinamis, namun mengerucut pada satu nama yang disebut-sebut hampir pasti memimpin Golkar Sulut lima tahun ke depan.
Agenda utama kehadiran Ketua Umum adalah melantik Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara terpilih.
Sinyal kuat mengarah pada MEP sebagai calon tunggal yang melenggang tanpa pesaing, memperlihatkan soliditas internal partai yang telah dikonsolidasikan jauh sebelum Musda digelar.
Secara politik, momentum ini tidak sekadar seremoni pergantian kepemimpinan.
Musda Golkar Sulut menjadi panggung strategis konsolidasi kekuatan menuju agenda politik ke depan, termasuk penguatan struktur hingga tingkat akar rumput.
Kehadiran langsung Bahlil juga dinilai sebagai bentuk “pengawalan pusat” terhadap stabilitas dan arah kebijakan partai di daerah.
Sejumlah kader yang ditemui menyebutkan, menguatnya nama MEP tidak lepas dari faktor rekam jejak, jaringan politik, serta dukungan struktural yang solid. Di sisi lain, minimnya kompetitor menunjukkan adanya kesepakatan politik internal yang mengarah pada aklamasi.
Dalam konteks yang lebih luas, Golkar Sulut tengah berupaya memperkuat posisi strategisnya di kancah politik regional. Kepemimpinan baru diharapkan mampu menjawab tantangan elektoral sekaligus merawat basis loyalitas partai yang selama ini menjadi kekuatan utama.
Dengan pelantikan yang dikawal langsung oleh Ketua Umum, arah kepemimpinan Golkar Sulut periode 2026–2031 praktis telah tergambar.
Publik kini menanti bagaimana kepemimpinan baru mampu menjawab ekspektasi kader dan masyarakat, sekaligus membuktikan bahwa soliditas internal benar-benar berbanding lurus dengan kinerja politik di lapangan.
- Penulis: (**/VIC)



Saat ini belum ada komentar