Di Luar Prediksi, Inggris Gagal Taklukkan Ghana di Grup L Piala Dunia 2026
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
- visibility 254
- comment 0 komentar
- print Cetak

Timnas Inggris gagal mengalahkan Ghana setelah bermain imbang 0-0 pada laga Grup L Piala Dunia 2026. (Foto: Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MASSACHUSETTS, PRONEWS5.COM – Timnas Inggris secara mengejutkan gagal meraih kemenangan setelah ditahan imbang Ghana tanpa gol dalam laga penyisihan Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette, Massachusetts, Selasa (23/6/2026) waktu setempat.
Hasil ini berada di luar prediksi banyak pengamat sepak bola dunia. Berstatus sebagai salah satu kandidat kuat juara dan unggul jauh dalam penguasaan permainan, The Three Lions justru tidak mampu membongkar pertahanan disiplin Ghana sepanjang 90 menit pertandingan.
Sejak peluit awal dibunyikan, Inggris langsung mengambil alih kendali laga. Dipimpin Jude Bellingham di lini tengah serta didukung Anthony Gordon dan Noni Madueke dari sektor sayap, Inggris terus menggempur pertahanan Ghana.
Data pertandingan menunjukkan dominasi mutlak Inggris dengan 78 persen penguasaan bola, 589 operan sukses dengan akurasi mencapai 95 persen, serta 19 percobaan tembakan. Namun seluruh statistik impresif tersebut gagal berujung gol.
Sebaliknya, Ghana tampil sangat disiplin dengan menerapkan formasi defensif 5-4-1. Tim berjuluk Black Stars memilih menumpuk pemain di area pertahanan dan mengandalkan serangan balik cepat melalui Jordan Ayew dan Iñaki Williams.
Strategi yang sering disebut sebagai “parkir bus” itu terbukti efektif. Barisan belakang Ghana yang dikomandoi Jerome Opoku tampil kokoh mematahkan gelombang serangan Inggris. Sementara kiper Benjamin Asare menjadi tembok terakhir yang sulit ditembus dengan sejumlah penyelamatan penting.
Harry Kane yang diharapkan menjadi pembeda justru terlihat frustrasi. Kapten Inggris itu kesulitan memperoleh ruang tembak akibat ketatnya penjagaan para pemain bertahan Ghana.
Memasuki babak kedua, Inggris berusaha meningkatkan daya gedor dengan memasukkan Bukayo Saka, Marcus Rashford, Eberechi Eze, dan Morgan Rogers. Namun perubahan tersebut belum mampu mengubah keadaan.
Ghana tetap bermain sabar dan disiplin menjaga organisasi pertahanan. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, skor kacamata 0-0 tetap bertahan.
Analisis Pertandingan
Hasil ini menjadi alarm bagi Inggris. Meski mendominasi hampir seluruh aspek permainan, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah besar jika ingin melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Inggris terlihat kesulitan menghadapi tim yang bermain dengan blok pertahanan rendah. Kreativitas lini tengah tidak mampu diterjemahkan menjadi peluang matang, sementara ketergantungan terhadap Harry Kane membuat variasi serangan menjadi mudah dibaca lawan.
Di sisi lain, Ghana menunjukkan bahwa disiplin taktik dan kerja kolektif mampu mengimbangi tim unggulan. Satu poin yang diraih menjadi modal penting dalam persaingan menuju babak gugur.
Data dan Fakta Pertandingan
Skor Akhir: Inggris 0-0 Ghana
Stadion: Gillette Stadium, Massachusetts
Penguasaan Bola: Inggris 78% – Ghana 22%
Total Tembakan: Inggris 19
Akurasi Operan Inggris: 95% (589 operan sukses)
Total Pelanggaran: Inggris 14 – Ghana 24
Kartu Kuning:
Declan Rice (40′)
Iñaki Williams (59′)
Penyelamatan Krusial:
Benjamin Asare (Ghana) 3 penyelamatan
Susunan Pemain
Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Reece James, Ezri Konsa, Marc Guehi, Djed Spence (Nico O’Reilly 65′); Elliot Anderson (Eberechi Eze 72′), Declan Rice; Noni Madueke (Marcus Rashford 82′), Jude Bellingham (Morgan Rogers 72′), Anthony Gordon (Bukayo Saka 64′); Harry Kane.
Ghana (5-4-1): Benjamin Asare; Marvin Senaya (Kojo Peprah Oppong 86′), Jonas Adjetey, Jerome Opoku, Gideon Mensah, Caleb Yirenkyi; Antoine Semenyo, Kwasi Sibo, Thomas Partey, Jordan Ayew (Prince Kwabena Adu 66′, Baba Rahman 90+5′); Iñaki Williams (Abdul Fatawu Issahak 65′).
Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup L semakin menarik. Inggris tetap berada dalam posisi kuat, namun Ghana berhasil membuktikan bahwa status unggulan tidak selalu menjamin kemenangan di panggung terbesar sepak bola dunia.
[**/ARP]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar