Pelatihan SDM Pariwisata OAP Puncak Ditutup di Manado, Fokus Cetak Pelaku Wisata Profesional
- account_circle (**/VIC)
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- visibility 465
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Puncak, Yacub Magai, saat menutup pelatihan peningkatan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif bagi OAP di Hotel Best Western Lagoon Manado, Rabu (23/4/2026). (Foto:Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Program Pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bagi Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, resmi berakhir pada Rabu (23/4/2026). Penutupan kegiatan dipusatkan di Hotel Best Western Lagoon Manado dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Puncak, Yacub Magai.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, sejak 19 hingga 23 April 2026, digelar di dua daerah destinasi unggulan Sulawesi Utara, yakni Kota Tomohon dan Manado. Sebelumnya, pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon, Judhistira Siwu.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga dibekali pengalaman langsung melalui praktik lapangan. Materi yang diberikan mencakup pengembangan destinasi wisata, peningkatan kapasitas pramuwisata, hingga penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi dan kearifan lokal.
Peserta juga diajak mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Tomohon dan Manado guna melihat secara langsung pengelolaan sektor pariwisata.
Dari kunjungan tersebut, para peserta mengaku mendapatkan banyak inspirasi, terutama terkait pengemasan potensi alam, budaya, serta kuliner lokal yang dinilai memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan.
“Keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahan masyarakat di Sulawesi Utara menjadi contoh nyata bagaimana pariwisata bisa dikembangkan secara maksimal,” ungkap salah satu peserta.
Dalam sambutannya, Yacub Magai menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci utama dalam membangun sektor pariwisata yang berdaya saing. Ia menekankan pentingnya profesionalisme, wawasan yang luas, serta etika pelayanan dalam menghadapi wisatawan.
“Pelaku pariwisata harus mampu meninggalkan ego sektoral, mengedepankan keramahan, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk menarik simpati wisatawan,” tegasnya.
Ia juga berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan secara nyata di Kabupaten Puncak. Dengan potensi wisata yang dimiliki, daerah tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Beberapa potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Puncak antara lain kawasan Taman Nasional Lorentz serta Puncak Cartenz yang dikenal sebagai salah satu destinasi alam kelas dunia.
Di akhir kegiatan, Yacub Magai menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, narasumber, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelatihan tersebut. Ia berharap kolaborasi lintas daerah seperti ini dapat terus berlanjut guna memperkuat pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
- Penulis: (**/VIC)
- Editor: Christo Senduk



Saat ini belum ada komentar