JK Meledak: Kasih Tahu ke “Termul-termul”, Jokowi Jadi Presiden karena Saya
- account_circle (**/CS)
- calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
- visibility 464
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla memberikan keterangan kepada awak media di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026), terkait polemik pernyataannya dan peran dalam perjalanan politik Presiden Joko Widodo. (Dok/IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, PRONEWS5.COM – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, melontarkan pernyataan tegas soal perannya dalam perjalanan politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Ia bahkan secara terbuka menyebut bahwa Jokowi tidak akan menjadi presiden tanpa perannya di awal.
Pernyataan itu disampaikan Kalla kepada awak media di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026), sekaligus merespons berbagai narasi di media sosial yang dinilainya telah memelintir fakta.
“Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya. Tanpa jadi gubernur, mana bisa jadi Presiden?” tegas Kalla.
Kalla menegaskan, ia tidak pernah membiayai atau “mengatur” perjalanan politik Jokowi seperti yang dituduhkan sejumlah pihak. Ia menyebut narasi tersebut sebagai hoaks yang sengaja dibangun.
“Jangan dipelintir seolah-olah saya yang membawa atau membiayai. Itu tidak benar. Hoaks,” ujarnya.
Namun demikian, Kalla tidak menampik bahwa dirinya memiliki peran penting saat mendorong Jokowi maju sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Ia mengungkapkan, saat itu Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sempat menolak pencalonan Jokowi. Kalla mengaku harus beberapa kali meyakinkan hingga akhirnya Jokowi mendapat restu.
“Saya yang bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta. Saya yakinkan Ibu Mega bahwa ini orang baik. Awalnya ditolak, tapi akhirnya disetujui,” kata Kalla.
Menurut Kalla, momentum menjadi Gubernur DKI Jakarta adalah titik krusial yang membuka jalan Jokowi menuju kursi presiden pada Pemilihan Presiden Indonesia 2014.
Ia menilai tanpa pengalaman sebagai kepala daerah di ibu kota, peluang Jokowi melangkah ke level nasional tidak akan sebesar yang terjadi saat itu.
“Tanpa jadi gubernur, tidak mungkin jadi Presiden. Itu prosesnya,” tegasnya.
Singgung “Termul” dan Buzzer
Dalam kesempatan itu, Kalla juga menyinggung istilah “termul” yang ramai di media sosial—merujuk pada kelompok tertentu yang kerap mengangkat narasi terkait Jokowi.
Ia meminta pihak-pihak tersebut, termasuk buzzer, untuk berhenti menyebarkan informasi yang dinilai tidak benar dan berpotensi memecah belah publik.
“Jangan sembarangan bicara. Kalau dibiarkan, ini bisa merusak keadaan,” ujarnya.
Tak Pernah Minta Jadi Cawapres
Kalla juga meluruskan isu bahwa dirinya berambisi menjadi wakil presiden.
Ia menegaskan justru diminta langsung oleh Megawati untuk mendampingi Jokowi pada Pilpres 2014.
“Saya tidak pernah minta jadi wakil presiden. Saya diminta karena dianggap punya pengalaman untuk membimbing,” kata Kalla.
Ia bahkan mengaku sempat ingin kembali ke kampung halamannya di Makassar, sebelum akhirnya diminta tetap mendampingi Jokowi.
Nasihat ke Jokowi Soal Polemik Ijazah
Di sisi lain, Kalla juga menyinggung polemik ijazah Jokowi yang belakangan kembali mencuat.
Ia menyarankan agar isu tersebut segera diselesaikan secara terbuka demi meredam konflik di masyarakat.
“Sudahlah, kasih lihat saja supaya tidak terus jadi polemik,” ucapnya.
Menutup pernyataannya, Kalla mengingatkan agar publik tidak membalik fakta sejarah politik.
“Soal perjalanan politik Jokowi itu panjang. Tapi jangan dibalik-balik seolah-olah saya yang menentukan segalanya,” tegasnya.
- Penulis: (**/CS)



Saat ini belum ada komentar