Api Mengamuk di Perkebunan Saut Sonder Hukum Tua dan Warga Rambunan Bergerak Cepat
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
- visibility 193
- comment 0 komentar
- print Cetak

Api tampak membumbung di area Perkebunan Saut Desa Tounelet Satu Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa sebelum berhasil dipadamkan warga Minggu (30/8/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, PRONEWS5.COM — Kobaran api mengamuk di area Perkebunan Saut, Desa Tounelet Satu, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu (30/8/2026).
Api yang muncul sekitar pukul 13.00 Wita itu akhirnya berhasil dipadamkan warga sekitar pukul 15.00 Wita.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga di wilayah yang berbatasan dengan lokasi kebakaran meningkatkan kewaspadaan.
Kepulan asap terlihat membumbung dari kawasan perkebunan dan dapat dipantau dari Desa Rambunan.
Hukum Tua Desa Rambunan Amian Richart Mewo, bersama masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergerak menuju lokasi.
Warga kemudian berjibaku memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya agar kobaran tidak semakin meluas.
Kesigapan warga menjadi salah satu faktor penting dalam mengendalikan kebakaran.
Saat masyarakat tiba di lokasi, api masih dapat dikendalikan sehingga tidak sempat menjalar lebih luas ke kawasan perkebunan di sekitarnya.
“Untuk api belum melebar luas sehingga berhasil kami padamkan,” ujar Hukum Tua Richart Mewo.
Berdasarkan keterangan salah seorang warga Desa Rambunan yang berada di sekitar lokasi, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan seorang pria.
Situasi kemudian berubah ketika angin bertiup cukup kencang.
Api disebut dengan cepat menjalar ke bagian lain yang terdapat material mudah terbakar.
Pria tersebut kemudian terlihat berupaya mengendalikan kobaran api, namun api bergerak cepat sehingga sulit dipadamkan seorang diri.
Informasi mengenai kebakaran selanjutnya disampaikan kepada pemerintah Desa Rambunan Amian.
Richart Mewo bersama warga langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam.
Setelah dilakukan upaya bersama, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 15.00 Wita.
Tidak adanya keterlambatan dalam penanganan membuat api tidak sampai meluas ke wilayah yang lebih besar.
Meski demikian, kondisi tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat karena lahan perkebunan yang kering ditambah tiupan angin dapat membuat api dengan cepat menjalar.
Richart Mewo mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan, terlebih saat kondisi cuaca kering dan angin bertiup cukup kencang.
Ia juga meminta warga untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan di sekitar jalan maupun kawasan perkebunan yang memiliki potensi mudah terbakar.
“Jangan membakar sembarangan, apalagi di tengah musim kemarau yang disertai angin. Jangan juga membuang puntung rokok sembarangan di pinggir jalan,” tegas Richart.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah kebakaran lahan, terutama di kawasan perkebunan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar