Takut Ditembak Polisi, Dua Pelaku Penikaman Sopir Angkot di Manado Langsung Menyerahkan Diri
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- visibility 353
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dua pelaku penikaman sopir angkot di kawasan Pasar 45 Manado menyerahkan diri ke Polresta Manado beserta barang bukti pisau yang diduga digunakan dalam kejadian yang menewaskan korban. (Foto: istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONews5.com – Dua pelaku penikaman yang menewaskan seorang sopir angkutan kota (angkot) di kawasan Pasar 45, Kota Manado, Sulawesi Utara, memilih menyerahkan diri ke Polresta Manado sesaat setelah kejadian. Keduanya mengaku takut ditembak polisi jika mencoba melarikan diri.
Pelaku yang diketahui berinisial BD alias Bombi (25) dan ND alias Nelson (23) datang ke Mapolresta Manado dengan membawa barang bukti berupa pisau yang diduga digunakan dalam peristiwa berdarah tersebut.
Di hadapan penyidik, kedua pelaku mengaku menyesali perbuatannya dan memilih menyerahkan diri karena menyadari polisi akan memburu mereka setelah kejadian.
“Kami langsung ke polisi. Kami takut kalau lari nanti ditembak saat ditangkap. Jadi kami pilih menyerahkan diri dan bertanggung jawab,” ungkap salah satu pelaku kepada penyidik.
Menurut pengakuan mereka, peristiwa itu bermula dari perselisihan di jalan. Saat itu korban diduga mencegat angkot yang mereka kendarai dan terjadi adu mulut yang berujung pemukulan terhadap salah satu pelaku.
Kasatreskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristanto, mengatakan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kedua pelaku sempat meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah masing-masing setelah insiden awal tersebut.
Namun tidak lama kemudian, korban menghubungi mereka dan meminta kembali ke kawasan Pasar 45 dengan alasan ingin menyelesaikan persoalan secara baik-baik.
Bombi dan Nelson mengaku memenuhi ajakan tersebut karena mengira masalah akan diselesaikan secara damai. Akan tetapi, setibanya di depan Jumbo Pasar Swalayan, situasi justru kembali memanas.
Menurut keterangan yang mereka sampaikan kepada penyidik, korban diduga mengeluarkan pisau dan melakukan penyerangan lebih dahulu kepada salah satu pelaku.
“Korban menyerang salah satu pelaku menggunakan senjata tajam. Serangan itu berhasil ditangkis, kemudian terjadi perkelahian yang berujung penikaman terhadap korban,” kata AKP Elwin Kristanto.
Dalam kondisi panik setelah melihat korban tergeletak bersimbah darah, kedua pelaku memutuskan tidak melarikan diri. Mereka kemudian membawa pisau yang digunakan dalam kejadian tersebut dan mendatangi Polresta Manado untuk menyerahkan diri.
Akibat luka tikam yang dideritanya, korban meninggal dunia. Sementara itu, kedua pelaku kini diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polresta Manado.
Polisi masih mendalami seluruh keterangan para pelaku, saksi-saksi, serta alat bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian dan menentukan proses hukum selanjutnya.
[**/VIC]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar