Kasus Penikaman di Kakaskasen Tomohon: Kakak Influencer Sulut Kritis, Pelaku Masih Diburu
- account_circle (**/VIC)
- calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
- visibility 782
- comment 0 komentar
- print Cetak

(Gambar: ilustrasi/ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOMOHON, SULAWESI UTARA – Aksi penikaman brutal menggemparkan warga Kelurahan Kakaskasen, Kota Tomohon, Sabtu (18/4/2026). Korban, Axel Ponggawa, kakak kandung dari influencer Sulawesi Utara Felicia Wincy Cheryl Ponggawa, mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam oleh orang tak dikenal dan kini menjalani perawatan intensif.
Peristiwa berdarah itu terjadi di area jalan dekat sebuah minimarket di Kakaskasen pada malam hari. Berdasarkan informasi awal, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan banyak luka tusukan dan sempat tergeletak di area jurang sekitar lokasi kejadian sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit.
Dugaan sementara, korban diserang secara brutal oleh lebih dari satu pelaku. Pihak keluarga menyebut korban tidak memiliki hubungan ataupun konflik dengan pelaku, sehingga motif penyerangan masih menjadi misteri.
“Korban tidak kenal pelaku. Ini murni penyerangan,” ungkap salah satu kerabat dalam keterangan yang beredar.
Kasus ini dengan cepat menyita perhatian publik setelah unggahan keluarga korban viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut, keluarga meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi terkait pelaku.
“Kalau ada yang lihat atau kenal pelaku, mohon bantu informasi. Bisa hubungi kami, bahkan gunakan akun anonim jika takut,” tulis keluarga.
Adik korban, Felicia Wincy Cheryl Ponggawa, bersama suaminya Septian Stevanus Sampow, kini aktif menggalang informasi dari publik guna mempercepat pengungkapan kasus. Respons warganet pun membludak, dengan desakan agar pelaku segera ditangkap.
Sementara itu, Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis melalui Kasat Reskrim IPTU Royke R. Y. Mantiri, menegaskan pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri kemungkinan jejak pelaku di sekitar lokasi.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Pelaku belum teridentifikasi. Kami terus mendalami motif dan mengumpulkan alat bukti,” ujar Kasat Reskrim Royke Mantiri, Minggu (19/4/2026).
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu pelaku dan memperluas penyelidikan, termasuk menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi serta kemungkinan keterlibatan lebih dari satu orang dalam aksi keji tersebut.
Kasus ini tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan rasa cemas di tengah masyarakat Tomohon.
- Penulis: (**/VIC)



Saat ini belum ada komentar