PWI Pusat-AFPI Perkuat Literasi Keuangan Lewat Workshop Jurnalistik
- account_circle (**/VAN)
- calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
- visibility 183
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana Workshop Jurnalistik PWI Pusat dan AFPI di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026), membahas Pindar, literasi, dan inklusi keuangan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, PRONEWS5.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) akan menggelar Workshop Jurnalistik bertajuk “Pindar untuk Inklusi Keuangan, Jurnalisme untuk Perlindungan Publik” pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas insan pers dalam memahami perkembangan industri Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (Pindar), sekaligus meningkatkan kualitas pemberitaan mengenai literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
Workshop tersebut mempertemukan kalangan jurnalis dengan pelaku industri pendanaan digital guna membahas tantangan, peluang, hingga pentingnya penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat. Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan publik melalui pemberitaan yang berbasis data, berimbang, dan mudah dipahami.
Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Marthen Selamet Susanto, mengatakan pesatnya perkembangan layanan keuangan digital menuntut wartawan terus meningkatkan kompetensi agar mampu menyampaikan informasi secara benar, objektif, dan edukatif.
“Melalui workshop ini kami berharap wartawan dapat memahami literasi dan inklusi keuangan secara lebih mendalam. Dengan begitu, pemberitaan yang dihasilkan dapat memberikan edukasi serta perlindungan kepada masyarakat di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital,” ujar Marthen.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem keuangan digital. Karena itu, peningkatan kapasitas jurnalis dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak akurat sekaligus memperluas literasi keuangan nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi digital telah mengubah pola layanan keuangan di Indonesia. Berbagai platform pendanaan berbasis teknologi semakin mudah diakses masyarakat. Namun, di sisi lain, masih muncul tantangan berupa rendahnya tingkat literasi keuangan serta maraknya informasi yang menyesatkan mengenai layanan keuangan digital.
Kondisi tersebut menjadikan peran media semakin penting, bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi publik. Melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang, masyarakat diharapkan mampu memahami manfaat, risiko, hingga mekanisme layanan keuangan digital secara tepat.
PWI Pusat dan AFPI menilai sinergi antara organisasi pers dan industri pendanaan digital menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, transparan, dan berkelanjutan.
Melalui workshop ini, kedua lembaga berharap lahir lebih banyak karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan publik di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial.
- Penulis: (**/VAN)



Saat ini belum ada komentar