Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Kerja Sama Indonesia-Kanada Perkokoh UMKM sebagai Pilar Ekonomi Inklusif

Kerja Sama Indonesia-Kanada Perkokoh UMKM sebagai Pilar Ekonomi Inklusif

  • account_circle rafael
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 359
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Alex Pratama *)

Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus menjadi pilar utama strategi pembangunan ekonomi Indonesia. Pemerintah secara konsisten menempatkan UMKM bukan sekadar sebagai penyangga ekonomi rakyat, tetapi sebagai mesin pertumbuhan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, kerja sama Indonesia dan Kanada yang berfokus pada penguatan UMKM, khususnya yang dipimpin perempuan, patut dipandang sebagai langkah strategis yang sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperluas basis pertumbuhan, meningkatkan daya saing, serta memperdalam integrasi ekonomi global.

UMKM telah lama menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, baik dalam penciptaan lapangan kerja maupun dalam menjaga ketahanan ekonomi di tengah berbagai guncangan. Namun, tantangan struktural masih membayangi, terutama terkait akses pembiayaan, kapasitas usaha, dan keterhubungan dengan pasar yang lebih luas. Perempuan sebagai pelaku utama di sektor ini sering kali menghadapi hambatan berlapis, mulai dari keterbatasan modal hingga minimnya akses jejaring bisnis. Kesadaran atas persoalan inilah yang mempertemukan kepentingan Indonesia dan Kanada dalam membangun kemitraan yang saling menguntungkan.

Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa dukungan Kanada diarahkan untuk memperkuat peran perempuan dalam perekonomian Indonesia melalui peningkatan akses terhadap pembiayaan dan pengembangan usaha. Pandangan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah Indonesia yang mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Program Impact Investment Readiness in Indonesia (IIRI) yang digagas Global Affairs Canada bersama Impact Investment Exchange (IIX) menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi internasional dapat menjawab kebutuhan domestik secara tepat sasaran.

Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, Randeep Sarai, menilai Indonesia sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan kekuatan utama di Asia Tenggara. Dalam kerangka tersebut, perempuan dipandang berada di jantung pertumbuhan ekonomi, mengingat jutaan UMKM di Indonesia dijalankan dan digerakkan oleh mereka. Dukungan terhadap UMKM yang dipimpin perempuan bukan hanya persoalan kesetaraan, melainkan strategi ekonomi yang rasional untuk memperluas produktivitas, memperkuat komunitas lokal, dan mendorong pertumbuhan yang lebih merata.

Pendekatan yang diambil melalui IIRI menunjukkan pemahaman yang komprehensif terhadap tantangan UMKM. Akses terhadap pinjaman, ekuitas, layanan keuangan digital, serta jaringan bisnis diposisikan sebagai satu kesatuan ekosistem. Ketika hambatan ini dikurangi, UMKM memiliki ruang untuk meningkatkan skala produksi, mengadopsi teknologi, memasuki pasar baru, dan menciptakan pekerjaan yang layak. Efek berantai dari proses tersebut secara langsung mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat rantai pasok nasional dan meningkatkan daya saing ekonomi.

Dimensi pemerataan wilayah juga menjadi nilai tambah penting dari kerja sama ini. Pendiri dan CEO IIX, Durreen Shahnaz, menyoroti bahwa aliran investasi selama ini terkonsentrasi di wilayah tertentu seperti Jawa dan Bali, sementara banyak daerah lain tertinggal dari sisi akses pendanaan. Dengan membawa modal dan pendampingan ke kawasan seperti Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Maluku, program IIRI sejalan dengan visi pemerintah untuk mempercepat pembangunan di luar pusat-pusat ekonomi tradisional. Transformasi UMKM di daerah-daerah tersebut akan memperkuat kohesi ekonomi nasional sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Komitmen Kanada tidak berhenti pada satu program. Pemerintah Kanada mengalokasikan lebih dari 22 juta dolar Kanada untuk lima inisiatif baru di Indonesia yang mencakup penguatan UMKM, promosi perdagangan, ketahanan iklim, hingga kesehatan ibu dan bayi. Dua program utama, yakni Climate Resilient Agri-Food Trade Promotion Support (CRAFTS) dan Economic Linkages for Enhanced Value, Trade and Exports (ELEVaTE), secara khusus mendukung UMKM perempuan agar lebih siap menembus pasar ekspor dan lebih tangguh menghadapi dampak perubahan iklim. Fokus ini selaras dengan prioritas pemerintah Indonesia dalam mendorong diversifikasi ekspor dan pembangunan ekonomi hijau.

Kerja sama tersebut juga tidak dapat dilepaskan dari implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Kanada (ICA-CEPA). Dukungan bantuan teknis dan peningkatan kapasitas yang disiapkan Kanada menunjukkan bahwa perjanjian perdagangan bebas tidak dipandang semata sebagai instrumen tarif, tetapi sebagai alat transformasi struktural yang memerlukan kesiapan pelaku usaha domestik, khususnya UMKM. Dalam konteks ini, kebijakan pemerintah untuk mengaitkan UMKM dengan agenda perdagangan internasional mendapatkan dukungan nyata dari mitra strategis.

Pengalaman pelaku usaha seperti Lastiana Yuliandari dari Aliet Green menggambarkan secara konkret tantangan yang dihadapi UMKM perempuan dalam mengakses pembiayaan. Usaha sosial yang ia bangun bersama ribuan perempuan petani gula kelapa menunjukkan potensi besar UMKM berbasis komunitas, sekaligus kebutuhan akan dukungan pendanaan dan peningkatan kapasitas. Ketertarikan terhadap program yang didukung Kanada memperlihatkan bahwa kebijakan kolaboratif ini menjawab kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar wacana di tingkat elit.

Kemitraan Indonesia dan Kanada dalam penguatan UMKM mencerminkan sinergi kebijakan yang konstruktif. Pemerintah Indonesia mendapatkan dukungan internasional untuk mempercepat agenda inklusi ekonomi, pemberdayaan perempuan, dan pemerataan pembangunan, sementara Kanada memperkuat perannya sebagai mitra pembangunan yang berorientasi pada kemakmuran bersama. Dengan pengelolaan yang konsisten dan berkelanjutan, kerja sama ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan nasional Indonesia yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi global.

*) Pengamat Kebijakan Publik dan Ekonomi Internasional

  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pahlawan WTP Gerardus Mogi Tutup Era dengan 8 WTP

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 623
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONews5.com — Delapan kali berturut-turut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI bukan pencapaian biasa. Drs. Gerardus Emanuel Mogi, MAP menutup masa jabatannya sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon dengan prestasi ini, menjadikannya figur ikonik dalam pengelolaan keuangan daerah. Serah terima jabatan kepada Danny Ruddy Liuw, SKom, […]

  • Wenny Lumentut Ajak Warga Tomohon Nobar Norwegia vs Inggris, Perkuat Kebersamaan Lewat Piala Dunia 2026

    Wenny Lumentut Ajak Warga Tomohon Nobar Norwegia vs Inggris, Perkuat Kebersamaan Lewat Piala Dunia 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 248
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONEWS5.COM – Tokoh masyarakat Sulawesi Utara, Wenny Lumentut, mengajak masyarakat Kota Tomohon dan sekitarnya menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Norwegia melawan Inggris yang akan berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 04.00 WITA, di Terung Kabasaran, Jalan Rayun, Kelurahan Kolongan Satu, Kota Tomohon. Ajakan tersebut disampaikan sebagai […]

  • HPN 2026 Dimulai, PWI Sulut Tiba di Banten dengan Sambutan Resmi

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 502
    • 0Komentar

    BANTEN, PRONews5.com — Rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, dan disambut hangat oleh Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Rombongan dipimpin langsung Ketua PWI Sulut Drs. Voucke Lontaan, yang bersama jajaran pengurus dan anggota kemudian bertolak menuju Kota Serang, […]

  • Di Depan Prabowo Kiai Hasan Persilakan Santri Kritik dan Demo Jika Hidup Mewah

    Di Depan Prabowo Kiai Hasan Persilakan Santri Kritik dan Demo Jika Hidup Mewah

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 96
    • 0Komentar

    PONOROGO, PRONEWS5.COM — Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), KH Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan pesan tegas tentang kesederhanaan dan keterbukaan seorang pemimpin saat berbicara di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto. Pesan itu disampaikan dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Dalam pidatonya, […]

  • JK Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim, Tuduhan Dana Isu Ijazah Jokowi Dinilai Fitnah

    JK Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim, Tuduhan Dana Isu Ijazah Jokowi Dinilai Fitnah

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle [**/WIL]
    • visibility 423
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, resmi melaporkan ahli digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar, ke Bareskrim Polri. Laporan ini dilayangkan setelah JK merasa dirugikan atas tudingan yang menyebut dirinya mendanai pihak tertentu untuk mempersoalkan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/135/IV/SPKT Bareskrim Polri […]

  • Meta–YouTube Mangkir, Kemkomdigi Layangkan Panggilan Kedua: Sanksi di Depan Mata

    Meta–YouTube Mangkir, Kemkomdigi Layangkan Panggilan Kedua: Sanksi di Depan Mata

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 495
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi melayangkan surat pemanggilan kedua kepada Meta (Facebook, Instagram, Threads) dan Google (YouTube), setelah keduanya belum memenuhi panggilan pemeriksaan terkait kepatuhan terhadap regulasi pelindungan anak di ruang digital (PP TUNAS), Kamis (2/4/2026). Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, mengungkapkan bahwa kedua platform global tersebut sebelumnya mengajukan penundaan […]

expand_less