Kapolres Kotamobagu dan Dandim 1303 Bolmong Turun Langsung Redam Tawuran Poopo dan Upai
- account_circle (**/NOX)
- calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
- visibility 126
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik bersama Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf. Manashe Lomo turun langsung ke lokasi untuk mengendalikan tawuran warga Poopo dan Upai.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KOTAMOBAGU, PRONEWS5.COM — Tawuran antarwarga kembali terjadi di wilayah perbatasan Desa Sia’, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, yang melibatkan kelompok warga Desa Poopo, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), dengan warga Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Sabtu (26/9/2026) malam hingga Minggu (27/9/2026) dini hari.
Bentrok berlangsung dengan aksi saling serang dan lempar batu. Sejumlah warga dari kedua kelompok dilaporkan mengalami luka akibat terkena lemparan batu. Informasi mengenai adanya korban yang terkena senjata angin juga masih dalam penanganan aparat.
Bahkan, seorang anggota TNI dikabarkan turut menjadi korban dalam insiden tersebut. Namun, kondisi dan kronologi pasti terkait korban masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Aksi saling lempar dilaporkan berlangsung sejak sekitar pukul 23.44 WITA hingga 01.45 WITA. Situasi kemudian berhasil dikendalikan setelah personel gabungan TNI-Polri melakukan penyekatan dan membubarkan massa dari kedua kelompok.
Personel Polres Kotamobagu bersama Kodim 1303/Bolaang Mongondow sebelumnya telah melakukan penyekatan sekaligus upaya mediasi di lokasi. Namun, situasi sempat kembali memanas karena kedua kelompok terlibat aksi saling serang.
Sekitar pukul 23.45 WITA, aparat kepolisian kemudian menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa dan mencegah bentrokan meluas.
Di tengah situasi yang memanas, Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., bersama Dandim 1303/Bolaang Mongondow Letkol Inf. Manashe Lomo turun langsung ke lokasi.
Kedua pimpinan TNI-Polri tersebut berada di garis depan bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kotamobagu untuk mengendalikan situasi sekaligus memastikan bentrokan tidak kembali meluas.
Kehadiran langsung Kapolres dan Dandim di lokasi juga menjadi bagian dari langkah pengamanan untuk meredam ketegangan serta mencegah terjadinya aksi susulan.
Kapolres Kotamobagu menegaskan, penanganan tidak hanya berfokus pada pembubaran massa, tetapi juga mencegah konflik kembali terjadi. Pendekatan persuasif dan imbauan kepada masyarakat terus dilakukan bersamaan dengan pengamanan di lapangan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat dari kedua desa untuk tetap menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu-isu liar. Mari kita selesaikan setiap permasalahan dengan kepala dingin dan musyawarah. Serahkan sepenuhnya penanganan hukum kepada pihak berwajib, demi menjaga persaudaraan serta kondusivitas daerah yang kita cintai bersama,” ujar Kapolres.
Sinergi personel TNI-Polri di bawah komando Kapolres Kotamobagu dan Dandim 1303/Bolmong akhirnya berhasil mengendalikan situasi. Kawasan perbatasan Desa Sia’ dan Kelurahan Upai kemudian disterilkan dari massa yang terlibat bentrokan.
Hingga Minggu (27/9/2026), personel Polres Kotamobagu bersama TNI masih melakukan penjagaan di wilayah perbatasan tersebut. Pengamanan dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali bentrokan antara warga Desa Poopo dan Kelurahan Upai.
Aparat juga mengimbau masyarakat kedua wilayah agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kembali terjadinya konflik serta menyerahkan setiap persoalan kepada aparat penegak hukum.
- Penulis: (**/NOX)



Saat ini belum ada komentar