Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Dampak Positif Sekolah Rakyat Terasa, Orang Tua Beri Respons Positif

Dampak Positif Sekolah Rakyat Terasa, Orang Tua Beri Respons Positif

  • account_circle rafael
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 335
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin, sekaligus sebagai langkah strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri.

Menurutnya, sekolah ini adalah tempat generasi muda tumbuh dan berkembang menjadi calon pemimpin bangsa yang hebat.

”Program Sekolah Rakyat dirancang bagi anak-anak yang sempat terputus dari layanan pendidikan formal agar kembali memperoleh hak belajar secara layak dan bermutu.” ungkapnya.

Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan pendidikan formal, tetapi juga pada pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas peserta didik agar memiliki peluang mobilitas sosial yang lebih baik.

Hingga saat ini, pemerintah telah meresmikan sebanyak 166 Sekolah Rakyat dari target 500 sekolah yang direncanakan dan sebanyak 15.954 siswa telah mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat.

Program ini juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Siti Maysaroh, salah satu orang tua siswa di SRMA 9 Jakarta Timur, mengaku bersyukur karena anaknya dapat bersekolah di Sekolah Rakyat tanpa terbebani biaya yang selama ini menjadi kendala utama bagi keluarganya.

Dengan kondisi perekonomian yang terbatas, ia sebelumnya sempat khawatir tidak mampu melanjutkan pendidikan anaknya.

Siti mengatakan Sekolah Rakyat bawa perubahan positif bagi anaknya. “ Saya merasa banyak perkembangan baik bagi anak saya Bunga sejak bersekolah di SRMA 9 Jakarta Timur, karena selama disana ia diberi makan tiga kali sehari dengan menu bergizi dan juga kesehatannya selalu dipantau oleh wali asrama” ujarnya.

Ia juga menilai sistem asrama berjalan baik, termasuk dalam pembentukkan karakter siswa. “Di asrama anak saya diajarkan kedisiplinan dan kemandirian jadi saya merasakan betul banyak perubahan positif pada anak saya sekarang ini”.

Baginya, Sekolah Rakyat bukan hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga memberikan harapan baru agar anaknya memiliki masa depan yang lebih baik.

”Saya berharap program Sekolah Rakyat terus berlanjut dan membantu lebih banyak keluarga yang kurang mampu seperti saya, sehingga semakin banyak anak Indonesia yang memperoleh kesempatan pendidikan yang layak dan berkualitas.”

Pemerintah sendiri menargetkan akan menambah 104 titik baru Sekolah Rakyat di wilayah Indonesia. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan, rencana tahun depan Sekolah Rakyat sudah terbangun sebanyak 270 titik yang tersebar di 34 Provinsi.

“Sehingga tahun depan bisa ada lebih 200 titik Sekolah Rakyat yang ditargetkan menerima 60.000 siswa,” ungkapnya.

.

  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Bongkar Brankas Rp543 Miliar, Jejak Korupsi Raksasa Mulai Terkuak

    Polri Bongkar Brankas Rp543 Miliar, Jejak Korupsi Raksasa Mulai Terkuak

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 284
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM – Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya membongkar brankas rahasia berisi uang tunai berbagai mata uang asing dan emas batangan dalam operasi penggeledahan serentak di 12 lokasi di wilayah Jabodetabek, Rabu (8/7/2026). Nilai barang bukti yang diamankan diperkirakan melampaui Rp543 miliar, […]

  • Sintia Bojoh Cetak Sejarah, Perempuan Pertama Maju Calon Ketua PWI Sulut

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 874
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com — Sejarah baru tercipta dalam tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara. Wartawati televisi nasional, Sintya Nidya Christin Bojoh, resmi mendaftar sebagai calon Ketua PWI Sulut periode 2026–2031, Kamis (19/3/2026), di Kantor PWI Sulut, Jalan Sudirman, Manado. Ia menjadi perempuan pertama yang maju dalam kontestasi pemilihan ketua di tingkat provinsi tersebut. Kehadiran Sintia […]

  • Tahap Eksekusi Hilirisasi, Investasi Triliunan ke Daerah

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 320
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pemerintah mulai mengakselerasi eksekusi proyek hilirisasi nasional pada awal 2026 dengan menggerakkan investasi bernilai triliunan rupiah langsung ke berbagai daerah. Tahap awal pelaksanaan ditandai dengan rencana groundbreaking enam proyek strategis pada awal Februari 2026, sebagai bagian dari total 18 proyek prioritas yang dikelola Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan nilai kumulatif mencapai sekitar […]

  • “Kami Cuma Mau Cari Makan”, Jeritan Penambang Bakan Minta Presiden Prabowo dan Gubernur Sulut Turun Tangan

    “Kami Cuma Mau Cari Makan”, Jeritan Penambang Bakan Minta Presiden Prabowo dan Gubernur Sulut Turun Tangan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 420
    • 0Komentar

    BOlMONG, PRONews5.com —Jeritan ratusan penambang rakyat di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, kembali menggema dan viral di ruang publik setelah mereka meminta langsung perhatian Presiden Prabowo dan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, terkait penertiban aktivitas pertambangan yang dinilai mengancam mata pencaharian warga. Dalam aksi dan video yang beredar, para penambang […]

  • Anggota Polri Dilarang Live Streaming Saat Bertugas, Ini Konsekuensinya

    Anggota Polri Dilarang Live Streaming Saat Bertugas, Ini Konsekuensinya

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 269
    • 0Komentar

    JAKARTA|PRONews5.com — Larangan melakukan siaran langsung (live streaming) bagi anggota Polri saat menjalankan tugas bukan sekadar imbauan normatif. Di balik penegasan yang disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Jhonny Eddizon Isir, tersimpan konsekuensi tegas berupa sanksi bagi setiap personel yang melanggar. Penegasan ini menjadi garis batas yang tidak boleh dilanggar. Di tengah meningkatnya penggunaan media […]

  • Janji “No Viral No Justice” Kapolri Ditunggu: Kifly Sepang Masih Melenggang, Hukum Setengah Hati di Gunung Botak?

    Janji “No Viral No Justice” Kapolri Ditunggu: Kifly Sepang Masih Melenggang, Hukum Setengah Hati di Gunung Botak?

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 237
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM — Komitmen Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk membersihkan institusi dari dekadensi kronis berjuluk “no viral no justice” kini menghadapi ujian terberat di Sulawesi Utara. Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Gunung Botak dan hutan lindung Ratatotok, Minahasa Tenggara (Mitra), terus beroperasi tanpa tersentuh hukum secara objektif. Publik Sulawesi Utara […]

expand_less