ASN Pusat dan Daerah WFH Setiap Jumat, Hemat Rp 6,2 Triliun
- account_circle IND
- calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
- visibility 410
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Sumber Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Menghadapi dinamika global pemerintah akan menerapkan budaya kerja produktif berbasis digital. Salah satunya dengan memberlakukan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan inipun berpotensi terjadi penghematan keuangan negara mencapai Rp 6,2triliun
Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, WFH akan diterapkan bagi ASN instansi pusat dan daerah. Pemberlakuan kerja di rumah sebanyak sehari setiap pekan, yaitu pada hari Jumat.
“Sebagai langkah adaptif guna menghadapi dinamika global pemerintah menetapkan kebijakan transformasi budaya kerja yang mendorong perubahan perilaku kerja yang lebih efisien produktif dan berbasis digital,” beber Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026).
Dikatakan, kebijakan itu akan diatur dalam surat edaran Menteri PAN-RB dan Menteri Dalam Negeri. “Penerapan wfh bagi ASN di instansi pusat dan daerah yang dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu yaitu setiap hari Jumat yang diatur melalui surat edaran dari Menpan RB dan SE Mendagri termasuk di dalam skema wfh yang diatur sebagai berikut mendorong transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital,” beber Airlangga.
Airlangga Hartarto juga menjelaskan bahwa penghematan didapatkan dari berkurangnya kompensasi dan subsidi BBM karena penggunaan transportasi berkurang imbas ASN bekerja dari rumah. “Potensi penghematan dari kebijakan WFH yang langsung ke APBN adalah Rp 6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM,” beber Airlangga.
Diperkirakan juga konsumsi BBM masyarakat bisa dihemat hingga Rp 59 triliun. “Sementara total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat juga sebesar Rp 59 triliun,” lanjut Airlangga. (IND/detik.com)
- Penulis: IND



Saat ini belum ada komentar