Apel Terakhir Irjen Pol Roycke Harry Langie Pamit dari Polda Sulut
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
- visibility 123
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie memimpin apel pagi terakhir bersama jajaran Polda Sulawesi Utara di Lapangan Presisi Mapolda Sulut, Selasa (1/9/2026), sebelum menjalankan tugas baru sebagai Astamaops Kapolri. (Foto.Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Suasana haru canggung Lapangan Presisi Mapolda Sulawesi Utara, Selasa (1/9/2026) pagi. Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie memimpin apel pagi terakhir bersama jajaran Polda Sulut sebelum meninggalkan Sulawesi Utara untuk menjalankan amanah baru sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Kapolri.
Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinan Roycke di Polda Sulut setelah mengabdi selama 1 tahun 11 bulan 5 hari.
Perpisahan itu berlangsung di tengah rotasi dan mutasi besar-besaran di tubuh Polri. Sebanyak 344 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) masuk dalam daftar pengobatan terbaru, termasuk sejumlah perubahan strategi di tingkat Mabes Polri dan Polda Sulut.
Mutasi tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri.
Salah satunya ST/1877/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, yang ditandatangani Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Roycke Harry Langie Naik Jadi Komjen
Salah satu perubahan penting dalam pengobatan kali ini adalah promosi Roycke Harry Langie dari Kapolda Sulut menjadi Astamaops Kapolri.
Jabatan tersebut merupakan salah satu posisi strategis di lingkungan Mabes Polri karena berkaitan dengan kebijakan, perencanaan, pengendalian hingga pelaksanaan operasi kepolisian.
Promosi tersebut sekaligus membawa perubahan pangkat Roycke dari Inspektur Jenderal (Irjen) menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi.
Roycke menggantikan Komjen Pol Mohammad Fadil Imran yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka memasuki masa purna tugas.
Sebelum mendapat promosi ke Mabes Polri, Roycke menjabat Kapolda Sulawesi Utara. Ia juga dikenal sebagai putra daerah asal Pakuweru, Kabupaten Minahasa Selatan.
Kini, tanggung jawabnya beralih dari memimpin kepolisian di tingkat daerah menjadi mengemban tugas strategis di bidang operasi di kepolisian nasional.
Seiring dengan promosi Roycke, tongkat komando Polda Sulawesi Utara dipercayakan kepada Irjen Pol Yudho Hermanto, SIK, MM, CHRMP.
Yudho sebelumnya menjabat Kepala Biro Pengamanan Internal (Karopaminal) Divisi Propam Polri. Melalui penyembuhan terbaru tersebut, ia dipercaya mengemban tugas sebagai Kapolda Sulawesi Utara.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus kesinambungan kepemimpinan di jajaran Polda Sulut.
Di hadapan seluruh jajaran dalam apel pagi terakhirnya, Roycke menyampaikan pesan yang pentingnya menjaga kebersamaan dan kekompakan.
“Kita telah bekerja bersama, kita telah berjuang bersama, dan kita telah bercita-cita bersama.”
Pesan itu menjadi salah satu bagian paling emosional dalam apel pagi tersebut.
Roycke meminta seluruh personel untuk terus menjaga kebersamaan, kekompakan, serta harga diri dan martabat institusi Polri.
Selama hampir dua tahun memimpin Polda Sulut, berbagai dinamika tugas kepolisian telah dilalui bersama.
Apel terakhir tersebut pun menjadi ruang bagi jajaran untuk menyampaikan apresiasi atas kepemimpinannya.
Sejumlah petugas menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi Roycke selama menjalankan tugas sebagai Kapolda Sulut.
“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polda Sulut, Jenderal. Selamat menjalankan amanah baru di Mabes Polri,” ujar sejumlah pejabat.
Mereka juga mendoakan agar Roycke dapat menjalankan tugas barunya dengan baik.
“Semoga selalu diberikan kelancaran, kesehatan, kekuatan, dan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dalam setiap langkah pengabdian,” ungkap mereka.
Bagi Roycke, perpindahan jabatan tersebut bukan akhir dari pengabdian, melainkan perubahan ruang tugas.
Dari Sulawesi Utara, ia kini mendapat mandat untuk mengambil bagian dalam pengelolaan operasi kepolisian di tingkat nasional.
Sementara bagi Polda Sulut, pergantian kepemimpinan menandai dimulainya babak baru di bawah komando Irjen Pol Yudho Hermanto.
Apel pagi terakhir Roycke akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda kedinasan.
Momen tersebut menjadi pertemuan terakhir dalam kapasitasnya sebagai Kapolda Sulut bersama personel yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar