Trump Perkenalkan ‘Gedung Putih Terbang’, Air Force One Baru Resmi Mengudara
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
- visibility 154
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump berdiri di depan Air Force One baru berbasis Boeing 747-8 di Joint Base Andrews, Maryland, Jumat (19/6/2026). Pesawat yang dijuluki “Gedung Putih Terbang” itu akan digunakan sebagai armada kepresidenan sementara hingga Air Force One generasi baru buatan Boeing selesai diproduksi. (Foto: Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
WASHINGTON, PRONews5.com – Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump resmi memperkenalkan Air Force One baru berbasis Boeing 747-8 di Joint Base Andrews, Maryland, Jumat (19/6/2026). Pesawat senilai sekitar USD 400 juta atau setara Rp7,13 triliun yang diperoleh dari Pemerintah Qatar itu mulai digunakan sebagai armada kepresidenan sementara sambil menunggu pesawat Air Force One generasi baru yang masih dalam tahap penyelesaian oleh Boeing.
Dalam seremoni peresmian, Trump menandatangani badan pesawat dan memperkenalkannya dengan julukan “Gedung Putih Terbang”.
Kehadiran pesawat tersebut menjadi langkah strategi pemerintah Amerika Serikat untuk menjaga kelancaran operasional presiden di tengah keterlambatan proyek Air Force One generasi baru yang telah berlangsung selama beberapa tahun.
Pesawat Boeing 747-8 itu sebelumnya merupakan milik keluarga kerajaan Qatar. Setelah diserahkan kepada pemerintah Amerika Serikat, Angkatan Udara AS melakukan serangkaian modifikasi menyeluruh selama hampir satu tahun agar memenuhi standar keamanan dan komunikasi kepresidenan.
Berbagai sistem komunikasi rahasia, perangkat keamanan, serta fasilitas komando udara dipasang sehingga presiden tetap dapat menjalankan tugas kenegaraan dari pusat dalam pesawat.
Selain kemampuan operasionalnya, tampilan luar Air Force One baru juga menjadi perhatian.
Trump mengganti corak biru muda dan putih yang menjadi identitas pesawat kepresidenan sejak era Presiden John F. Kennedy pada tahun 1962 dengan kombinasi warna merah, putih, dan biru tua.
Desain baru tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan pesawat pribadi Trump yang dikenal dengan nama “Trump Force One”.
Dalam sambutannya, Trump memuji kualitas pesawat tersebut, mulai dari mesin hingga interiornya yang mewah.
Menurutnya, Boeing 747-8 itu memiliki standar pengerjaan yang sangat tinggi dan layak menjadi simbol kekuatan Amerika Serikat di panggung internasional.
Meski unit pesawat diperoleh tanpa biaya pembelian, pemerintah AS tetap mengalokasikan anggaran besar untuk proses modifikasi dan integrasi sistem keamanan.
Trump menegaskan keputusan menerima pesawat tersebut memberikan keuntungan bagi negara karena lebih hemat dibandingkan pengadaan pesawat baru dari awal.
Namun sejumlah anggota parlemen meminta penjelasan rinci mengenai penggunaan anggaran modifikasi yang mencapai ratusan juta dolar AS.
Kehadiran Boeing 747-8 ini hanya bersifat sementara. Pemerintah Amerika Serikat masih menunggu penyelesaian dua unit pesawat kepresidenan VC-25B yang dipesan khusus dari Boeing.
Program tersebut mengalami berbagai kendala teknis dan finansial sehingga jadwal pengirimannya mundur beberapa tahun.
Nilai proyek yang semula sekitar USD 3,7 miliar kini dilaporkan meningkat mendekati USD 5 miliar dengan target operasional pada tahun 2027 dan 2028.
Masuknya Air Force One baru sekaligus menandai berakhirnya masa tugas satu pesawat paling bersejarah dalam armada kepresidenan Amerika Serikat.
Pesawat VC-25A bernomor ekor 29000 resmi menyelesaikan misi terakhirnya saat membawa Trump pulang dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Eropa.
Setelah itu, pesawat tersebut akan dialihkan untuk mendukung transportasi pejabat senior pemerintah, sementara satu unit VC-25A lainnya tetap bertugas mendampingi armada baru hingga VC-25B siap beroperasi penuh.
Trump memastikan “Gedung Putih Terbang” akan menjalani penerbangan internasional pertamanya dalam kunjungan ke KTT NATO di Ankara, Turki.
Pesawat itu juga dijadwalkan ambil bagian dalam seremonial penerbangan pada peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli mendatang, sebagai simbol dimulainya era baru armada kepresidenan Negeri Paman Sam.
[**/NAGS]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar