Ada Apa dengan QR Code BBM Subsidi di Sulut? Pertamina Bertindak
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- visibility 211
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aktivitas pengisian BBM di salah satu SPBU. Pertamina memperketat pengawasan penggunaan QR Code BBM Subsidi di Sulawesi Utara untuk memastikan penyaluran sesuai ketentuan. (Foto: Ilustrasi/PRONEWS5.COM)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Sebanyak 526 nomor polisi kendaraan di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo diblokir Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi setelah terindikasi menggunakan QR Code BBM Subsidi yang tidak sesuai ketentuan hingga September 2026.
Pemblokiran tersebut menjadi bagian dari pengawasan Pertamina terhadap penyaluran BBM Subsidi, termasuk di Sulawesi Utara. Pengawasan dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan QR Code dan memastikan BBM bersubsidi dibeli menggunakan data kendaraan yang sesuai dengan ketentuan.
Secara keseluruhan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mencatat 11.093 nopol kendaraan telah diblokir di empat wilayah kerja hingga September 2026. Rinciannya, 6.023 nopol berada di Sulawesi Selatan dan Barat, 2.355 nopol di Sulawesi Tenggara, 2.189 nopol di Sulawesi Tengah, serta 526 nopol di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan pengawasan transaksi BBM Subsidi dilakukan secara terus-menerus melalui pemantauan penggunaan QR Code.
Menurut Okky, kendaraan dapat dikenai pemblokiran apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan QR Code atau penggunaan secara berulang yang tidak sesuai dengan ketentuan.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap transaksi BBM Subsidi. Apabila ditemukan QR Code yang terindikasi disalahgunakan atau digunakan secara berulang dan tidak sesuai dengan ketentuan, maka dilakukan pemblokiran sebagai bagian dari upaya menjaga penyaluran BBM Subsidi tetap tepat sasaran,” ujar Okky, Jumat (18/9/2026).
Pertamina menjelaskan, QR Code pada dasarnya digunakan berdasarkan kendaraan yang telah terdaftar. Karena itu, penggunaan QR Code milik kendaraan atau pihak lain dapat terdeteksi sebagai transaksi yang tidak sesuai dengan data kendaraan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam sistem pengawasan karena pemakaian QR Code oleh pihak lain berpotensi menimbulkan indikasi pengisian berulang.
Pertamina pun mengingatkan masyarakat di Sulawesi Utara dan wilayah lainnya agar tidak meminjamkan QR Code kepada orang lain. QR Code juga diminta digunakan hanya untuk kendaraan yang sesuai dengan data pendaftaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan QR Code sesuai dengan kendaraan dan kebutuhan masing-masing. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak meminjamkan atau menggunakan QR Code milik pihak lain,” kata Okky.
Pengawasan terhadap transaksi BBM Subsidi tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan di lapangan, tetapi juga dengan pemantauan pola transaksi. Data tersebut digunakan Pertamina untuk mengidentifikasi penggunaan QR Code yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.
Di Sulawesi Utara, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan distribusi BBM Subsidi agar penyalurannya tetap mengikuti aturan dan tidak dimanfaatkan melalui penggunaan QR Code yang tidak semestinya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan evaluasi terhadap penyaluran BBM Subsidi akan terus diperkuat di seluruh wilayah kerja, termasuk Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Bagi masyarakat yang mengalami kendala terkait QR Code maupun layanan Pertamina, pengaduan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135 yang melayani pelanggan selama 24 jam.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar