Aksi Heroik Kapolres Tomohon Padamkan Api Gunung Lokon Tuai Apresiasi
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
- visibility 65
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolres Tomohon AKBP Novrial Alberti Kombo berada di lokasi kebakaran Gunung Lokon saat membantu upaya pemadaman api bersama tim gabungan, Selasa (13/10/2026). Foto: Dokumentasi video beredar.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOMOHON, PRONEWS5.COM – Di tengah kobaran api yang membara di kawasan Gunung Lokon, Kapolres Tomohon AKBP Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P., memilih turun langsung ke lapangan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa (13/10/2026). Aksi tersebut menuai apresiasi.
Kobaran api yang terlihat membesar dalam video yang beredar menggambarkan betapa seriusnya kebakaran yang melanda kawasan pegunungan tersebut.
Di tengah situasi itu, orang nomor satu di Polres Tomohon tersebut tidak hanya mengandalkan koordinasi dari belakang, tetapi turut berada di lapangan bersama tim gabungan untuk membantu mengendalikan api.
Tindakan tersebut memperlihatkan keterlibatan langsung pimpinan kepolisian dalam menghadapi situasi darurat yang mengancam kelestarian lingkungan.
Namun, di balik aksi heroik tersebut, kebakaran di kawasan Gunung Lokon juga menjadi peringatan serius tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana dan perlindungan kawasan konservasi.
Kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Cagar Alam Gunung Lokon, sekitar Kelurahan Kakaskasen Dua, Kecamatan Tomohon Utara.
Api merambat di kawasan vegetasi, diperparah kondisi medan pegunungan, hamparan rumput dan alang-alang kering, serta potensi perubahan arah angin yang dapat mempercepat penyebaran api.
Kapolres Tomohon bersama personel gabungan berupaya membantu mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah penyebarannya ke wilayah yang berisiko terdampak.
Penanganan kebakaran turut melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, BPBD, petugas kawasan konservasi, masyarakat, dan relawan.
Sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadapi kebakaran di kawasan dengan medan yang menantang tersebut.
Berdasarkan laporan perkembangan yang diberitakan sejumlah media pada 13–14 Oktober 2026, luas kawasan terdampak diperkirakan meningkat dari lebih dari 100 hektare menjadi sekitar 300 hektare.
Angka tersebut menggambarkan besarnya tantangan dalam mengendalikan kebakaran di kawasan Gunung Lokon.
Rekam Jejak Kapolres Tomohon
AKBP Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P., merupakan perwira menengah Polri yang dipercaya menjabat Kapolres Tomohon sejak 9 Juli 2026.
Ia menggantikan AKBP Nur Kholis, S.I.K., yang mendapat penugasan baru sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur.
Dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Novrial mengemban tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Tomohon.
Tugas tersebut juga mencakup koordinasi penanganan berbagai persoalan keamanan dan keadaan darurat yang membutuhkan respons cepat serta keterlibatan kepolisian.
Sebelum memimpin Polres Tomohon, Novrial tercatat pernah menjalankan sejumlah penugasan di lingkungan kepolisian, antara lain sebagai Kasat Sabhara Polres Ketapang, Kapolsek Entikong di wilayah Polres Sanggau, Kabag Ops Polres Sanggau, serta Wakapolres Sanggau, Polda Kalimantan Barat.
Pengalaman di sejumlah jabatan kewilayahan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak kariernya sebelum dipercaya memimpin kepolisian di Kota Tomohon.
Gelar S.I.K. yang disandangnya merupakan gelar Sarjana Ilmu Kepolisian, sedangkan M.A.P. merupakan gelar Magister Administrasi Publik.
Dalam menjalankan tugas di Tomohon, pendekatan kemitraan dengan masyarakat dan sinergi lintas sektor menjadi aspek penting dalam menjaga stabilitas keamanan.
Keterlibatan langsung di lokasi kebakaran menjadi salah satu gambaran respons lapangan ketika situasi darurat membutuhkan tindakan cepat.
Gunung Lokon Butuh Perlindungan Bersama
Gunung Lokon bukan sekadar ikon alam Kota Tomohon, tetapi juga kawasan yang memiliki fungsi ekologis penting.
Kebakaran yang melanda kawasan tersebut menegaskan bahwa perlindungan lingkungan membutuhkan perhatian dan kerja sama berkelanjutan dari berbagai pihak.
Aparat keamanan, pemerintah daerah, petugas konservasi, masyarakat, dan relawan memiliki peran masing-masing dalam mendukung penanganan kebakaran serta menjaga kelestarian kawasan.
Aksi Kapolres Tomohon di tengah kobaran api mendapat apresiasi karena menunjukkan kehadiran aparat secara langsung dalam situasi yang membutuhkan respons cepat.
Namun, tantangan tidak berhenti ketika upaya pemadaman dilakukan.
Penanganan harus dipastikan berjalan hingga tuntas, penyebab kebakaran perlu diungkap, dan langkah pencegahan harus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali mengancam kelestarian lingkungan maupun keselamatan warga.
Kobaran api di Gunung Lokon menjadi pengingat bahwa keberanian bertindak di lapangan harus berjalan seiring dengan upaya berkelanjutan untuk melindungi alam dari ancaman kebakaran.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar