Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Polri » Produksi Uang Rupiah Palsu Senilai Rp1 Miliar, Dua Kakak Beradik Ditangkap

Produksi Uang Rupiah Palsu Senilai Rp1 Miliar, Dua Kakak Beradik Ditangkap

  • account_circle (**/BEN)
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • visibility 216
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, PRONEWS5.COM – Polresta Bandung membongkar praktik pembuatan uang Rupiah palsu senilai sekitar Rp1 miliar yang diproduksi di sebuah rumah kontrakan di Kampung Leuwi Jambu, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Dalam pengungkapan tersebut, Satreskrim Polresta Bandung menangkap dua tersangka yang merupakan kakak beradik, yakni Mardonal alias Ronal dan Syahrial.

Kasat Reskrim Polresta Bandung Kompol Dwi Rio Adrian mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan aktivitas pembuatan uang palsu di rumah kontrakan tersebut.

Petugas Unit 1 Resum Satreskrim Polresta Bandung kemudian mendatangi lokasi pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Tersangka berinisial M berperan sebagai pemodal, menyediakan bahan baku, tempat, serta memproses penyelesaian akhir dan mengedarkan Uang Palsu pecahan Rp100.000. Sementara tersangka S bertugas mencetak Uang Palsu dan menjaga rumah kontrakan,” kata Dwi di Mapolresta Bandung, Kamis (17/9/2026).

Dwi menjelaskan, aktivitas pembuatan uang palsu tersebut diduga telah direncanakan sejak Juli 2026. Tersangka M kemudian menyewa rumah kontrakan di Ciparay yang digunakan sebagai lokasi produksi.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, tersangka disebut membeli kertas roti kiloan dari kawasan Pagarsih, Kota Bandung. Selain itu, tersangka juga membeli delapan unit printer secara bertahap dengan menggunakan uang hasil pinjaman.

Memasuki awal September 2026, produksi uang palsu pecahan Rp100.000 mulai dilakukan. Karena kewalahan mengerjakan proses produksi seorang diri, tersangka M kemudian mengajak kakaknya untuk membantu proses pencetakan.

“Awal September, tersangka mulai memproduksi Uang Palsu pecahan Rp100.000. Karena bekerja sendiri, ia kemudian mengajak kakak kandungnya untuk membantu proses pencetakan,” ujar Dwi.

Untuk mengelabui masyarakat, uang palsu tersebut diduga diedarkan dengan cara diselipkan di antara uang asli saat melakukan transaksi. Polisi menyebut sasaran peredaran antara lain pedagang kecil di pinggir jalan dan penjual bensin eceran.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan uang palsu yang telah selesai dicetak maupun bahan yang masih dalam proses produksi.

“Total Uang Palsu yang sudah tercetak mencapai sekitar Rp1 miliar. Dari jumlah tersebut, uang yang siap edar sebesar Rp7,1 juta dan yang sudah berhasil beredar di masyarakat diperkirakan sekitar Rp1 juta,” kata Dwi.

Selain uang palsu, polisi mengamankan sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam aktivitas produksi. Barang bukti tersebut antara lain satu unit laptop, delapan unit printer, satu unit CPU, bahan kertas, cat semprot, alat sablon, tinta serta kertas putih yang digunakan sebagai bahan pembuatan uang palsu.

Polisi memperkirakan bahan kertas yang belum dicetak tersebut berpotensi menghasilkan uang palsu senilai sekitar Rp700 juta apabila seluruhnya diproduksi.

Dalam pengungkapan itu, polisi juga menemukan desain master uang Rupiah palsu. Desain tersebut diduga diperoleh tersangka dengan mengunduhnya dari internet, kemudian diedit menggunakan aplikasi Photoshop sebelum digunakan dalam proses pencetakan.

Polisi masih melakukan penyidikan terhadap kedua tersangka serta mendalami barang bukti yang telah diamankan.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 374 KUHP dan Pasal 375 KUHP serta Pasal 36 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

“Para tersangka terancam hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal hingga Rp10 miliar,” pungkas Dwi. (sumber: Mabes Polri)

  • Penulis: (**/BEN)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Calon Tunggal Golkar Sulut, Ini Sosok dan Rekam Jejak MEP

    Calon Tunggal Golkar Sulut, Ini Sosok dan Rekam Jejak MEP

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 402
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM – Panggung politik Sulawesi Utara tengah memasuki babak krusial. Di saat banyak daerah masih diramaikan persaingan ketat, justru di tubuh Partai Golkar Sulut terjadi sebaliknya: hanya satu nama yang muncul, dan itu bukan tanpa alasan. dr. Michaela Elsiana Paruntu, MARS, atau yang lebih dikenal sebagai MEP, melaju sendirian dalam bursa calon Ketua DPD […]

  • INAKOR Ingatkan Publik Tak Menghakimi Pemkab Minut Tanpa Bukti

    INAKOR Ingatkan Publik Tak Menghakimi Pemkab Minut Tanpa Bukti

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 191
    • 0Komentar

    MINAHASA UTARA, PRONews5.com – Polemik mengenai pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank SulutGo (BSG) di Kabupaten Minahasa Utara kembali menjadi sorotan publik. Namun di tengah derasnya tudingan dan opini yang berkembang, Indonesia Anti Korupsi (INAKOR) mengingatkan pentingnya mengedepankan fakta, data, serta prinsip hukum sebelum menjatuhkan penilaian terhadap pemerintah daerah. INAKOR menegaskan bahwa setiap dugaan […]

  • Fernando Lumanauw dan Nixen Temo Dikabarkan Bakal Maju di Pemilihan Ketua PWI Minahasa

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 474
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONews5.com — Dua nama wartawan, Fernando Lumanauw dan Nixen Temo, dikabarkan bakal maju mencalonkan diri dalam Pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Minahasa yang dijadwalkan digelar hari ini di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Jumat (23/1/2025). Informasi yang diperoleh PRONews5.com menyebutkan, keduanya saat ini disebut-sebut sebagai figur terkuat yang akan bertarung dalam konferensi […]

  • James Sumendap Resmi Berlabuh ke PSI, Peta Politik Sulut Bergetar

    James Sumendap Resmi Berlabuh ke PSI, Peta Politik Sulut Bergetar

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 597
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM – Mantan Bupati Minahasa Tenggara dua periode, James Sumendap, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepastian tersebut dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris DPW PSI Sulawesi Utara, Syerly Adelyn Sompotan (SAS), kepada PRONEWS5.COM, Selasa (30/6/2026). “Benar, Pak James Sumendap sudah bergabung dengan PSI,” ujar SAS singkat saat dikonfirmasi. Bergabungnya James Sumendap menjadi perkembangan penting […]

  • Polisi Bekuk Dua Terduga Pemicu Konflik Upai dan Poopo

    Polisi Bekuk Dua Terduga Pemicu Konflik Upai dan Poopo

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 154
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU, PRONEWS5.COM — Polres Kotamobagu mengamankan dua warga Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, berinisial MR dan AH, yang diduga terlibat dalam tindak pidana penganiayaan di tempat umum yang kemudian memicu konflik antarwarga Upai dan Desa Poopo, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Keduanya diamankan pada Minggu (27/9/2026) sebagai bagian dari penyelidikan kepolisian untuk mengungkap […]

  • Swasembada Pangan Diperkuat Lewat Pertanian Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Jakarta – Agenda swasembada pangan yang terus diupayakan pemerintah diperkuat melalui penerapan pertanian berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah implementasi sustainable pesticide management framework (SPMF) sebagai kerangka pengelolaan pestisida yang aman, bertanggung jawab, dan berbasis ilmu pengetahuan. Inisiatif ini dinilai mampu menopang ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Head of Crop Protection […]

expand_less