Ekuador Jungkirbalikkan Jerman 2-1, Die Mannschaft Terancam di Piala Dunia 2026
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- visibility 243
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gol kedua Ekuador yang dicetak Gonzalo Plata pada menit ke-77 gagal ditepis kiper Jerman, Manuel Neuer, sekaligus memastikan kemenangan 2-1 La Tri atas Die Mannschaft pada laga Grup E Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey. (Foto: Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NEW JERSEY, PRONEWS5.COM – Ekuador menciptakan salah satu kejutan terbesar di penyisihan Grup E Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Jerman dengan skor 2-1 di Stadion MetLife, New Jersey. Kemenangan dramatis itu membuka peluang besar La Tri melangkah ke fase gugur, sementara Jerman berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan keunggulan cepat yang mereka raih pada awal pertandingan.
Jerman sebenarnya membuka laga dengan sempurna. Baru memasuki menit kedua, Leroy Sané membawa Die Mannschaft unggul 1-0 setelah menyelesaikan umpan Florian Wirtz. Gol cepat tersebut sempat memberi kesan bahwa wakil Eropa itu akan mengendalikan pertandingan.
Namun, Ekuador menunjukkan karakter yang berbeda.
Hanya tujuh menit berselang, Nilson Angulo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 usai memanfaatkan assist Pedro Vite. Gol balasan tersebut mengubah arah permainan sekaligus membangkitkan kepercayaan diri skuad Amerika Selatan.
Sejak skor kembali imbang, pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi. Jerman menguasai bola hingga 61 persen dan terus menekan melalui kombinasi Florian Wirtz, Jamal Musiala, serta Kai Havertz. Meski demikian, dominasi penguasaan bola tidak mampu diterjemahkan menjadi efektivitas di depan gawang.
Sebaliknya, Ekuador memilih bermain disiplin dengan garis pertahanan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat. Strategi tersebut terbukti efektif karena lini belakang mereka mampu mematahkan hampir seluruh upaya Jerman, termasuk mencatatkan 49 sapuan bola sepanjang pertandingan.
Momentum penentu datang pada menit ke-77. Kevin Rodríguez yang masuk sebagai pemain pengganti mengirim umpan matang ke dalam kotak penalti sebelum diselesaikan Gonzalo Plata dengan penyelesaian dingin yang menaklukkan Manuel Neuer.
Gol itu membalikkan keadaan menjadi 2-1 sekaligus membungkam dominasi statistik Jerman.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Jerman terus menggempur pertahanan Ekuador. Namun, kokohnya organisasi pertahanan La Tri membuat seluruh tekanan tersebut gagal menghasilkan gol penyama kedudukan.
Secara statistik, Jerman memang tampil lebih dominan. Mereka mencatat 61 persen penguasaan bola, melepaskan 11 tembakan, memiliki akurasi operan 89 persen, serta membukukan 518 operan sukses.
Akan tetapi, efektivitas menjadi pembeda utama. Ekuador hanya melepaskan delapan tembakan, namun mampu memaksimalkan peluang penting yang mereka dapatkan.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa penguasaan bola bukan satu-satunya penentu kemenangan.
Disiplin bertahan, efisiensi serangan balik, serta kemampuan memanfaatkan momentum menjadi senjata utama Ekuador untuk menumbangkan salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia.
Hasil tersebut membuat persaingan di Grup E semakin terbuka.
Ekuador memperoleh modal berharga untuk bersaing menuju babak 16 besar, sedangkan Jerman kini menghadapi tekanan besar dan dituntut meraih hasil maksimal pada pertandingan berikutnya agar tidak mengalami kegagalan lebih awal di Piala Dunia 2026.
[**/VAN]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar