Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Warga Heran, Tim Mabes Polri Turun ke Mitra, Mengapa Belasan Bos PETI Disebut Masih Belum Tersentuh?

Warga Heran, Tim Mabes Polri Turun ke Mitra, Mengapa Belasan Bos PETI Disebut Masih Belum Tersentuh?

  • account_circle (**/FRANK)
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • visibility 287
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MITRA, PRONEWS5.COM – Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Mabes Polri kembali melakukan pemantauan terhadap aktivitas pertambangan di wilayah Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, Selasa (28/7/2026).

Kedatangan tim tersebut turut menjadi perhatian dan ramai diperbincangkan setelah diberitakan sejumlah media di Sulawesi Utara.

Kegiatan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi aktivitas pertambangan yang berlangsung di wilayah Mitra, termasuk sejumlah kawasan yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat terkait dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Namun, kunjungan tim tersebut kembali memunculkan pertanyaan dari sejumlah warga Ratatotok.

Pasalnya, hingga saat ini belum terlihat adanya tindakan hukum terhadap aktivitas pertambangan yang disebut berlangsung di kawasan hutan lindung maupun kawasan konservasi Kebun Raya Megawati Soekarnoputri Ratatotok.

Sejumlah warga kepada PRONEWS5.COM mengungkapkan, aktivitas menggunakan alat berat masih terlihat di beberapa titik wilayah pertambangan.

“Masih ada aktivitas alat berat di beberapa lokasi. Masyarakat berharap ada langkah tegas apabila memang ditemukan pelanggaran hukum,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut sumber tersebut, sejumlah nama pengusaha tambang telah lama disebut masyarakat memiliki keterkaitan dengan aktivitas pertambangan di wilayah Ratatotok.

“Nama-nama itu sudah sering disebut masyarakat. Namun kami berharap aparat yang melakukan pemeriksaan dapat memastikan kebenarannya melalui proses hukum,” katanya.

Warga juga mempertanyakan hasil dari beberapa kali kunjungan aparat ke lokasi pertambangan.

Mereka berharap pemantauan yang dilakukan tidak hanya sebatas pengecekan lapangan, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan proses hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran.

Warga juga menyampaikan adanya dugaan bahwa sebagian pihak yang beraktivitas di lokasi tambang memiliki jaringan tertentu, sehingga aktivitas pertambangan disebut berhenti sementara ketika ada operasi gabungan atau kunjungan tim dari Mabes Polri.

Namun, setelah kegiatan operasi atau pemantauan selesai, aktivitas pertambangan tersebut kembali berjalan.

“Kalau memang ditemukan adanya pelanggaran, harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Jangan sampai kawasan hutan terus mengalami kerusakan,” tambah warga tersebut.

Dampak Lingkungan Jadi Keluhan Warga

Selain persoalan aktivitas tambang, warga juga mengeluhkan dampak lingkungan yang muncul akibat kegiatan pertambangan.

Menurut masyarakat, kondisi jalan di wilayah Ratatotok mengalami peningkatan debu akibat aktivitas kendaraan pengangkut material tambang.

Selain itu, perubahan warna air sungai juga menjadi perhatian warga.

“Debu semakin banyak ketika kendaraan tambang melintas. Air sungai juga berubah warna. Kami berharap ada perhatian serius,” ujar warga lainnya.

Sejumlah Nama Disebut Berkaitan dengan Aktivitas Tambang

Berdasarkan informasi yang dihimpun PRONEWS5.COM dari sejumlah sumber, terdapat beberapa nama yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas pertambangan di wilayah Ratatotok.

Nama-nama tersebut antara lain Kifly Sepang, Kiky Mewoh, Ello Korua, Allen Tarore, Brayen Koyo, Icat Koyongian, Roy Korua, dan Uce Watuseke.

Selain itu, sejumlah nama lain seperti Edward Koyong, Lulu Sigar, Elvis Manopo, serta Leon alias Topan Lengkey juga disebut dalam informasi yang diterima redaksi.

PRONEWS5.COM masih berupaya meminta klarifikasi kepada pihak-pihak yang namanya disebut dalam pemberitaan ini.

Aktivis Minta Penegakan Hukum Dilakukan

Aktivis lingkungan Sulawesi Utara, Eddy Rompas, meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara menyeluruh apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum dalam aktivitas pertambangan di Ratatotok.

“Jika benar ada aktivitas yang merusak kawasan hutan lindung maupun kawasan konservasi, maka harus ada langkah penegakan hukum.

Negara harus hadir memastikan aturan berjalan,” ujar aktivis Eddy Rompas dari Lembaga Investigasi Negara (LIN) Sulut.

Ia juga meminta agar aparat melakukan pendalaman terhadap berbagai informasi yang berkembang di masyarakat.

“Semua pihak harus diperlakukan sama di depan hukum. Jika ditemukan bukti pelanggaran, proses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Aktivitas pertambangan di Ratatotok menjadi perhatian karena berkaitan dengan kawasan hutan, lingkungan hidup, serta kepastian penegakan hukum terhadap dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin.

Masyarakat kini menantikan langkah lanjutan dari aparat penegak hukum setelah Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Mabes Polri melakukan pemantauan langsung di wilayah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara Irjen. Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulawesi Utara Kombes Pol FX Winardi Prabowo, belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemantauan Tim Tipiter Mabes Polri di wilayah Ratatotok.

Konfirmasi telah disampaikan melalui pesan WhatsApp pada Rabu (29/7/2026) malam terkait hasil pemantauan Tim Tipiter Mabes Polri, kemungkinan adanya indikasi pelanggaran hukum dalam aktivitas pertambangan tersebut, serta langkah penegakan hukum atau tindak lanjut yang akan dilakukan setelah kegiatan pemantauan.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban maupun keterangan resmi dari pihak Polda Sulawesi Utara.

PRONEWS5.COM masih terus berupaya memperoleh keterangan resmi dari pihak Mabes Polri terkait hasil pemantauan Tim Tipiter di wilayah Ratatotok.

  • Penulis: (**/FRANK)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Minahasa Nobar Semifinal Piala Dunia, Tonaas Noldi Lila: Ini Wadah Persatuan dan Penggerak UMKM

    Pemkab Minahasa Ajak Warga Nobar Semifinal Piala Dunia, Tonaas Noldi Lila: Ini Wadah Persatuan dan Penggerak UMKM

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 202
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONEWS5.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa mengajak seluruh masyarakat menghadiri nonton bareng (nobar) semifinal Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Lapangan Sam Ratulangi Tondano (Taman God Bless Minahasa) pada 15–16 Juli 2026. Selain menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola dunia, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian melalui […]

  • Spanyol menyingkirkan Portugal 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026. Gol dramatis Mikel Merino di menit ke-90 membawa La Roja melaju ke perempat final, sementara Cristiano Ronaldo gagal menyelamatkan Portugal.

    Merino Hancurkan Mimpi Portugal, Spanyol Melaju ke Perempat Final

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 264
    • 0Komentar

    TEXAS, PRONEWS5.COM  – Spanyol memastikan satu tempat di babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026 setelah menumbangkan Portugal dengan skor tipis 1-0 pada laga babak 16 besar di Stadion AT&T, Texas. Kemenangan La Roja ditentukan lewat gol dramatis Mikel Merino pada penghujung pertandingan yang sekaligus mengakhiri perlawanan Cristiano Ronaldo dan kolega. Gol yang tercipta pada […]

  • Kapolri–Jaksa Agung Kompak, Tegaskan Tak Ada Rivalitas Polri dan Kejaksaan

    Kapolri–Jaksa Agung Kompak, Tegaskan Tak Ada Rivalitas Polri dan Kejaksaan

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 208
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM– Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan hubungan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung tetap solid, harmonis, serta berjalan dalam semangat kemitraan. Penegasan itu disampaikan usai pertemuan tertutup di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (13/7/2026), sebagai respons atas berkembangnya spekulasi publik mengenai adanya ketegangan di antara […]

  • Pemerintah Perketat Belanja TIK, Cegah Pemborosan

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 378
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Pemerintah Republik Indonesia memperketat pengelolaan belanja Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk memastikan setiap rupiah yang dialokasikan berdampak langsung pada peningkatan layanan publik. Langkah ini sekaligus menjadi upaya mencegah pemborosan akibat pembangunan aplikasi pemerintah yang tidak saling terhubung atau duplikasi sistem.Penegasan ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam peluncuran Rencana […]

  • SMSI Sulut Dukung Regulasi Pers Adaptif, Voucke Lontaan: Media Digital Tak Bisa Dipinggirkan

    SMSI Sulut Dukung Regulasi Pers Adaptif, Voucke Lontaan: Media Digital Tak Bisa Dipinggirkan

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 288
    • 0Komentar

    MANADO|PRONews5.com — Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Utara Drs. Voucke Lontaan, menyatakan dukungannya terhadap sikap Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, terkait perlunya regulasi pers yang lebih adaptif terhadap perkembangan media digital dan fenomena “media homeless” di era transformasi teknologi informasi. Menurut Lontaan, perkembangan media digital saat ini merupakan realitas yang tidak bisa dibendung. […]

  • Terungkap! Ini Penyebab Truk Terus Mengantre Solar di SPBU Walian Satu Tomohon

    Terungkap! Ini Penyebab Truk Terus Mengantre Solar di SPBU Walian Satu Tomohon

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 328
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONEWS5.COM — Antrean panjang kendaraan truk untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar kembali terjadi di SPBU Pertamina 74.953.13, Kelurahan Walian Satu, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Jumat (9/10/2026). Kondisi ini dikeluhkan warga dan sopir angkutan yang membutuhkan tenaga surya untuk menunjang aktivitas usaha, terutama transportasi hasil pertanian. Berdasarkan keterangan warga dan […]

expand_less