Belgia Selamat dari Kekalahan, Gol Bunuh Diri Buyarkan Mimpi Mesir di Seattle
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
- visibility 230
- comment 0 komentar
- print Cetak

Romelu Lukaku (kanan) merayakan gol penyama kedudukan Belgia saat menghadapi Mesir pada laga Grup G Piala Dunia FIFA 2026 di Lumen Field, Seattle. Belgia terhindar dari kekalahan dan memaksa pertandingan berakhir imbang 1-1. (Foto: Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SEATTLE, PRONews5.com – Tim Nasional Belgia nyaris mengawali langkah mereka di Piala Dunia FIFA 2026 dengan hasil mengecewakan. Beruntung bagi Setan Merah, gol bunuh diri bek Mesir Mohamed Hany pada babak kedua menyelamatkan Belgia dari kekalahan dan memaksa laga perdana Grup G berakhir imbang 1-1 di Lumen Field, Seattle.
Hasil tersebut membuat Belgia dan Mesir sama-sama mengoleksi satu poin dalam persaingan Grup G yang diprediksi berlangsung ketat hingga akhir fase penyisihan. Bagi Mesir, hasil ini menyisakan penyesalan karena kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya lepas akibat kesalahan sendiri.
Sejak peluit awal dibunyikan, Mesir tampil berani dan langsung menekan pertahanan Belgia. Strategi itu terbukti efektif dalam meredam kreativitas Kevin De Bruyne dan lini tengah Belgia yang kesulitan mengembangkan permainan. Tim berjuluk Pharaohs itu bahkan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya melalui kecepatan transisi serangan.
Keunggulan Mesir akhirnya lahir pada menit ke-19. Berawal dari pergerakan Mohamed Salah di sisi kanan serangan, kapten Mesir itu melepaskan umpan matang yang berhasil dimanfaatkan Emam Ashour menjadi gol. Sepakan terarah Ashour gagal diantisipasi Thibaut Courtois dan membawa Mesir unggul 1-0.
Gol tersebut membuat Belgia tersentak. Mereka berupaya mengambil alih kendali permainan melalui penguasaan bola dan serangan dari sisi sayap yang digalang Jeremy Doku dan Leandro Trossard. Namun disiplin pertahanan Mesir membuat berbagai upaya Belgia selalu kandas sebelum menghasilkan ancaman serius ke gawang Mostafa Shobier.
Memasuki babak kedua, Belgia meningkatkan intensitas serangan. Pelatih melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Nicolas Raskin dan kemudian Romelu Lukaku untuk menambah daya dobrak di lini depan. Pergantian itu membuat tekanan Belgia semakin besar dan memaksa Mesir bertahan lebih dalam.
Momentum yang dicari Belgia akhirnya datang pada menit ke-65. Dalam sebuah kemelut di depan gawang, Mohamed Hany yang berusaha menghalau bola justru melakukan kesalahan fatal. Bola mengenai dirinya dan berbelok masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus menghidupkan kembali harapan Belgia untuk menghindari kekalahan.
Setelah gol penyama kedudukan, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Belgia terus menekan demi membalikkan keadaan, sementara Mesir berusaha memanfaatkan ruang kosong melalui serangan balik cepat yang dipimpin Salah dan Omar Marmoush. Kedua tim silih berganti menciptakan peluang, tetapi ketangguhan para penjaga gawang menjadi penghalang utama lahirnya gol tambahan.
Mostafa Shobier tampil gemilang di bawah mistar Mesir dengan sejumlah penyelamatan penting saat menghadapi tekanan Belgia. Di sisi lain, Courtois juga menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia dengan menggagalkan peluang emas yang dimiliki Mesir pada penghujung laga.
Secara statistik, pertandingan berlangsung relatif seimbang. Belgia unggul tipis dalam penguasaan bola dengan 53 persen berbanding 47 persen milik Mesir. Setan Merah juga mencatatkan 15 tembakan, sementara Mesir melepaskan 14 percobaan. Data tersebut menggambarkan duel yang berlangsung ketat dan sengit selama 90 menit.
Hasil imbang ini menjadi sinyal bahwa persaingan di Grup G tidak akan mudah bagi siapa pun. Belgia masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk memperbaiki koordinasi pertahanan dan efektivitas serangan. Sementara itu, Mesir mendapat kepercayaan diri tinggi setelah mampu merepotkan salah satu kekuatan sepak bola Eropa dan nyaris mencuri kemenangan pada laga pembuka mereka di Piala Dunia 2026.
[**/VAN]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar