Kelompok Tani Sehati, Monobox dan Girian Jaya Farm Panen 20 Ton Jagung Hibrida di Bitung
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
- visibility 259
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kelompok Tani Sehati bersama Monobox dan Girian Jaya Farm saat melaksanakan panen jagung hibrida unggul GK 817 di Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Selasa (9/6/2026). Foto: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BITUNG, PRONews5.COM – Kelompok Tani Sehati bersama Monobox dan Girian Jaya Farm berhasil memanen sekitar 20 ton jagung hibrida unggul jenis GK 817 di Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Selasa (9/6/2026).
Panen yang mengusung tema “Maju Terus Pertanian Indonesia, Tanah Adalah Ibu, Petani Adalah Penjaganya” tersebut menjadi bukti keberhasilan pengembangan bibit jagung unggul hasil kawin silang yang dikombinasikan dengan penerapan teknologi pertanian modern.
Kegiatan panen dilaksanakan di lahan seluas sekitar 2,6 hingga 3 hektar. Menariknya, tanaman jagung tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 83 hari sejak masa tanam hingga siap dipanen.
Juru Bicara Monobox dan Girian Jaya Farm, Marcell Tatuil, mengatakan hasil panen kali ini cukup menggembirakan dan menunjukkan potensi besar pengembangan jagung hibrida di Kota Bitung.
“Puji Tuhan, panen kali ini mencapai sekitar 20 ton. Dari jumlah tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 8 ton bibit unggul yang siap dipasarkan,” ujar Marcell.
Menurutnya, salah satu faktor yang mendorong tingginya produktivitas adalah penggunaan bibit jagung hibrida GK 817 yang didukung penerapan teknologi pertanian berbasis prebiotik.
Ia menjelaskan, teknologi prebiotik digunakan untuk membantu mengurai unsur hara di dalam tanah sehingga lebih mudah diserap tanaman. Selain itu, penggunaan drone dalam proses pembibitan dan pemeliharaan tanaman juga diterapkan guna meningkatkan efisiensi pekerjaan di lapangan.
Marcell menuturkan, rata-rata produktivitas petani jagung di Kota Bitung saat ini masih berkisar antara 3 hingga 4 ton per hektar. Karena itu, penggunaan bibit unggul dan teknologi pertanian modern dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan hasil produksi petani.
Sementara itu, penggagas program pengembangan jagung hibrida hasil kawin silang, Wolter Loma, mengatakan keberhasilan panen perdana tersebut merupakan langkah awal dalam upaya memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, keberhasilan tersebut membuka peluang pengembangan areal pertanian jagung yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak petani lokal.
“Ke depan, pengembangan lahan jagung direncanakan akan diperluas hingga puluhan hektar agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak petani,” katanya.
Kegiatan panen turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Bitung serta sejumlah unsur lintas sektoral yang memberikan dukungan terhadap pengembangan pertanian modern dan peningkatan produksi pangan di daerah.
Keberhasilan panen ini diharapkan menjadi contoh bagi petani lainnya untuk mengoptimalkan penggunaan bibit unggul dan teknologi pertanian guna meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani di Kota Bitung.
[**/RAND]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar