Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Operasi PETI Ratatotok Diduga Bocor, Ratusan Excavator Mendadak Hilang dari Lokasi Tambang

Operasi PETI Ratatotok Diduga Bocor, Ratusan Excavator Mendadak Hilang dari Lokasi Tambang

  • account_circle Red Pronews
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 322
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MITRA, PRONews5.com — Rencana operasi besar-besaran tim gabungan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), diduga telah bocor sebelum pelaksanaan.

Indikasinya terlihat dari berhentinya aktivitas pertambangan dan menghilangnya ratusan alat berat dari sejumlah titik tambang dalam beberapa hari terakhir.

Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan hingga ratusan excavator yang sebelumnya aktif mengeruk material tambang di berbagai lokasi PETI mendadak tidak lagi beroperasi.

Alat-alat berat tersebut tampak terparkir di sejumlah lokasi sejak Rabu (3/6/2026), jauh sebelum operasi penertiban dilakukan.

Sejumlah sumber yang ditemui PRONews5.com, Jumat (5/6/2026), mengaku para pelaku tambang telah mengetahui lebih dahulu informasi mengenai rencana operasi gabungan aparat penegak hukum.

“Mereka sudah tahu akan ada operasi. Makanya aktivitas langsung dihentikan dan alat berat ditarik keluar dari lokasi,” ungkap salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan penghentian aktivitas tambang tersebut berkaitan erat dengan kabar akan dilaksanakannya operasi besar-besaran oleh tim gabungan terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang selama ini berlangsung di wilayah Ratatotok.

Menariknya, dugaan kebocoran informasi ini disebut bukan pertama kali terjadi. Sejumlah sumber menyebut pola serupa telah berulang dalam beberapa operasi penertiban sebelumnya.

“Sudah beberapa kali seperti ini. Setiap ada rencana penertiban, informasi lebih dulu sampai ke para pelaku. Akhirnya saat aparat datang, lokasi sudah kosong,” kata sumber lainnya.

Keterangan serupa juga disampaikan sejumlah pekerja tambang yang biasa beraktivitas di kawasan Perkebunan Kebun Raya dan sekitar wilayah Nibong.

Mereka mengaku telah diperintahkan meninggalkan lokasi karena adanya informasi operasi penertiban.

“Kami disuruh turun dari lokasi. Katanya akan ada operasi besar-besaran. Siapa yang masih bertahan bekerja bisa ditangkap, alat berat juga akan disita,” ujar salah seorang pekerja.

Akibat informasi tersebut, sebagian besar pekerja tambang memilih menghentikan aktivitas dan kembali ke rumah masing-masing sambil menunggu situasi dianggap aman.

“Sekarang kami dipulangkan dulu. Nanti kalau sudah aman baru naik lagi ke lokasi,” tambahnya.

Dugaan kebocoran informasi operasi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas penegakan hukum terhadap PETI yang selama bertahun-tahun beroperasi di Ratatotok.

Seorang mantan personel intelijen dari salah satu instansi pemerintah menilai kondisi tersebut patut menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Menurutnya, jika setiap rencana operasi selalu diketahui lebih dahulu oleh para pelaku, maka kemungkinan adanya kebocoran dari internal tidak bisa diabaikan.

“Kalau setiap operasi bocor, tentu harus dicari dari mana sumber kebocorannya.

Jangan hanya fokus mengejar penambang di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya oknum yang bermain di belakang layar,” ujarnya.

Ia bahkan menduga praktik PETI yang terus berlangsung selama ini tidak menutup kemungkinan mendapat perlindungan dari pihak-pihak tertentu yang memiliki pengaruh.

“Kalau memang ada oknum yang menerima setoran atau upeti dari aktivitas PETI, itu juga harus diusut. Penegakan hukum harus menyentuh seluruh pihak yang terlibat, bukan hanya pekerja di lapangan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan kebocoran informasi operasi maupun langkah yang akan dilakukan terhadap aktivitas PETI yang masih marak di wilayah Ratatotok.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pola penindakan PETI di Sulawesi Utara.

Sebab, tanpa pembenahan dari dalam dan penegakan hukum yang konsisten, operasi penertiban berpotensi hanya menjadi rutinitas yang tidak pernah menyentuh akar persoalan.

[**/NOX]

 

  • Penulis: Red Pronews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KMNU-I Dukung Sinode Germita Dorong Desa Eko Teologi di Talaud

    KMNU-I Dukung Sinode Germita Dorong Desa Eko Teologi di Talaud

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle (**/VAN)
    • visibility 121
    • 0Komentar

    TALAUD, PRONEWS5.COM— Komunitas Masyarakat Nusa Utara Indonesia (KMNU-I) mengapresiasi langkah Sinode Germita yang mendorong pencanangan Desa Eko Teologi di Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai bagian dari upaya menyukseskan program Tiga Harmoni Kementerian Agama Republik Indonesia. Dukungan tersebut disampaikan Ketua Umum DPP KMNU-I Eugenius Paransi, MH. Menurutnya, gagasan yang dipersiapkan Ketua Umum Sinode Germita DR Arnold Apolos […]

  • Pokja PWI Manado Gelar Donor Darah HUT Kota Manado, Wawali: Ini Gerakan Kemanusiaan Nyata

    Pokja PWI Manado Gelar Donor Darah HUT Kota Manado, Wawali: Ini Gerakan Kemanusiaan Nyata

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 204
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM– Pokja PWI Kota Manado menggelar aksi donor darah dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-403 Kota Manado yang berlangsung di Lantai 2 Kantor Pemerintah Kota Manado, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menargetkan pengumpulan 403 kantong darah sebagai bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan. Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, yang hadir dan meninjau langsung kegiatan […]

  • Sulut Terapkan Pembatasan HP di SMA, SMK, dan SLB untuk Tingkatkan Disiplin dan Prestasi Belajar

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 622
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com — Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara resmi mengeluarkan kebijakan pembatasan penggunaan telepon seluler (handphone/HP) di lingkungan SMA, SMK, dan SLB, mulai Februari hingga April 2026. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan disiplin dan prestasi belajar siswa sekaligus meminimalkan dampak negatif penggunaan teknologi informasi. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan di […]

  • Percepatan Koperasi Desa Merah Putih di 38 Provinsi Dapat Apresiasi Positif dari Berbagai Pihak

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah terus mempercepat realisasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Program ini telah berjalan di 38 provinsi dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu memperkuat kelembagaan ekonomi desa sekaligus memperluas akses pembiayaan dan usaha produktif masyarakat. Perwakilan […]

  • 93 Blok Tambang Diajukan Oskar Manoppo Apa yang Terjadi di Panang?

    93 Blok Tambang Diajukan Oskar Manoppo Apa yang Terjadi di Panang?

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 89
    • 0Komentar

    BOLTIM, PRONEWS5.COM — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengajukan 93 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) kepada pemerintah pusat sebagai upaya memberikan legalitas kepada masyarakat yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas pertambangan. Pengajuan tersebut dilakukan sejak awal pemerintahan Bupati Oskar Manoppo dan Wakil Bupati Argo V. Sumaiku. Dari 93 blok yang diajukan, sekitar […]

  • Ekonom Soroti Keberhasilan Program MBG dalam Integrasi Pangan Lokal

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Jakarta – Pakar Ekonomi Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengapresiasi integrasi pangan lokal dengan Program Makan Bergizi Gratis, karena dinilai sebagai strategi penting untuk menjaga keberlanjutan fiskal, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendukung efektivitas program pemerintah secara berkelanjutan. “Integrasi Program Makan Bergizi Gratis dengan potensi pangan lokal, termasuk inisiatif strategis pemerintah seperti Peternakan Ayam Merah Putih […]

expand_less