Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Operasi PETI Ratatotok Diduga Bocor, Ratusan Excavator Mendadak Hilang dari Lokasi Tambang

Operasi PETI Ratatotok Diduga Bocor, Ratusan Excavator Mendadak Hilang dari Lokasi Tambang

  • account_circle Red Pronews
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 321
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MITRA, PRONews5.com — Rencana operasi besar-besaran tim gabungan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), diduga telah bocor sebelum pelaksanaan.

Indikasinya terlihat dari berhentinya aktivitas pertambangan dan menghilangnya ratusan alat berat dari sejumlah titik tambang dalam beberapa hari terakhir.

Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan hingga ratusan excavator yang sebelumnya aktif mengeruk material tambang di berbagai lokasi PETI mendadak tidak lagi beroperasi.

Alat-alat berat tersebut tampak terparkir di sejumlah lokasi sejak Rabu (3/6/2026), jauh sebelum operasi penertiban dilakukan.

Sejumlah sumber yang ditemui PRONews5.com, Jumat (5/6/2026), mengaku para pelaku tambang telah mengetahui lebih dahulu informasi mengenai rencana operasi gabungan aparat penegak hukum.

“Mereka sudah tahu akan ada operasi. Makanya aktivitas langsung dihentikan dan alat berat ditarik keluar dari lokasi,” ungkap salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan penghentian aktivitas tambang tersebut berkaitan erat dengan kabar akan dilaksanakannya operasi besar-besaran oleh tim gabungan terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang selama ini berlangsung di wilayah Ratatotok.

Menariknya, dugaan kebocoran informasi ini disebut bukan pertama kali terjadi. Sejumlah sumber menyebut pola serupa telah berulang dalam beberapa operasi penertiban sebelumnya.

“Sudah beberapa kali seperti ini. Setiap ada rencana penertiban, informasi lebih dulu sampai ke para pelaku. Akhirnya saat aparat datang, lokasi sudah kosong,” kata sumber lainnya.

Keterangan serupa juga disampaikan sejumlah pekerja tambang yang biasa beraktivitas di kawasan Perkebunan Kebun Raya dan sekitar wilayah Nibong.

Mereka mengaku telah diperintahkan meninggalkan lokasi karena adanya informasi operasi penertiban.

“Kami disuruh turun dari lokasi. Katanya akan ada operasi besar-besaran. Siapa yang masih bertahan bekerja bisa ditangkap, alat berat juga akan disita,” ujar salah seorang pekerja.

Akibat informasi tersebut, sebagian besar pekerja tambang memilih menghentikan aktivitas dan kembali ke rumah masing-masing sambil menunggu situasi dianggap aman.

“Sekarang kami dipulangkan dulu. Nanti kalau sudah aman baru naik lagi ke lokasi,” tambahnya.

Dugaan kebocoran informasi operasi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas penegakan hukum terhadap PETI yang selama bertahun-tahun beroperasi di Ratatotok.

Seorang mantan personel intelijen dari salah satu instansi pemerintah menilai kondisi tersebut patut menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Menurutnya, jika setiap rencana operasi selalu diketahui lebih dahulu oleh para pelaku, maka kemungkinan adanya kebocoran dari internal tidak bisa diabaikan.

“Kalau setiap operasi bocor, tentu harus dicari dari mana sumber kebocorannya.

Jangan hanya fokus mengejar penambang di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya oknum yang bermain di belakang layar,” ujarnya.

Ia bahkan menduga praktik PETI yang terus berlangsung selama ini tidak menutup kemungkinan mendapat perlindungan dari pihak-pihak tertentu yang memiliki pengaruh.

“Kalau memang ada oknum yang menerima setoran atau upeti dari aktivitas PETI, itu juga harus diusut. Penegakan hukum harus menyentuh seluruh pihak yang terlibat, bukan hanya pekerja di lapangan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan kebocoran informasi operasi maupun langkah yang akan dilakukan terhadap aktivitas PETI yang masih marak di wilayah Ratatotok.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pola penindakan PETI di Sulawesi Utara.

Sebab, tanpa pembenahan dari dalam dan penegakan hukum yang konsisten, operasi penertiban berpotensi hanya menjadi rutinitas yang tidak pernah menyentuh akar persoalan.

[**/NOX]

 

  • Penulis: Red Pronews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terseret Kasus Dana Bencana Rp22,7 Miliar, Bupati Sitaro Chyntia Kalangit Kirim Surat Terbuka untuk Presiden

    Terseret Kasus Dana Bencana Rp22,7 Miliar, Bupati Sitaro Chyntia Kalangit Kirim Surat Terbuka untuk Presiden

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 702
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com — Penetapan Chyntia Ingrid Kalangit sebagai tersangka dugaan korupsi dana bantuan bencana erupsi Gunung Ruang mengguncang publik Sulawesi Utara. Di tengah proses hukum yang menjeratnya, Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) itu menulis surat terbuka dari balik Rumah Tahanan Manado yang ditujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Jaksa Agung, Ketua Komisi III DPR […]

  • BPJN Sulut Klarifikasi Proyek Jalan LTBA yang Viral, Pastikan Sesuai Standar Teknis

    BPJN Sulut Klarifikasi Proyek Jalan LTBA yang Viral, Pastikan Sesuai Standar Teknis

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle ARP
    • visibility 525
    • 0Komentar

    MANADO — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara akhirnya angkat bicara terkait proyek pemeliharaan jalan dengan metode Lapis Tipis Beton Aspal (LTBA) yang viral di media sosial. Proyek yang dibiayai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2025–2026 itu dipastikan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, termasuk ketebalan minimal 3 cm sebagai lapis kedap air […]

  • Perhatikan Karakteristik Daerah, DPD RI Dorong RUU Sisdiknas Jawab Kesenjangan Akses Pendidikan Antar Daerah

    Perhatikan Karakteristik Daerah, DPD RI Dorong RUU Sisdiknas Jawab Kesenjangan Akses Pendidikan Antar Daerah

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 264
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, SH., M.Hum., mendorong Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) mampu menjawab kesenjangan mutu dan akses pendidikan antardaerah. Menurutnya, standar pendidikan nasional nasional dapat disertai kebijakan afirmatif sesuai karakteristik daerah. Ia memandang, integrasi regulasi pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada harmonisasi aturan, melainkan […]

  • Pimpin Apel Kendaraan Dinas, Gubernur YSK Tegaskan Tertib Pengelolaan Aset

    Pimpin Apel Kendaraan Dinas, Gubernur YSK Tegaskan Tertib Pengelolaan Aset

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle (**/VAN)
    • visibility 338
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling memimpin langsung Apel Kendaraan Dinas (Kendis) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut, Senin (20/04/2026), di halaman belakang Kantor Gubernur Manado. Kegiatan ini menjadi langkah konkret audit fisik dan penataan aset daerah guna memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Dalam arahannya, YSK menegaskan bahwa apel kendaraan dinas bukan sekadar kegiatan […]

  • Pemerintah Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok Selama Ramadan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 373
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pemerintah memastikan stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Berbagai upaya telah disiapkan agar masyarakat dapat menjalani ibadah dengan tenang tanpa dihantui lonjakan harga yang membebani. Salah satu langkah utama yang diambil adalah penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang diprioritaskan menjelang bulan suci. Melalui Perum Bulog, […]

  • Kapolri Pimpin Pelantikan dan Rotasi Sejumlah PJU Mabes Polri dan Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

    Kapolri Pimpin Pelantikan dan Rotasi Sejumlah PJU Mabes Polri dan Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 424
    • 0Komentar

    JAKARTA | PRONews5.com —  Kapolri Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri serta beberapa Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Minggu (17/5/2026). Rotasi dan promosi jabatan tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus penguatan struktur kelembagaan Polri dalam menghadapi tantangan tugas yang […]

expand_less