Di Hadapan Menteri PKP, Mendagri dan Kepala BPS, Warga Sebut Grazia Residence 2 Tomohon Tahan Gempa
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
- visibility 447
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Mendagri Tito Karnavian dan Kepala BPS Amalia Widyasanti mendengarkan langsung testimoni warga terkait ketahanan gempa rumah di Grazia Residence 2, Tomohon, Kamis (9/4/2026) malam.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOMOHON, PRONEWS5.COM – Pengakuan mengejutkan disampaikan warga Perumahan Grazia Residence 2 saat kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kota Tomohon, Kamis (9/4/2026) malam.
Di hadapan tiga pejabat tinggi negara itu, warga secara langsung menyebut rumah yang mereka tempati terbukti tahan gempa, bahkan saat guncangan besar Magnitudo 7,6 melanda Sulawesi Utara awal April 2026.
Dalam dialog terbuka, sejumlah penghuni yang mulai menempati rumah sejak 2025 mengaku merasakan langsung kekuatan konstruksi bangunan saat gempa terjadi.
“Rumah ini tetap kokoh, Pak Menteri. Waktu gempa besar kemarin, tidak ada kerusakan berarti,” ujar salah satu warga.
Pernyataan itu sontak menjadi perhatian, mengingat wilayah Sulawesi Utara termasuk daerah rawan bencana gempa bumi.
Menteri PKP Maruarar Sirait yang akrab disapa Bang Ara tidak hanya menerima laporan, tetapi juga menguji langsung dengan bertanya kepada warga dan pengembang.
Ia bahkan menggali informasi dari pihak pengembang, yakni Greysia Polii, terkait proses pembangunan perumahan yang berlangsung sejak 2019 hingga 2023 dengan total sekitar 100 unit rumah di atas lahan 2 hektare.
Menanggapi testimoni warga, Maruarar langsung memberikan apresiasi.
“Pengembangnya hebat. Rakyat di sini dapat pengembang yang hebat,” tegasnya.
Kunjungan ini juga dihadiri Wali Kota Tomohon Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar yang turut mendampingi dialog antara pemerintah pusat, pengembang, dan warga.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar