Wartawan Senior Marcel Mekel Tutup Usia, Dunia Jurnalistik Sulut Berduka
- account_circle Adrianus R. Pusungunaung
- calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
- visibility 728
- comment 0 komentar
- print Cetak

Almarhum wartawan senior Marcel Andrie Mekel semasa hidup, yang meninggal dunia di RS Bethesda Tomohon, Sabtu (4/4/2026), meninggalkan duka mendalam bagi insan pers Sulawesi Utara. (Foto:Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO – Dunia jurnalistik Sulawesi Utara suram. Senior Wartawan, Marcel Andrie Mekel (49), meninggal dunia di RS Bethesda Tomohon, Sabtu (4/4/2026) pukul 21.02 WITA, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di ruang ICU.
Kabar duka ini mengejutkan kalangan pers, mengingat Marcel dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan organisasi wartawan di daerah, khususnya di Minahasa.
Dirawat Sejak Jumat, Meninggal di ICU
Informasi yang dihimpun, Marcel Mekel sempat dilarikan ke RS Bethesda Tomohon pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Kondisinya saat itu memerlukan penanganan serius hingga akhirnya dirujuk ke ruang ICU.
Namun, setelah menjalani perawatan intensif selama lebih dari satu hari, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu malam.
Semasa hidupnya, Marcel dikenal sebagai jurnalis senior yang memiliki dedikasi tinggi terhadap jurnalistik profesional. Ia tercatat sebagai salah satu tokoh yang ikut membentuk kepengurusan awal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Minahasa saat pertama kali berdiri.
Pada masa itu, Marcel dipercaya mengemban jabatan sebagai Sekretaris PWI Minahasa, sebuah posisi strategis dalam membangun fondasi organisasi wartawan di daerah tersebut.
Tak hanya itu, Marcel juga menjabat sebagai Pemimpin Umum editorialsulutnews.co.id, serta dipercaya sebagai Ketua Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) Kabupaten Minahasa periode 2026–2029 hingga akhir hayatnya.
Kepergian Marcel meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan seprofesi.
Di mata sahabat-sahabatnya, ia dikenal sebagai pribadi yang ramah, mudah bergaul, dan sering mencairkan suasana dengan candaan.
Namun di balik sikap santainya, Marcel dikenal sebagai wartawan yang tegas dan memiliki prinsip kuat dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Beliau orangnya ramah dan suka bercanda, tapi sangat prinsip dalam bekerja,” ujar Ketua PWI Tomohon, Terry Wagiu.
“Selamat jalan senior,” ucapnya penuh haru.
Marcel Mekel meninggalkan seorang anak perempuan semata wayang, Britania Anggie Roksania Mekel. Sementara itu, istrinya, Gladys Pasulatan, telah meninggal lebih dulu di dunia pada 24 Februari 2022.
Duka Mendalam dan Kehilangan Besar
Kepergian Marcel menjadi kehilangan besar bagi dunia jurnalistik di Sulawesi Utara.
Dedikasi dan kontribusinya dalam membangun organisasi pers serta membina insan media akan terus dikenang.
Rekan-rekan wartawan berharap semangat dan integritas yang ditinggalkan almarhum dapat menjadi teladan bagi generasi jurnalis berikutnya.
- Penulis: Adrianus R. Pusungunaung



Saat ini belum ada komentar