Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » SMSI Sulut Ingatkan Warga Jangan Samakan Medsos dengan Media Siber

SMSI Sulut Ingatkan Warga Jangan Samakan Medsos dengan Media Siber

  • account_circle (**/NOX)
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MANADO, PRONEWS5.COM — Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Utara (Sulut) Drs. Voucke Lontaan mengingatkan masyarakat agar tidak menyamakan informasi yang beredar di media sosial (medsos) dengan berita yang diproduksi media siber profesional.

Menurut Voucke, perbedaan mendasar terletak pada proses verifikasi, struktur redaksi, kode etik jurnalistik serta mekanisme pertanggungjawaban atas informasi yang dipublikasikan.

“Media sosial dan media siber memiliki karakteristik yang berbeda. Masyarakat perlu memahami sumber informasi sebelum mempercayai dan menyebarkan suatu informasi,” ujar Voucke, Jumat (21/8/2026).

Ia menjelaskan, informasi di medsos dapat dibuat dan disebarkan siapa saja dengan sangat cepat.

Pemilik akun dapat langsung mengunggah tulisan, foto maupun video tanpa melalui mekanisme penyuntingan dan verifikasi jurnalistik seperti yang berlaku dalam kerja redaksi.

Kondisi tersebut membuat informasi yang belum teruji, opini pribadi, potongan peristiwa hingga informasi keliru dapat dengan mudah menyebar dan menjadi viral.

Sementara media siber yang menjalankan kegiatan jurnalistik memiliki mekanisme kerja redaksi.

Informasi dari lapangan idealnya diperiksa melalui cross-check, verifikasi sumber, konfirmasi kepada pihak terkait serta penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Proses tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan berita memenuhi prinsip akurasi, keberimbangan dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik.

Voucke juga menekankan pentingnya keberadaan struktur redaksi dalam sebuah perusahaan pers. Reporter, editor, redaktur hingga pemimpin redaksi memiliki fungsi masing-masing dalam menentukan apakah sebuah informasi layak diberitakan.

“Di media, ada proses penyaringan informasi. Ada reporter, editor dan pemimpin redaksi yang bertanggung jawab terhadap produk jurnalistik yang diterbitkan,” katanya.

Menurut dia, masyarakat juga perlu memahami aspek pertanggungjawaban hukum.

Produk jurnalistik memiliki mekanisme penyelesaian ketika terjadi kekeliruan pemberitaan, termasuk hak jawab dan hak koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Berbeda dengan akun media sosial personal yang kontennya tidak otomatis menjadi produk jurnalistik hanya karena memuat informasi mengenai suatu peristiwa.

Kecepatan Bukan Jaminan Kebenaran

Voucke menilai kecepatan penyebaran informasi di medsos memang menjadi keunggulan dalam memperoleh kabar awal mengenai suatu peristiwa.

Namun, kecepatan tersebut tidak boleh dijadikan ukuran tunggal untuk menentukan kebenaran sebuah informasi.

“Cepat belum tentu benar. Karena itu, informasi yang viral sebaiknya tidak langsung dipercaya sebelum diperiksa sumber dan kebenarannya,” ujarnya.

Ia mendorong masyarakat menjadikan medsos sebagai salah satu sarana untuk mengetahui isu yang sedang berkembang, tetapi tetap melakukan pemeriksaan silang melalui sumber yang kredibel sebelum mengambil kesimpulan atau ikut menyebarkannya.

Menurutnya, kebiasaan melakukan verifikasi juga penting untuk mencegah penyebaran hoaks, fitnah dan informasi yang dapat merugikan seseorang maupun kelompok tertentu.

Dalam kerja jurnalistik, lanjut Voucke, redaksi memiliki fungsi sebagai gatekeeper atau penyaring informasi.

Tidak semua informasi yang diperoleh reporter otomatis dapat diterbitkan.

Informasi harus dilihat nilai beritanya, diuji kebenarannya, dikonfirmasi kepada pihak yang berkepentingan dan disajikan berdasarkan fakta yang tersedia.

Sebaliknya, algoritma media sosial membuat sebuah konten dapat memperoleh jangkauan sangat luas berdasarkan tingkat interaksi pengguna.

Jumlah tayangan, komentar, tanda suka dan bagikan sering menjadi ukuran popularitas sebuah konten.

Karena itu, Voucke mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan jumlah views atau viralitas sebagai indikator bahwa sebuah informasi pasti benar.

“Yang viral belum tentu faktual. Yang penting adalah siapa sumbernya, bagaimana informasi itu diperoleh dan apakah sudah diverifikasi,” tegasnya.

Ia berharap pemahaman tersebut dapat meningkatkan literasi media masyarakat, khususnya di tengah derasnya arus informasi digital.

Dengan kemampuan membedakan informasi medsos dan produk jurnalistik, masyarakat diharapkan lebih kritis sebelum mempercayai, mengomentari maupun menyebarkan sebuah informasi.

  • Penulis: (**/NOX)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gibran Pikul Salib di Kupang, Warganet: “Potret Terbaik Tahun Ini”

    Gibran Pikul Salib di Kupang, Warganet: “Potret Terbaik Tahun Ini”

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 370
    • 0Komentar

    KUPANG, NTT — memikul salib dalam Festival Pawai Paskah di Bundaran PU, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (6/4/2026). Aksi tersebut viral di media sosial dan menuai apresiasi luas, bahkan banyak warganet menyebutnya sebagai “potret paling terbaik tahun ini” yang mencerminkan nilai toleransi dan persatuan. Dalam prosesi keagamaan tersebut, Gibran berjalan berdampingan dengan dan […]

  • RUU Perampasan Aset Efektif Putus Mata Rantai Kejahatan Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Jakarta – Kepala Badan Keahlian DPR RI, Bayu Dwi Anggono, menilai Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset menjadi instrumen krusial untuk memutus mata rantai kejahatan ekonomi sekaligus menutup kekosongan hukum dalam upaya pemulihan aset hasil tindak pidana. Selama ini, negara kerap menghadapi hambatan serius dalam merampas aset hasil kejahatan, terutama ketika pelaku tidak dapat diproses melalui […]

  • Kapolri: Jaga Persatuan, Siapkan Generasi Muda Majukan Indonesia

    Kapolri: Jaga Persatuan, Siapkan Generasi Muda Majukan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle (**/BEN)
    • visibility 213
    • 0Komentar

    SUKABUMI, PRONEWS5.COM – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu membawa Indonesia semakin maju. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). […]

  • Kapolres Abdul Kholik Pimpin Sertijab Kasat Reskrim Polres Kotamobagu

    Kapolres Abdul Kholik Pimpin Sertijab Kasat Reskrim Polres Kotamobagu

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 110
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU, PRONEWS5.COM — Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kotamobagu, Sabtu (19/9/2026). Dalam sertijab tersebut, AKP Mahadewa Bayu Sulistyanarendra, S.Tr.K., S.I.K., resmi dipercaya mengemban tugas sebagai Kasat Reskrim Polres Kotamobagu menggantikan Iptu Ahmad Waafi. Upacara sertijab berlangsung di halaman Mapolres Kotamobagu dan dihadiri […]

  • Selebrasi Paskah GMIM Sion Rambunan Meriah, Ratusan Jemaat dan Mahasiswa KKN UNIMA Turun Jalan

    Selebrasi Paskah GMIM Sion Rambunan Meriah, Ratusan Jemaat dan Mahasiswa KKN UNIMA Turun Jalan

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Pro News
    • visibility 631
    • 0Komentar

    MINAHASA – Selebrasi Paskah Jemaat GMIM Sion Desa Rambunan, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, berlangsung meriah dan penuh sukacita, Minggu (5/4/2026). Ratusan jemaat dari berbagai kategori usia, mulai dari anak sekolah minggu hingga lansia, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WITA ini mengambil titik kumpul di depan Gereja […]

  • Gubernur Yulius dan Istri Tampak Sedih, Lihat Darwin Muksin Berpulang

    Gubernur Yulius dan Istri Tampak Sedih, Lihat Darwin Muksin Berpulang

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 547
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONEWS5.COM – Suasana duka menyelimuti Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (8/8/2026), setelah Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara, Darwin Muksin, S.Sos., MM, meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami kondisi darurat medis di tengah rangkaian kegiatan Tournament of Flowers (ToF) 2026 di Kota Tomohon. Kabar duka tersebut membuat suasana pelaksanaan ToF 2026 berubah menjadi penuh […]

expand_less