Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Laut Madura, 4 Penumpang Tewas, Pencarian Korban Masih Berlangsung

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Laut Madura, 4 Penumpang Tewas, Pencarian Korban Masih Berlangsung

  • account_circle (**/NOX)
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMENEP, PRONEWS5.COM – Musibah kebakaran menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).

Hingga Minggu sore, tim SAR gabungan memastikan empat penumpang meninggal dunia, sementara ratusan lainnya berhasil dievakuasi. Operasi pencarian masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang dalam manifes telah ditemukan.

Data sementara Kantor SAR Surabaya menyebutkan kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) tersebut mengangkut 271 orang, terdiri atas penumpang dan anak buah kapal (ABK).

Dari jumlah tersebut, 218 orang berhasil diselamatkan, sedangkan empat orang ditemukan meninggal dunia berdasarkan pembaruan data hingga pukul 15.15 WIB.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit PH, mengatakan proses pendataan masih berlangsung karena operasi pencarian dan evakuasi belum dihentikan.

“Dari hasil pendataan sementara, sebanyak 218 penumpang berhasil diselamatkan, sedangkan empat orang ditemukan meninggal dunia,” ujar Nanang.

Kebakaran diduga mulai terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB saat kapal berada di perairan utara Pulau Sapudi.

Namun laporan resmi baru diterima Kantor SAR Surabaya dari Petugas Siaga Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Tidak lama berselang, PT Atosim Lampung Pelayaran membenarkan insiden tersebut.

Sebelum komunikasi dengan darat terputus, nakhoda sempat melaporkan bahwa api telah membesar dan sulit dikendalikan.

Hasil koordinasi SAR dengan kapal Meratus Project 3 pada pukul 09.45 WIB menunjukkan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 telah bergeser sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi dengan kondisi hampir seluruh badan kapal dilalap api. Para penumpang saat itu berkumpul di anjungan dan haluan kapal sambil menunggu bantuan.

Situasi semakin mencekam ketika sekitar pukul 10.20 WIB sejumlah penumpang memutuskan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.

Beruntung, kapal TB Hasnur 26 bersama British Mentor yang berada tidak jauh dari lokasi segera melakukan penyelamatan terhadap para korban yang terapung di laut.

Meratus Project 3 menjadi kapal pertama yang menemukan lokasi kebakaran, namun tidak dapat merapat karena membawa muatan yang berisiko memicu kebakaran lebih besar.

Proses evakuasi kemudian diambil alih oleh TB Hasnur 26 bersama sejumlah kapal lain yang berada di sekitar lokasi.

Dalam operasi penyelamatan tersebut, Meratus Pematang Siantar berhasil mengevakuasi 111 orang yang terdiri atas 109 penumpang selamat dan dua korban meninggal dunia.

TB Hasnur 26 membawa 66 orang, dengan rincian 65 selamat dan satu korban meninggal.

Sementara Meratus Project 3 mengevakuasi 14 orang, terdiri atas 13 penumpang selamat dan satu korban meninggal dunia.

Kapal Transco Arafura menyelamatkan 17 penumpang, sedangkan KM Prakarsa Mas dan SC Aila XVII masing-masing mengevakuasi tujuh penumpang dalam keadaan selamat.

Untuk mempercepat proses pencarian, Basarnas mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi dari Surabaya serta satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Pos SAR Sumenep.

Sejumlah unsur TNI AL, KSOP, Syahbandar, dan kapal-kapal niaga yang melintas juga ikut membantu proses penyelamatan.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 masih dalam penyelidikan.

Otoritas pelayaran bersama tim SAR masih melakukan pencarian sekaligus mencocokkan data manifes guna memastikan tidak ada penumpang yang belum ditemukan.

Investigasi juga akan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti munculnya api serta mengevaluasi penerapan standar keselamatan pelayaran dalam insiden tersebut.

  • Penulis: (**/NOX)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tuturuga Beach di Kecamatan Kombi Tak Lagi Memberi Rasa Aman? Wisatawan Mengaku Diancam Pria Bersenjata Tajam

    Tuturuga Beach di Kecamatan Kombi Tak Lagi Memberi Rasa Aman? Wisatawan Mengaku Diancam Pria Bersenjata Tajam

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 576
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONEWS5.COM – Dugaan aksi pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap pengunjung di kawasan wisata Pantai Tuturuga (Tuturuga Beach) di Desa Ranowangko II, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, memicu kekhawatiran soal aspek keamanan di lokasi wisata tersebut. Sejumlah wisatawan mengaku mengalami peristiwa mencekam saat berkemah pada malam hari hingga terpaksa menyelamatkan diri demi menghindari ancaman. […]

  • Ibadah Syukur KDKMP Lansot Digelar Dukung Percepatan Pembangunan

    Ibadah Syukur KDKMP Lansot Digelar Dukung Percepatan Pembangunan

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 103
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONEWS5.COM – Upaya mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus dilakukan di Kota Tomohon. Di Kelurahan Lansot, Kecamatan Tomohon Selatan, kegiatan tersebut diawali dengan ibadah syukur yang melibatkan unsur TNI, pemerintah kelurahan, pengurus koperasi, serta masyarakat setempat, Kamis (10/9/2026). Ibadah yang berlangsung di Kelurahan Lansot tersebut dimulai sekitar pukul 16.40 WITA dan dipimpin […]

  • “Capek Dipanggil Lagi!” Hukum Tua Minahasa Sentil Penyidikan Korupsi Tas Ramah Lingkungan

    “Capek Dipanggil Lagi!” Hukum Tua Minahasa Sentil Penyidikan Korupsi Tas Ramah Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 710
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONEWS5.COM — Sejumlah hukum tua di Kabupaten Minahasa mengaku lelah dipanggil berulang kali oleh penyidik Unit Tipikor Polres Minahasa dalam penyidikan dugaan korupsi proyek pengadaan tas ramah lingkungan tahun anggaran 2020. Ironisnya, sebagian dari mereka baru menjabat pada 2022, sehingga memicu pertanyaan serius terhadap arah penyidikan yang dinilai belum tepat sasaran. Pemanggilan terbaru dijadwalkan […]

  • Nurul Arifin Tekankan Pentingnya Keselamatan Jurnalis Saat Liputan

    Nurul Arifin Tekankan Pentingnya Keselamatan Jurnalis Saat Liputan

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 123
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM – Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin mendorong penguatan koordinasi lintas institusi dalam operasi pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Menurutnya, sinergi berbagai unsur diperlukan untuk mempercepat upaya pencarian dan pertolongan terhadap kelima jurnalis tersebut. Nurul mengatakan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) […]

  • Ini Alasan Neiby Lomban Maju Calon Hukum Tua Kayuroya: Tegaskan Panggilan Melayani, Bukan Berkuasa

    Ini Alasan Neiby Lomban Maju Calon Hukum Tua Kayuroya: Tegaskan Panggilan Melayani, Bukan Berkuasa

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 835
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONEWS5.COM — Kontestasi Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Kayuroya, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, mulai menghangat dengan munculnya sejumlah bakal calon. Salah satu yang menyita perhatian publik adalah Neiby Emsye Lomban (NEL), yang resmi mendaftarkan diri pada Sabtu (18/4/2026) sore. Kehadiran Neiby di lokasi pendaftaran sekitar pukul 17.30 WITA berlangsung penuh haru. […]

  • Pemerintah Kolaborasi Sukseskan Modifikasi Cuaca Turunkan Potensi Curah Hujan di Aceh

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui kolaborasi intensif antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berhasil menunjukkan efektivitas operasi modifikasi cuaca untuk menurunkan potensi curah hujan di Provinsi Aceh pasca bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025. Upaya strategis ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah dalam menghadapi dinamika cuaca […]

expand_less