Hutan Konservasi Digasak Cukong Jakarta, Polda Sulut Didorong Tindak Tegas Tambang Batu Hitam Ilegal di Toraut
- account_circle (**/NOX)
- calendar_month Senin, 5 Okt 2026
- visibility 184
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bongkahan batu hitam (black stone) yang diduga menjadi hasil aktivitas penambangan ilegal di kawasan konservasi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), Desa Toraut, Kabupaten Bolaang Mongondow. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOLMONG, PRONEWS5.COM — Kawasan konservasi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) di Desa Toraut, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) kian terancam. Aktivitas penambangan batu hitam (black stone) ilegal yang beroperasi secara masif kini memicu keresahan tajam di tengah masyarakat.
Mirisnya, penambangan liar di zona lindung tersebut diduga kuat dikendalikan oleh cukong besar asal Jakarta.
Pemodal berdarah Tionghoa berstatus WNI tersebut disinyalir merupakan “pemain lama” yang memiliki rekam jejak kelam dalam kasus serupa di wilayah Gorontalo.
“Dia pemain lama. Di Gorontalo pernah bermasalah dalam kasus tambang batu hitam. Sekarang giliran kawasan Toraut yang digasak,” beber sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu (4/10/2026).
Operasi ilegal ini mengeksploitasi warga lokal untuk melakukan pengerukan secara tradisional.
Seluruh hasil tambang kemudian ditampung oleh sang pemodal sebelum diselundupkan dan dijual keluar daerah demi meraup keuntungan fantastis, sembari meninggalkan kerusakan lingkungan yang masif.
Kondisi yang makin tak terkendali ini memantik desakan keras warga kepada Kapolda Sulawesi Utara dan Balai TNBNW untuk segera mengambil tindakan konkrit.
APH diminta tidak “tutup mata” apalagi melunak terhadap praktik kejahatan lingkungan yang disokong modal besar.
“Kami mendesak Kepolisian dan Balai TNBNW turun langsung ke lokasi, tangkap aktor intelektualnya! Jangan biarkan benteng konservasi kita hancur begitu saja hanya demi memperkaya cukong dari luar,” tegas warga lokal penuh amarah.
Masyarakat kini menunggu ketegangan dan keberanian APH untuk membongkar jaringan serta menindak tegas pemodal di balik penambangan ilegal tersebut tanpa pandang bulu.
- Penulis: (**/NOX)



Saat ini belum ada komentar