Gubernur Yulius Dorong Pertanian Sulut Jadi Penggerak Ekonomi dan Ketahanan Pangan
- account_circle (**/VAN)
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
- visibility 188
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE membuka Rapat Kerja Daerah Pembangunan Pertanian sekaligus Apel Siaga Penyuluh Pertanian se-Sulut di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Kamis (20/8/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menegaskan sektor pertanian harus menjadi salah satu kekuatan utama pembangunan daerah, sekaligus fondasi ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Daerah Pembangunan Pertanian sekaligus Apel Siaga Penyuluh Pertanian se-Provinsi Sulawesi Utara di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Kamis (20/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Yulius meminta seluruh penyuluh pertanian memperkuat pendampingan kepada petani, tidak hanya sampai pada tahap produksi dan panen, tetapi juga memastikan hasil pertanian memiliki nilai tambah serta akses pasar yang jelas.
Menurut Yulius, pertanian memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, perputaran ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan kerja hingga pengendalian inflasi.
“Pertanian adalah pilar utama pembangunan daerah. Ia adalah kunci ketahanan pangan, penggerak ekonomi rakyat, pembuka lapangan kerja, penahan laju inflasi, dan jalan menuju kesejahteraan para petani kita,” tegas Yulius.
Ia menilai keberhasilan pembangunan pertanian tidak cukup hanya diukur dari meningkatnya produksi.
Petani juga harus mendapatkan dukungan dalam pengembangan teknologi, pengolahan hasil, pembiayaan dan pemasaran sehingga komoditas yang dihasilkan mampu memberikan keuntungan yang lebih besar.
Karena itu, Yulius menitipkan peran strategis tersebut kepada para penyuluh pertanian di seluruh Sulawesi Utara.
Penyuluh diminta menjadi penggerak inovasi, pendamping hilirisasi, penjaga akurasi data pertanian sekaligus penghubung antara pemerintah dengan para petani.
“Jangan hanya mendampingi hingga panen. Bantu buka akses teknologi, pastikan hasil pertanian bernilai tambah, dan pastikan ada pasar yang jelas untuk hasil kerja keras mereka,” ujarnya.
Yulius juga meminta penyuluh lebih dekat dengan petani dan memahami persoalan yang dihadapi di lapangan.
Menurutnya, pendampingan yang efektif harus berangkat dari kondisi nyata, termasuk persoalan produksi, pembiayaan, sarana pertanian, cuaca hingga pemasaran.
“Dekatlah dengan petani, dengarkan keluhannya, bantu carikan solusinya. Karena jika petani sejahtera, maka Sulawesi Utara sejahtera,” katanya.
Di tengah tantangan kekeringan yang terjadi saat ini, Gubernur meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat langkah antisipasi agar kondisi tersebut tidak mengganggu produksi pangan.
Langkah itu antara lain dilakukan dengan memetakan wilayah yang rawan kekeringan, mengelola sumber daya air secara bijak, mempercepat masa tanam serta memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjut Yulius, juga terus mendorong penguatan swasembada pangan melalui sejumlah strategi, mulai dari penyediaan benih berkualitas, pupuk, pembangunan dan penguatan irigasi, mekanisasi pertanian, akses pembiayaan, kepastian pasar hingga pemanfaatan teknologi digital.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar pembangunan pertanian tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi bergerak menuju sistem pertanian yang lebih modern, efisien dan memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi petani.
Rapat kerja daerah pembangunan pertanian dan Apel Siaga Penyuluh Pertanian tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyatukan langkah pemerintah, penyuluh dan petani dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian di Sulawesi Utara.
Yulius berharap seluruh kekuatan tersebut dapat bergerak secara terpadu untuk mempercepat terwujudnya Sulawesi Utara yang mandiri pangan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
“Mari kita wujudkan Sulawesi Utara yang mandiri pangan dan sejahtera bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
- Penulis: (**/VAN)
- Editor: Christo Senduk



Saat ini belum ada komentar