Belgia Gagal Pecahkan Tembok Iran, Bermain 10 Orang dan Dipaksa Imbang Tanpa Gol
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Senin, 22 Jun 2026
- visibility 161
- comment 0 komentar
- print Cetak

Laga Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion SoFi, California, Amerika Serikat, Minggu (21/6/2026). Iran sukses menahan Belgia dengan skor 0-0 berkat penampilan gemilang sang penjaga gawang. (Foto: Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LOS ANGELES, PRONEWS5.COM – Tim Nasional Belgia harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Tim Nasional Iran dengan skor 0-0 pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion SoFi, California, Amerika Serikat, Minggu (21/6/2026) waktu setempat atau Senin pagi WIB.
Hasil ini menjadi pukulan bagi skuad berjuluk Setan Merah yang tampil dominan sepanjang pertandingan namun gagal mengonversi keunggulan penguasaan bola dan jumlah peluang menjadi gol. Situasi semakin sulit setelah bek muda Nathan Ngoy diganjar kartu merah langsung pada menit ke-66, memaksa Belgia menyelesaikan laga dengan 10 pemain.
Sejak menit awal, Belgia langsung mengendalikan permainan melalui Kevin De Bruyne yang menjadi motor serangan dari lini tengah. Statistik menunjukkan Belgia menguasai bola hingga 68 persen dan melepaskan 22 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang.
Namun dominasi tersebut tidak cukup untuk membongkar disiplin pertahanan Iran yang tampil sangat terorganisasi. Duet bek tengah Shoja Khalilzadeh dan Hossein Kanaanizadegan sukses meredam ancaman Romelu Lukaku, Leandro Trossard, dan Alexis Saelemaekers.
Belgia bahkan mendapat peringatan dini ketika Romelu Lukaku menerima kartu kuning pada menit kedua pertandingan. Meski demikian, tim asuhan Domenico Tedesco tetap menguasai jalannya laga dan terus menekan hingga akhir babak pertama.
Iran yang mengandalkan serangan balik memilih bermain lebih sabar. Beberapa kali mereka mencoba mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan Belgia, namun belum mampu menghasilkan peluang bersih yang membahayakan gawang Thibaut Courtois.
Memasuki babak kedua, Belgia berupaya meningkatkan intensitas serangan melalui tiga pergantian pemain sekaligus pada menit ke-57 dengan memasukkan Timothy Castagne, Hans Vanaken, dan Dodi Lukebakio.
Momentum pertandingan berubah drastis sembilan menit kemudian. Nathan Ngoy menerima kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran keras yang dinilai membahayakan lawan. Keputusan tersebut membuat Belgia kehilangan keseimbangan dan terpaksa mengubah strategi permainan.
Pelatih Belgia kemudian menarik Romelu Lukaku untuk memasukkan Arthur Theate guna memperkuat lini belakang dan mempertahankan hasil.
Melihat lawannya bermain dengan 10 orang, Iran mulai berani keluar menyerang. Masuknya Alireza Jahanbakhsh, Mehdi Torabi, dan Shahriyar Moghanlou memberikan energi baru bagi serangan Team Melli.
Peluang terbaik Iran lahir melalui Alireza Jahanbakhsh yang melepaskan tembakan berbahaya dari dalam kotak penalti. Namun refleks cepat Thibaut Courtois berhasil menyelamatkan Belgia dari kebobolan.
Hingga wasit meniup peluit panjang, kedua tim gagal memecahkan kebuntuan dan harus puas mengakhiri pertandingan dengan skor kacamata.
Secara statistik, Belgia tampil jauh lebih dominan. Selain menguasai bola hingga 68 persen, mereka mencatatkan 506 operan sukses dengan akurasi mencapai 88 persen. Sebaliknya, Iran hanya memiliki 32 persen penguasaan bola dan menghasilkan tujuh tembakan sepanjang pertandingan.
Meski demikian, efektivitas dan disiplin bertahan Iran menjadi faktor utama yang menggagalkan kemenangan Belgia. Penampilan gemilang kiper Alireza Beiranvand juga menjadi pembeda setelah ia melakukan sejumlah penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tetap perawan.
Hasil imbang ini menunjukkan masalah klasik Belgia dalam laga-laga yang menghadapi lawan bertahan total. Dominasi statistik tidak berbanding lurus dengan efektivitas penyelesaian akhir. Dari 22 tembakan yang dilepaskan, hanya tujuh yang tepat sasaran dan semuanya mampu diantisipasi pertahanan maupun kiper Iran.
Di sisi lain, Iran menunjukkan karakter tim yang disiplin, sabar, dan mampu menjalankan strategi bertahan dengan sempurna. Kartu merah Nathan Ngoy menjadi titik balik yang memberi ruang bagi Iran untuk lebih percaya diri menekan pada 20 menit terakhir pertandingan.
Pemain terbaik atau Man of the Match layak diberikan kepada Alireza Beiranvand. Kiper veteran Iran tersebut tampil luar biasa dengan empat penyelamatan krusial yang menggagalkan peluang emas Belgia.
Hasil ini membuat persaingan di Grup G semakin terbuka menjelang laga terakhir fase grup. Belgia masih harus bekerja keras untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar, sementara Iran menjaga peluang lolos setelah sukses mencuri satu poin berharga dari salah satu unggulan grup.
[**/VAN]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar