Tangisan Bayi di Ring Road Manado Bongkar Dugaan Penelantaran Anak
- account_circle (RAND)
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
- visibility 224
- comment 0 komentar
- print Cetak

(Gambar: ilustrasi/dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM— Tangisan seorang bayi perempuan dari balik semak-semak di tepi Jalan Ring Road, tepatnya di seberang Dealer Wuling, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Senin (6/7/2026) malam, menyelamatkan nyawanya dari dugaan aksi penelantaran.
Bayi yang diperkirakan berusia sekitar enam bulan itu ditemukan dalam kondisi masih hidup oleh dua warga yang melintas, sebelum akhirnya dilarikan ke RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Malalayang untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Polsek Malalayang membuka penyelidikan guna mengungkap siapa pihak yang diduga tega meninggalkan bayi tersebut di lokasi yang sepi.
Informasi penemuan bayi pertama kali diterima Polsek Malalayang dari pihak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Malalayang setelah dua warga membawa korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Mendapat laporan itu, personel piket yang dipimpin Pawas IPDA I Made Putra, S.Trk., langsung menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi korban sekaligus meminta keterangan para saksi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin perempuan itu diperkirakan berusia sekitar enam bulan. Saat ditemukan, korban masih hidup dan segera mendapat penanganan medis.
Hingga kini bayi tersebut masih menjalani perawatan intensif di ruang Rescue RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Malalayang.
Dua saksi, masing-masing berinisial M.E. (20) dan M.T. (16), menjelaskan bahwa sekitar pukul 18.00 Wita mereka sedang melintasi Jalan Ring Road menuju Kabupaten Minahasa Utara.
Saat berhenti di bahu jalan, keduanya mendengar suara tangisan bayi dari arah semak-semak. Awalnya mereka sempat melanjutkan perjalanan karena mengira suara tersebut berasal dari tempat lain. Namun rasa penasaran mendorong keduanya kembali ke lokasi.
Setelah melakukan pencarian singkat, mereka menemukan sebuah bungkusan kain berwarna biru. Ketika dibuka, di dalamnya terdapat seorang bayi perempuan yang masih bernapas.
Tanpa menunggu lama, kedua warga itu segera mengevakuasi bayi tersebut ke RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Malalayang agar memperoleh pertolongan medis.
Kapolsek Malalayang, Kompol Jusman Mori, didampingi Kasi Humas Polresta Manado IPTU Agus Haryono, menegaskan bahwa kepolisian sedang mendalami seluruh fakta untuk mengungkap pelaku yang diduga melakukan penelantaran anak.
Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa saksi-saksi, mengolah tempat kejadian perkara, serta mengumpulkan berbagai informasi yang dapat mengarah pada identitas orang yang meninggalkan bayi tersebut.
“Kami mengutamakan keselamatan bayi dan memastikan korban memperoleh penanganan medis terbaik. Di sisi lain, penyelidikan akan dilakukan secara profesional untuk mengungkap dugaan tindak pidana penelantaran anak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kapolsek.
Ia juga mengapresiasi kepedulian dua warga yang bertindak cepat menyelamatkan bayi tersebut. Menurutnya, tindakan itu menjadi faktor penting yang memungkinkan korban segera mendapatkan pertolongan.
Polsek Malalayang turut mengimbau masyarakat yang mengetahui identitas orang tua maupun asal-usul bayi tersebut agar segera memberikan informasi kepada pihak kepolisian guna membantu proses penyelidikan.
Kasus ini menambah daftar dugaan penelantaran anak yang menjadi perhatian aparat penegak hukum. Selain mengungkap pelaku, penyidik juga akan menelusuri motif di balik peristiwa tersebut untuk memastikan seluruh aspek pidana dapat diungkap secara menyeluruh.
- Penulis: (RAND)
- Editor: Christo Senduk



Saat ini belum ada komentar