Polri Rombak Jabatan 264 Perwira di Tengah Kasus yang Mengguncang Mabes
- account_circle (**/VIC)
- calendar_month Rabu, 4 Nov 2026
- visibility 170
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir saat menyampaikan keterangan terkait mutasi dan rotasi 264 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri pada November 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ƁJAKARTA, PRONEWS5.COM — Polri melakukan mutasi dan rotasi terhadap 264 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) pada November 2026. Pergeseran jabatan besar-besaran ini berlangsung di tengah perhatian terhadap penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal yang turut dikaitkan dengan komunikasi Presiden Prabowo Subianto.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026. Pergantian jabatan ini disebut sebagai bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran kepemimpinan di lingkungan Korps Bhayangkara.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri telah mengumumkan penetapan tiga orang berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa hak (illegal tapping), akses ilegal terhadap sistem elektronik (illegal access), serta penghapusan data elektronik.
Ketiga tersangka juga disebut telah ditahan di Rutan Mabes Polri pada Selasa (3/11/2026) malam. Perkembangan perkara tersebut menjadi perhatian karena dikaitkan dengan dugaan penyadapan komunikasi sejumlah pejabat negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Di tengah perkembangan tersebut, Polri melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi ratusan personel, termasuk pada sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri maupun satuan kewilayahan.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi merupakan hal yang lazim dalam organisasi kepolisian. Langkah tersebut bertujuan menjaga kesinambungan organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel Polri. Hal ini juga menjadi upaya penyegaran organisasi untuk memastikan roda kepemimpinan dan pelaksanaan tugas berjalan optimal, seiring dengan perkembangan tantangan tugas Polri yang semakin kompleks,” ujar Johnny di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Dari total 264 personel yang dimutasi, sebanyak 224 personel masuk dalam kategori promosi dan flat. Pergeseran tersebut mencakup berbagai jenjang kepangkatan, mulai dari Perwira Tinggi hingga Perwira Menengah.
Pada tingkat Mabes Polri, sejumlah jabatan mengalami pergantian. Jabatan Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) Polri dipercayakan kepada Kombes Pol. Gatot Sujono, S.I.K., sedangkan jabatan Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polri dijabat Kombes Pol. Teguh Wibowo, S.I.K., M.H.
Mutasi ini juga mencakup promosi pada jenjang Irjen Pol., Brigjen Pol., dan Kombes Pol., termasuk penyesuaian nivelering jabatan. Selain itu, terdapat promosi untuk sejumlah posisi strategis di tingkat kewilayahan, seperti Kapolrestabes, Kapolrestro, dan Kapolresta.
Polri juga memberikan promosi jabatan kepada dua personel Polisi Wanita (Polwan), masing-masing satu personel pada jenjang Brigjen Pol. dan satu personel pada jenjang Kombes Pol.
Johnny menyampaikan apresiasi kepada para pejabat sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas. Sementara kepada pejabat yang mendapatkan amanah baru, ia meminta agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas masing-masing.
“Kepada pejabat yang telah menyelesaikan tugas pada jabatan sebelumnya, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas pengabdian serta kontribusinya. Sementara kepada pejabat yang mendapatkan amanah baru, kami berharap dapat segera menyesuaikan diri, memahami karakteristik lingkungan tugas, serta melanjutkan program dan kebijakan yang telah berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan profesionalisme, integritas, dan orientasi pelayanan kepada masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana setiap pejabat mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memastikan kehadiran Polri benar-benar memberikan manfaat melalui pelaksanaan tugas yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tutup Kadiv Humas Polri.
Mutasi 264 Pati dan Pamen ini menjadi bagian dari dinamika pembenahan organisasi Polri. Sementara itu, perkembangan penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal masih menunggu proses hukum dan keterangan lebih lanjut dari penyidik Bareskrim Polri.
- Penulis: (**/VIC)



Saat ini belum ada komentar