Empat Oknum TNI Jadi Tersangka Teror Air Keras Aktivis KontraS, CCTV Bongkar Pola Aksi Terencana
- account_circle rafael
- calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
- visibility 797
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, PRONews5.com — Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM, Andrie Yunus, akhirnya memasuki babak baru. Mabes TNI menetapkan empat anggotanya sebagai tersangka dan menahan mereka, di tengah terkuaknya indikasi kuat bahwa serangan tersebut bukan aksi spontan, melainkan operasi yang dirancang secara sistematis.
Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, dalam konferensi pers di Mabes TNI, Rabu (18/3/2026), menegaskan bahwa keempat tersangka berinisial SL (Lettu), NDP (Kapten), BHW (Lettu), dan ES (Serda) telah diamankan dan kini menjalani proses penyidikan intensif.
Mereka merupakan personel Denma Bais Mabes TNI dari unsur TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut, yang saat ini ditahan di Pomdam Jaya, Jakarta Selatan, dengan pengamanan ketat.
Peristiwa brutal itu terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Andrie Yunus yang menjabat Wakil Koordinator KontraS diserang oleh pelaku tak dikenal menggunakan cairan diduga air keras.
Serangan tersebut menyebabkan luka bakar serius hingga 24 persen di bagian mata, wajah, dada, dan tangan. Tim medis di RS Cipto Mangunkusumo menyatakan kondisi korban tergolong berat dan berisiko tinggi, memperkuat kesan bahwa pelaku memang menargetkan titik vital tubuh korban.
Di tengah proses hukum di lingkungan militer, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengembangkan penyelidikan berbasis digital forensik. Sebanyak 86 titik kamera pengawas dikumpulkan dari berbagai sumber, mulai dari kamera ETLE, Diskominfotik, Dinas Perhubungan, hingga rekaman milik warga.
Dari keseluruhan data tersebut, penyidik harus mengurai 2.610 potongan video dengan total durasi mencapai 10.320 menit.
Dirreskrimum Kombes Pol Iman Imanuddin mengungkapkan bahwa hasil analisis sementara menunjukkan pola pergerakan yang tidak acak.
- Penulis: rafael



Saat ini belum ada komentar