Polres Tomohon Ambil Sampel Makanan MBG, Selidiki Keracunan Massal Pelajar
- account_circle rafael
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- visibility 1.637
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, gejala keracunan mulai dirasakan sekitar pukul 15.00 WITA, beberapa jam setelah siswa mengonsumsi MBG dan pulang sekolah. Keluhan berupa mual, muntah, pusing, dan sakit perut muncul hampir bersamaan.
Dalam waktu singkat kondisi siswa memburuk, sehingga sekitar satu jam kemudian orang tua membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sejumlah siswa SMK Santa Familia Tomohon menyebutkan menu MBG yang mereka konsumsi hari itu terdiri dari nasi kuning, bihun, sayur timun, buah melon, serta lauk abon dan ikan pampis cakalang.
“Begitu sampai rumah, anak langsung mengeluh sakit perut dan pusing,” ungkap salah satu orang tua siswa.
“Jam tiga mulai terasa, jam empat kami langsung bawa ke rumah sakit,” tambahnya.
Pantauan PRONews5.com di lapangan menunjukkan RS Gunung Maria Tomohon menjadi salah satu rumah sakit utama yang menerima pasien dugaan keracunan MBG sejak sore hingga malam hari.
Petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD) menyebutkan puluhan pasien ditangani dengan gejala serupa.
Selain itu, sejumlah siswa juga dilaporkan dirawat di RS Bethesda Tomohon, RS Anugerah Tomohon, dan RS Siloam Sonder Kabupaten Minahasa.
Meski sumber produksi MBG telah dipastikan, penyebab teknis dugaan keracunan belum dapat disimpulkan.
Aparat masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium BPOM dan analisis Dinas Kesehatan terhadap sampel makanan yang telah diamankan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Tomohon maupun Polres Tomohon terkait hasil awal penyelidikan serta langkah lanjutan penanganan kasus yang menyangkut keselamatan dan kesehatan siswa tersebut.
[**/ARP]
- Penulis: rafael



Saat ini belum ada komentar