SPBU Matali Diduga Jadi Sarang Mafia Solar, Masyarakat Minta Polres Kotamobagu Bertindak Tegas
- account_circle (**/NOX)
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- visibility 306
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Satlantas Polres Kotamobagu saat melakukan penertiban terhadap sejumlah truk yang antre di area SPBU Matali, Kotamobagu Timur, beberapa waktu lalu. (Foto:ist/dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KOTAMOBAGU, PRONews5.com — Dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di wilayah Kota Kotamobagu kembali menuai keresahan warga. Aktivitas pengisian solar bersubsidi oleh kendaraan diduga telah dimodifikasi disebut berlangsung bebas di sejumlah SPBU, termasuk di kawasan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur.
Pantauan warga dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan antrean truk diduga milik pelangsir solar mengular sejak malam hingga siang hari. Kendaraan-kendaraan tersebut bahkan kerap terparkir di depan rumah warga sekitar, memicu keluhan karena aktivitas itu dianggap berlangsung terang-terangan tanpa tindakan tegas aparat penegak hukum.
Situasi paling mencolok terlihat di SPBU Matali. Warga menduga praktik pengisian BBM subsidi dilakukan berulang oleh kendaraan yang sama dengan pola terorganisir. Dugaan keterlibatan oknum dalam distribusi solar subsidi pun mulai mencuat di tengah masyarakat.
“Setiap hari kendaraan yang sama antre solar. Ada yang tangkinya diduga sudah dimodifikasi. Anehnya aktivitas seperti itu terus berjalan seolah tidak tersentuh hukum,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Masyarakat menilai kondisi tersebut bukan lagi pelanggaran biasa, melainkan indikasi penyalahgunaan distribusi BBM subsidi yang berpotensi merugikan negara serta masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima utama subsidi pemerintah.
Selain itu, muncul pula dugaan adanya praktik permainan terselubung agar aktivitas distribusi solar subsidi tetap berjalan aman tanpa hambatan. Dugaan tersebut berkembang setelah praktik antrean truk dan pengisian berulang berlangsung dalam waktu lama namun belum terlihat adanya penindakan serius.
Warga mempertanyakan lemahnya pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi di lapangan. Mereka menilai jika praktik tersebut terus dibiarkan, maka akan membuka ruang semakin luas bagi mafia BBM untuk meraup keuntungan pribadi dari solar bersubsidi.
“Kalau benar ada permainan dalam distribusi solar subsidi, ini sudah sangat merugikan rakyat. Solar subsidi itu untuk masyarakat kecil, bukan untuk dijadikan ladang bisnis ilegal,” kata warga lainnya.
Desakan pun diarahkan kepada aparat kepolisian, khususnya Polres Kotamobagu, agar segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan mafia solar di wilayah tersebut. Warga meminta penindakan dilakukan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat.
Menurut warga, langkah tegas sangat dibutuhkan untuk memutus rantai dugaan penyelewengan BBM subsidi yang selama ini dianggap semakin terang-terangan terjadi di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun aparat terkait mengenai dugaan praktik mafia solar tersebut.
Namun masyarakat berharap aparat segera melakukan investigasi agar distribusi BBM subsidi kembali tepat sasaran dan tidak dikuasai kelompok tertentu.
- Penulis: (**/NOX)



Saat ini belum ada komentar