Kasus Penikaman di Bolmong, Suami Serang Istri Lalu Kabur
- account_circle rafael
- calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
- visibility 361
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOLAANG MONGONDOW, PRONews5.com – Seorang pria berinisial RP diduga menikam istrinya, AD, menggunakan pisau setelah terjadi cekcok rumah tangga di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara.
Saat ini, pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian.Peristiwa penikaman tersebut terjadi di Desa Lalow, Kecamatan Lolak, pada Jumat (20/2/2026). Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bolmong, Iptu Stefanus Mentu, mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan sekaligus memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian.“Kasus penikaman ini sementara kami melakukan penyelidikan, termasuk keberadaan pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran,” ujar Stefanus, Jumat (20/2/2026).
Dugaan sementara, aksi penikaman dipicu oleh pertengkaran antara suami dan istri. Namun, polisi masih mendalami kronologi lengkap kejadian tersebut.“Kejadian diduga akibat cekcok, tapi kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut,” katanya.
Korban yang mengalami luka akibat tikaman langsung dilarikan ke RSUD Datoe Binangkang untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, kondisi korban belum memungkinkan untuk dimintai keterangan oleh penyidik. “Korban sementara masih menjalani perawatan di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan,” jelas Stefanus.
Selain itu, pihak kepolisian juga masih menunggu hasil visum dari tim medis untuk mengetahui jumlah serta tingkat keparahan luka yang dialami korban. “Untuk jumlah luka tikaman, kami masih menunggu hasil visum,” tambahnya. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera melapor kepada pihak berwajib. Penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap secara pasti motif serta kronologi kejadian tersebut.
[**/IND]
- Penulis: rafael



Saat ini belum ada komentar