Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Ternyata Ini Alasan Giselle Lontaan Tolak Alat Berat di Mintu, Singgung Nepal

Ternyata Ini Alasan Giselle Lontaan Tolak Alat Berat di Mintu, Singgung Nepal

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 269
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BOLTIM, PRONEWS5.COM — Ternyata ada alasan serius di balik sikap tegas Sangadi Atoga Timur, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Giselle Lontaan, yang menolak keberadaan alat berat di Perkebunan Mintu.

Giselle mengaku khawatir kondisi kawasan Mintu yang berada di antara lereng terjal dan aliran Kuala Mintu dapat membahayakan masyarakat, terutama ketika musim hujan tiba.

Melalui akun Facebook miliknya, Minggu (30/8/2026), Giselle bahkan menyinggung bencana banjir bandang dan longsor di kawasan Himalaya yang melanda wilayah Nepal dan Tibet.

“Nda ada yang suka mo terjadi bencana. Torang berdoa jangan sampe terjadi sama deng di Sumatra deng Nepal,” tulis Giselle.

Kekhawatiran itu bukan berarti dirinya ingin menghentikan mata pencaharian masyarakat. Giselle menegaskan warga yang selama ini bekerja secara manual di kawasan tambang hanya berupaya mencari nafkah.

Namun, menurutnya, penggunaan alat berat dengan aktivitas penggalian dan pembukaan kawasan memiliki risiko berbeda terhadap kondisi lingkungan serta keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Kuala Mintu.

Bencana yang disinggung Giselle kini telah berkembang menjadi salah satu bencana besar di kawasan Himalaya.

Banjir bandang yang dipicu keruntuhan gletser pada 26 Agustus 2026 menerjang wilayah Nepal dan Tibet.

Hingga 1 September, sedikitnya 987 orang dilaporkan meninggal di Nepal dan 16 orang di Tibet, sementara 3.916 orang masih hilang di Nepal dan 546 orang di Tibet.

Artinya, korban meninggal telah menembus lebih dari 1.000 orang, sementara lebih dari 4.400 orang masih dalam daftar hilang.

Giselle tidak menyamakan kondisi Mintu dengan bencana Himalaya tersebut.

Ia menggunakan tragedi itu sebagai pengingat bahwa risiko bencana harus diantisipasi sebelum musim hujan datang.

“Dri klu m terjadi so nda ada yang mo tanggung jawab.

Selain torang berdoa tentunya musti berusaha lagi, dari blum musim ujang ini. Kalu so musim ujang so musti waspada,” tulisnya.

Sikap Giselle sebelumnya terlihat saat mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Perkebunan Mintu, Kamis (27/8/2026).

Di lokasi tersebut terdapat dua alat berat jenis ekskavator yang tengah melakukan aktivitas penggalian material.

Giselle kemudian menegur operator dan meminta kegiatan dihentikan.

Dalam video yang diunggahnya di media sosial, ia bahkan mengambil kunci dua alat berat tersebut.

Ia juga meminta aparat kepolisian turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi kawasan dan memeriksa aktivitas yang berlangsung.

“Torang nyanda mo tutup org pe mata pencarian deng usaha, mar ini so membahayakan masyarakat sekitar, masih ilegal,” tulis Giselle.

Selain persoalan dugaan legalitas pertambangan, Giselle menyinggung adanya pembukaan kawasan hutan serta informasi mengenai klaim batas wilayah di sekitar Mintu.

Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian Polres Boltim.

Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan menegaskan laporan masyarakat maupun pemerintah desa terkait dugaan pelanggaran hukum akan ditindaklanjuti berdasarkan fakta dan bukti di lapangan.

“Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya aktivitas pertambangan yang tidak memiliki legalitas dan terpenuhi unsur pidananya, maka akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Kapolres.

Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, objektif dan berdasarkan alat bukti yang sah.

“Kami tidak akan pandang bulu. Tetapi semuanya harus berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti.

Kalau terbukti melakukan pelanggaran pidana, tentu akan kami tindak sesuai hukum,” ujarnya.

Kini, persoalan Mintu tidak hanya menyangkut aktivitas pertambangan.

Status kawasan, legalitas kegiatan, penggunaan alat berat serta potensi dampaknya terhadap lingkungan dan keselamatan warga menjadi hal yang perlu dipastikan melalui pemeriksaan di lapangan.

Bagi Giselle, pencegahan harus dilakukan sebelum risiko berubah menjadi bencana.

“Intinya qt pe anak, orang tua deng sudara-sudara deng masyarakat wil Motongkad itu hidop di muara Kuala Mintu. Jangan sampe mo jadi korban,” tegasnya.

  • Penulis: (**/ARP)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinilai Tepat Pimpin DPC PKB Kotamobagu, dr. Weny Gaib Banjir Ucapan Selamat dan Dukungan

    Dinilai Tepat Pimpin DPC PKB Kotamobagu, dr. Weny Gaib Banjir Ucapan Selamat dan Dukungan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 336
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU, PRONews5.com – Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M, resmi dipercaya memimpin Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kotamobagu untuk masa bakti 2026–2031. Penetapan tersebut merupakan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kota Kotamobagu yang baru saja digelar. Terpilihnya dr. Weny Gaib mendapat sambutan positif dari kader partai, simpatisan, serta berbagai elemen […]

  • Prabowo Resmikan 218 Jembatan, Akses Wilayah Terpencil Terbuka

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 438
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Prabowo Subianto meresmikan 218 jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur dasar serta peningkatan akses transportasi, terutama di daerah terdampak bencana. Peresmian dilakukan secara hybrid melalui konferensi video dari kediaman Presiden di Hambalang, Senin (9/3/2026). Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan langkah […]

  • Akun Facebook Palsu Marak Serang Tokoh Sulut, Polisi Diminta Buru Pelaku

    Akun Facebook Palsu Marak Serang Tokoh Sulut, Polisi Diminta Buru Pelaku

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 467
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM – Maraknya akun palsu yang memposting foto dan identitas seseorang tanpa izin di media sosial kian meresahkan. Tokoh masyarakat Sulawesi Utara, Hanny Meruntu, mendesak aparat kepolisian untuk segera bertindak tegas memburu pelaku, menyusul sejumlah kasus yang mulai viral dan merugikan pihak tertentu. Fenomena ini mencuat setelah beredarnya unggahan dari akun palsu yang mencatut […]

  • Hak Tersangka dan Korban Kini Lebih Terlindungi di KUHP dan KUHAP Baru

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Jakarta — Pemberlakuan reformasi hukum pidana dan hukum acara pidana menandai babak baru dalam sistem penegakan hukum nasional. Dengan mulai berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru, negara secara resmi menghadirkan kerangka hukum yang lebih adaptif, berkeadilan, dan berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia. Reformasi ini tidak […]

  • PWI Sulut dan KMNU-I Sepakat Perkuat Sinergi Tunjang Program Pemerintah

    PWI Sulut dan KMNU-I Sepakat Perkuat Sinergi Tunjang Program Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle (**/VAN)
    • visibility 199
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara (Sulut) dan Komunitas Masyarakat Nusa Utara Indonesia (KMNU-I) mempererat silaturahmi sekaligus membangun komitmen bersama untuk mendukung pembangunan daerah. Hal tersebut tercermin dalam kunjungan Ketua PWI Sulut Sintya NC Bojoh ke Sekretariat KMNU-I di kawasan Pelabuhan Manado, Senin (6/10/2026). Kehadiran Sintya didampingi Wakil Ketua OKK PWI Sulut […]

  • Pemerintah Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok Selama Ramadan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 373
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pemerintah memastikan stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Berbagai upaya telah disiapkan agar masyarakat dapat menjalani ibadah dengan tenang tanpa dihantui lonjakan harga yang membebani. Salah satu langkah utama yang diambil adalah penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang diprioritaskan menjelang bulan suci. Melalui Perum Bulog, […]

expand_less