Diduga Larang Pengunjung Kristen Berdoa, Nice Playland Sawangan Tuai Kecaman
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
- visibility 2.888
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan layar percakapan pengunjung dan petugas di Nice Playground Sawangan Kamangta, Minahasa Utara, terkait dugaan pelarangan doa saat Paskah, Minggu (5/4/2026); pegawai yang dilingkari merah terlihat merunduk saat direkam. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA – Dugaan pelarangan aktivitas doa terhadap pengunjung Kristen di lokasi wisata Nice Playland Sawangan di Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), memicu kehebohan publik. Peristiwa ini terjadi bertepatan dengan momen Hari Minggu Paskah, Minggu (5/4/2026).
Peristiwa ini mulai mencuat ke publik setelah akun Facebook Laura HolPratasik mengunggah kejadian tersebut di berandanya sekitar pukul 11.39 WITA.
Dalam unggahannya, Laura mengaku bersama rombongan anak-anak gereja hanya hendak memanjatkan doa singkat sebelum memulai kegiatan rekreasi. Namun, niat tersebut disebut justru mendapat penolakan dari petugas di lokasi wisata.
“Kami mau berdoa tapi dilarang, padahal torang datang dengan acara gereja,” tulisnya.
Kepada PRONews5.com, Laura menjelaskan bahwa rombongan yang ia pimpin berasal dari Gereja Advent Pioneer Tondano dan datang untuk kegiatan rekreasi, bukan ibadah formal. Ia menegaskan bahwa yang diminta hanyalah izin untuk berdoa singkat sebelum anak-anak mulai bermain.
“Kita bukan mo ibadah. Kita cuma minta izin berdoa sebelum anak-anak mulai bermain. Tapi petugas bilang, ‘Nda boleh berdoa di tempat ini, lebe bae pigi jo di mall,’” ungkapnya menirukan ucapan petugas.
Menurut Laura, larangan tersebut disampaikan dengan nada tinggi dan dinilai tidak menghargai maksud baik rombongan mereka. Meski telah memohon agar diizinkan berdoa secara singkat, permintaan itu tetap ditolak hingga akhirnya mereka terpaksa berdoa di area parkiran.
Situasi sempat memanas ketika salah satu oknum pegawai kembali melontarkan pernyataan yang dianggap menyinggung. Laura mengaku sempat merekam kejadian tersebut, namun saat kamera diarahkan, oknum pegawai itu langsung menghindar. Ia juga mengungkapkan bahwa dugaan kejadian serupa bukan kali pertama terjadi.
Informasi tersebut diperoleh dari penjaga parkir di lokasi yang menyebutkan bahwa sebelumnya ada anak-anak sekolah minggu yang juga sempat ditegur saat beribadah, namun laporan itu disebut tidak ditindaklanjuti oleh manajemen.
Unggahan ini langsung memicu gelombang reaksi dari masyarakat. Banyak warganet menyayangkan dugaan sikap pengelola, mengingat Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah dengan kehidupan toleransi beragama yang kuat.
Salah satu komentar menyebut, “Tempatnya bagus, tapi tidak cocok untuk kegiatan gereja karena dilarang berdoa. Miris di daerah mayoritas Kristen tapi tidak ada toleransi.”
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola indonesia Playland Sawangan Kamangta belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pelarangan tersebut. Wartawan PRONews5.com masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan berimbang.
Nice Playland Sawangan yang juga dikenal sebagai The Nice Park Manado selama ini merupakan destinasi wisata keluarga yang cukup populer di wilayah Sawangan, Tombulu, Minahasa Utara.
Tempat ini menawarkan berbagai wahana rekreasi anak dan keluarga dalam satu kawasan, mulai dari permainan air hingga area edukasi, yang menjadikannya salah satu tujuan favorit masyarakat di Sulawesi Utara.
Sebagai media independen, PRONEWS5.COM berkomitmen menyajikan berita akurat dari lapangan. Jika di kemudian hari ditemukan kekeliruan penulisan atau data, redaksi akan melakukan revisi dan klarifikasi sesuai kaidah jurnalisme yang bertanggung jawab.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar