Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Petani Ranowangko Maju Pilkades, Anaknya Siapkan Gerakan “Laskar Pelangi” dengan Potensi Rp1,5 Miliar

Petani Ranowangko Maju Pilkades, Anaknya Siapkan Gerakan “Laskar Pelangi” dengan Potensi Rp1,5 Miliar

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 506
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MINAHASA, PRONEWS5.COM — Di saat naskah telah rampung dan proses peluncuran tinggal menunggu waktu, sebuah keputusan tak biasa justru diambil Heidi Kristian Repi. Kandidat Doktor Manajemen Pendidikan asal Sulawesi Utara itu memilih menunda peluncuran novel ketiganya berjudul Heski Hendom.

Langkah tersebut bukan dipicu persoalan teknis penerbitan, melainkan karena sebuah momentum di dunia nyata yang dinilainya jauh lebih penting untuk diabadikan.

Sosok utama dalam novel tersebut, Dani Repi, yang juga merupakan ayah kandungnya, secara tak terduga didorong masyarakat untuk maju sebagai calon Hukum Tua (Kepala Desa) Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Dalam wawancara khusus bersama wartawan PRONews5.com pada Senin (20/4/2026), Heidi mengungkapkan bahwa keputusan menunda peluncuran bukanlah hal mudah.

Ia menyebut, di detik-detik terakhir menjelang proses cetak, dirinya justru merasa ada bagian penting yang belum selesai dituliskan.

“Seharusnya buku ini sudah masuk tahap distribusi. Tapi saya merasa cerita ini belum utuh, karena ada bab yang sedang berlangsung di dunia nyata,” ujar Heidi.

Situasi ini mengubah arah naskah. Ia memilih menahan peluncuran dan menambahkan satu bab baru yang akan merekam secara langsung perjalanan politik sang ayah dalam kontestasi desa.

Sebuah keputusan yang jarang diambil penulis, yakni menunda karya yang telah selesai demi memberi ruang pada realitas yang masih berlangsung.

“Pena ini terhenti sejenak, bukan karena kehabisan tinta, melainkan karena Tuhan sedang menuliskan bab paling penting bagi keluarga kami dan desa ini,” katanya lagi.

Novel Heski Hendom sejatinya merupakan otobiografi keluarga yang merekam perjuangan keluar dari kemiskinan melalui pendidikan yang oleh Heidi disebut sebagai “Kurikulum Langit”.

Namun dinamika yang terjadi di Ranowangko membuat karya ini berkembang menjadi lebih dari sekadar catatan masa lalu.

Ia berubah menjadi dokumentasi hidup tentang pergulatan, harapan, dan proses demokrasi di tingkat akar rumput.

Dalam wawancara tersebut, Heidi menegaskan bahwa hasil pemilihan bukanlah inti dari cerita yang ingin ia abadikan. Baginya, proses jauh lebih penting daripada hasil akhir.

“Terpilih atau tidak, itu bukan poin utama. Yang ingin saya rekam adalah bagaimana seorang petani yang sederhana bisa didorong oleh rakyat untuk memimpin. Itu nilai yang jauh lebih besar,” ujarnya.

Penundaan peluncuran buku tidak mengubah komitmen utama yang telah ia tetapkan sejak awal.

Heidi memastikan bahwa seluruh hasil penjualan novel Heski Hendom akan disumbangkan untuk pembangunan Desa Ranowangko.

Dalam perbincangan itu, ia juga memaparkan proyeksi ekonomi dari karya tersebut yang dinilai cukup signifikan.

“Kalau buku ini bisa masuk ke ribuan sekolah di Sulawesi Utara, kita bicara potensi hingga Rp1,5 miliar. Ini bukan mimpi, ini hitungan realistis berbasis ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Ia menegaskan, konsep yang diusung bukanlah eksploitasi sumber daya alam, melainkan pembangunan berbasis gagasan dan literasi. Menurutnya, desa bisa tumbuh tanpa harus merusak lingkungan.

“Ini pembangunan tanpa harus mengeruk pasir laut atau menebang pohon. Kekuatan gagasan bisa menjadi sumber ekonomi baru,” tegas Heidi.

Visi yang dibangun pun tidak sederhana. Ia ingin menghadirkan efek yang serupa dengan Laskar Pelangi, sebuah karya yang mampu mengangkat daerah melalui kekuatan cerita dan literasi.

Ranowangko dibayangkan berkembang sebagai desa berbasis ekonomi kreatif, dengan wisata edukasi yang berangkat dari sejarah perjuangan keluarga hingga mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Di balik semua gagasan besar itu, Heidi menyadari bahwa seluruh pencapaiannya berakar dari kehidupan sederhana. Ayahnya adalah seorang petani yang merintis hidup dari rumah berdinding bambu, dengan kerja keras dan doa sebagai fondasi utama keluarga.

“Gelar yang saya raih tidak ada artinya dibanding peluh bapak di ladang dan doa ibu,” tuturnya.

Kini, Heski Hendom bukan lagi sekadar karya sastra. Ia telah menjelma menjadi catatan hidup yang masih terus ditulis, bukan hanya oleh penulisnya, tetapi oleh dinamika yang berkembang di tengah masyarakat Desa Ranowangko.

Peluncurannya mungkin tertunda, tetapi kisahnya justru sedang mencapai titik paling menentukan. Bab terakhirnya belum selesai dan akan ditentukan oleh pilihan rakyat.

  • Penulis: (**/ARP)
  • Editor: Christo Senduk

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Enam Oknum TNI AL Dicokok POMAL Pasca Penganiayaan Guru di Pelabuhan Talaud

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 609
    • 0Komentar

    TALAUD, PRONews5.com — Tekanan warga akhirnya memaksa aparat militer bertindak. Enam oknum anggota TNI Angkatan Laut dari Lanal Melonguane resmi ditahan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) setelah diduga mengeroyok seorang guru SMK, Berkam Saweduling, di Pelabuhan Umum Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis malam (22/1/2026). Penahanan dilakukan menyusul kemarahan masyarakat adat dan ratusan warga […]

  • Higienitas Diperketat, Distribusi MBG Dilarang Gunakan Kantong Plastik Sederhana

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 280
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat standar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya selama Ramadan 2026. Salah satu langkah strategis yang kini ditegaskan adalah pelarangan penggunaan kantong plastik sederhana dalam distribusi MBG. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari pengetatan higienitas dan jaminan mutu pangan bagi para penerima manfaat. Kepala BGN, […]

  • Lengser dari BGN dan Berujung Tersangka, Dadan Cs Tinggalkan Kesedihan bagi Prabowo

    Lengser dari BGN dan Berujung Tersangka, Dadan Cs Tinggalkan Kesedihan bagi Prabowo

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 312
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih saat harus mengganti jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk Dadan Hindayana dan dua wakil kepala badan tersebut yang kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Jakarta, Rabu (3/6/2026), […]

  • Paduan Suara ASM GMIM Sion Rambunan Tampil Memikat, Suara Merdu Bergema di Festival Anak Sinode 2026

    Paduan Suara ASM GMIM Sion Rambunan Tampil Memikat, Suara Merdu Bergema di Festival Anak Sinode 2026

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 367
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONews5.com – Paduan Suara Anak Sekolah Minggu (ASM) GMIM Sion Rambunan tampil memikat pada Festival Anak Sinode (FAS) GMIM 2026 yang berlangsung di Wilayah Sonder Satu, Kabupaten Minahasa, Jumat (3/7/2026). Penampilan mereka sukses menyedot perhatian dewan juri, tamu undangan, jemaat, serta ratusan peserta yang memadati ruang perlombaan. Membawakan lagu wajib “Mars Anak Sekolah Minggu […]

  • Jalan SBY Minut Dibiarkan Rusak, Korban Berjatuhan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 620
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com – Kerusakan parah Jalan Raya SBY di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, kembali menelan korban dan memicu kemarahan warga. Jalan berlubang yang dibiarkan bertahun-tahun tanpa perbaikan memadai itu viral di media sosial setelah sejumlah pengguna jalan mengalami kecelakaan, sementara warga menuding pemerintah daerah dan provinsi abai terhadap keselamatan publik, meski masyarakat rutin […]

  • Melepas Jabatan, Acel Mewengkang Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

    Melepas Jabatan, Acel Mewengkang Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 330
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com – Advokat muda asal Sulawesi Utara, Acel Mewengkang, mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan yang selama ini diemban. Informasi tersebut diketahui dari unggahan akun Instagram pribadinya yang dikutip media ini pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 10.00 Wita. Dalam unggahan tersebut, Acel menyatakan keputusan mundur dari jabatan diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga […]

expand_less