Hari Buruh 2026, Ketua SMSI Sulut Voucke Lontaan Soroti Kesejahteraan Pekerja Pers di Tengah Disrupsi
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
- visibility 257
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Utara, Drs. Voucke Lontaan (Foto:ist/dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO|Pronews5.com — Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Utara, Voucke Lontaan, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2026, seraya menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap kesejahteraan pekerja, khususnya insan pers di daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Lontaan di Sekretariat SMSI Sulut, kawasan Jalan Piere Tendean, Kelurahan Sario Tumpaan, Kecamatan Sario, Manado, Jumat (1/5/2026). Ia didampingi Sekretaris Jemmy Inkiriwang dan Bendahara Lucy Goni.
Dalam keterangannya, Lontaan menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh tidak boleh dimaknai sekadar seremoni tahunan, melainkan sebagai momentum refleksi atas perjuangan dan kontribusi pekerja di berbagai sektor.
“Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026. Pekerja adalah pilar utama pembangunan bangsa. Tanpa kerja keras dan dedikasi mereka, roda ekonomi tidak akan berjalan,” ujar Lontaan.
Ia secara khusus menyoroti posisi strategis pekerja media yang tidak hanya berperan dalam sektor ekonomi, tetapi juga menjadi penjaga demokrasi melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, di tengah arus digitalisasi yang semakin pesat, pekerja pers menghadapi tantangan kompleks, mulai dari tekanan profesional, disrupsi teknologi, hingga persoalan kesejahteraan yang belum merata.
“Pekerja pers di Sulawesi Utara harus mendapatkan perhatian serius, baik dari sisi perlindungan kerja, standar upah yang layak, maupun jaminan sosial. Tanpa itu, kualitas jurnalisme akan ikut terdampak,” tegasnya.
Lontaan menambahkan, transformasi digital menuntut insan media untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif. Namun di sisi lain, perusahaan media dan pemangku kebijakan diminta tidak mengabaikan aspek kesejahteraan pekerja.
“Di era digital, tuntutan semakin tinggi. Karena itu, keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan harus dijaga. Pemerintah, perusahaan media, dan organisasi pers harus hadir memastikan hak-hak pekerja terpenuhi,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap momentum Hari Buruh 2026 dapat memperkuat sinergi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam menciptakan iklim kerja yang adil, aman, dan berkelanjutan, termasuk di sektor media siber.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghargai peran pekerja, khususnya jurnalis, sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi publik yang kredibel.
“Semoga semangat Hari Buruh menjadi pengingat bahwa kesejahteraan pekerja, termasuk pekerja pers, adalah kunci kemajuan daerah dan bangsa,” pungkasnya.
- Penulis: (**/ARP)
- Editor: Christo Senduk



Saat ini belum ada komentar