Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » MDT Peringatkan Kapolres Jangan Jadi Pelindung Mafia Tanah

MDT Peringatkan Kapolres Jangan Jadi Pelindung Mafia Tanah

  • account_circle (**/VIC)
  • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
  • visibility 293
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, PRONEWS5.COM— Anggota Komisi III DPR RI Martin Daniel Tumbelaka (MDT) mengingatkan seluruh jajaran kepolisian, terutama para Kapolres, agar tidak memberi ruang bagi praktik mafia tanah maupun keterlibatan oknum aparat sebagai pelindung aktivitas tersebut.

Peringatan itu disampaikan MDT pada Rabu (7/10/2026) di tengah masih banyaknya pengaduan masyarakat terkait konflik dan dugaan kejahatan pertanahan yang membutuhkan kepastian serta perlindungan hukum dari aparat negara.

MDT menegaskan, kepolisian memiliki posisi strategis dalam memastikan proses penegakan hukum di bidang pertanahan berjalan objektif.

Karena itu, setiap anggota Polri yang terbukti memberikan perlindungan, fasilitas, atau bantuan kepada pihak yang menjalankan praktik mafia tanah harus dikenai tindakan sesuai ketentuan hukum dan mekanisme disiplin maupun etik yang berlaku.

“Para Kapolres di seluruh Indonesia saya ingatkan, jangan sampai ada anggota yang menjadi beking mafia tanah. Kalau terbukti, tindak tegas,” tegas MDT.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks perhatian Komisi III DPR RI terhadap berbagai persoalan hukum yang dihadapi masyarakat, termasuk pengaduan mengenai sengketa penguasaan tanah, keabsahan dokumen pertanahan, serta dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam proses penyelesaian perkara.

Menurut MDT, persoalan pertanahan tidak semata-mata berkaitan dengan kepemilikan administratif, tetapi juga menyangkut perlindungan hak warga negara.

Aparat penegak hukum, kata dia, harus memastikan setiap laporan diperiksa berdasarkan bukti dan prosedur hukum, bukan berdasarkan kekuatan ekonomi, hubungan kekuasaan, ataupun pengaruh pihak tertentu.

Ia secara khusus menyoroti posisi masyarakat yang telah memiliki sertifikat tanah sebagai dokumen legal yang semestinya memperoleh perlindungan hukum.

Sertifikat, menurut MDT, tidak boleh dengan mudah dikesampingkan melalui klaim sepihak atau penggunaan dokumen yang keabsahannya masih harus diuji.

Karena itu, apabila terdapat laporan mengenai dugaan praktik mafia tanah, proses pemeriksaan harus dilakukan secara profesional dengan menelusuri asal-usul hak, riwayat penguasaan, dokumen pertanahan, serta pihak-pihak yang memperoleh manfaat dari suatu transaksi atau penguasaan tanah.

MDT juga mengaitkan penguatan pengawasan internal tersebut dengan kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Ia berharap agenda pembenahan institusi Polri diterjemahkan sampai ke tingkat kewilayahan sehingga tidak terdapat ruang bagi penyalahgunaan kewenangan oleh oknum anggota.

Dalam perspektif penegakan hukum, keterlibatan aparat sebagai pelindung praktik ilegal bukan hanya berpotensi merusak proses penyelidikan dan penyidikan, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Karena itu, MDT mendorong para Kapolres melakukan pengawasan melekat terhadap personel di wilayah masing-masing serta memastikan setiap laporan masyarakat mengenai dugaan mafia tanah ditangani berdasarkan fakta, alat bukti, dan ketentuan perundang-undangan.

Ia menekankan, pemberantasan mafia tanah tidak cukup dilakukan melalui penindakan terhadap pelaku di lapangan.

Penegakan hukum juga harus mampu mengidentifikasi kemungkinan adanya pihak yang memberikan akses, perlindungan, informasi, atau kemudahan kepada aktivitas yang diduga melanggar hukum.

“Kalau ada anggota yang terbukti terlibat, jangan dilindungi. Proses sesuai aturan,” tegas MDT.

Sikap tersebut sekaligus menempatkan persoalan mafia tanah sebagai isu yang membutuhkan kolaborasi antara aparat penegak hukum, instansi pertanahan, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Setiap dugaan pelanggaran tetap harus dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku, sementara hak masyarakat atas kepastian hukum wajib mendapatkan perlindungan negara.

  • Penulis: (**/VIC)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Limbah Tong Pengolahan Emas Ilegal di Boltim Cemari Sungai Mo’ayat, Warga Minta Polisi Bertindak

    Diduga Limbah Tong Pengolahan Emas Ilegal di Boltim Cemari Sungai Mo’ayat, Warga Minta Polisi Bertindak

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 369
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU, PRONews5.com – Warga pemilik tambak ikan di wilayah Kobo Kecil dan Poyowa Besar, Kota Kotamobagu, meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), segera menertibkan aktivitas pengolahan emas ilegal sistem tong yang beroperasi di kawasan Jalan Baru, Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag. Permintaan itu disampaikan menyusul kekhawatiran masyarakat terhadap dugaan pencemaran Sungai Mo’ayat […]

  • Misteri Kematian Nelayan di Sitaro, Polisi Temukan 3 Ton Diduga Sianida di Perahu

    Misteri Kematian Nelayan di Sitaro, Polisi Temukan 3 Ton Diduga Sianida di Perahu

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle (**/Frank)
    • visibility 287
    • 0Komentar

    SITARO, PRONews5.com — Misteri kematian seorang nelayan asal Kabupaten Kepulauan Sangihe, Junior Kristianus Darui (64), mulai mengarah pada dugaan praktik penyelundupan bahan berbahaya lintas negara. Saat aparat kepolisian mengevakuasi jenazah korban di pesisir Kampung Balirangen Lindongan III, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (19/5/2026) dini hari, polisi justru menemukan 60 […]

  • Hercules Buka Suara Soal Kerusuhan Pejompongan

    Hercules Buka Suara Soal Kerusuhan Pejompongan

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 377
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (DPP GRIB Jaya), Rosario de Marshall alias Hercules, membantah keterlibatan organisasinya dalam kerusuhan yang terjadi setelah demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026) malam. Hercules memberikan klarifikasi pada Senin (31/8/2026) setelah video yang memperlihatkan dirinya berada di tengah situasi tegang beredar […]

  • Breaking News: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia Dini Hari

    Breaking News: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia Dini Hari

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 393
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Dunia jurnalistik Indonesia berduka. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) dini hari pukul 00.05 WIB di RS Budi Kemuliaan, Jakarta, setelah mengalami serangan jantung. Kabar wafatnya Zulmansyah Sekedang juga dibenarkan oleh salah satu orang terdekat almarhum, Mercys Loho. Ia memastikan informasi tersebut setelah […]

  • PRABOWO SUBIANTO DAN MINAHASA–SULAWESI UTARA

    Prabowo Subianto dan Minahasa–Sulawesi Utara

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Oleh: Markus Wauran Presiden Prabowo Subianto (selanjutnya ditulis Prabowo) adalah keturunan Jawa–Minahasa. Ayah Prabowo bernama Sumitro Djojohadikusumo, asal Kebumen, Jawa Tengah, dan ibunya bernama Dora Marie Sigar, asal Langowan, Minahasa, Sulawesi Utara. Saat Prabowo menjadi calon Presiden R.I. periode 2024–2029, muncul rasa kebanggaan dari rakyat Minahasa–Sulawesi Utara, karena dalam sejarah Republik Indonesia sesudah merdeka, baru […]

  • Aris Sanda Tewas Terbakar Usai Disandera OPM Warganet Desak Prabowo Bertindak

    Aris Sanda Tewas Terbakar Usai Disandera OPM Warganet Desak Prabowo Bertindak

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 126
    • 0Komentar

    JAYAWIJAYA, PRONEWS5.COM – Kematian Aris Sanda alias Bapak Tasya, sopir lajuran asal Toraja, setelah ditemukan meninggal dunia bersama kendaraan yang terbakar di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan, memicu desakan keras di ruang digital agar pemerintah mengambil langkah tegas terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat. Aris ditemukan oleh personel Komando Operasi TNI Habema pada Rabu (16/9/2026), […]

expand_less