Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Ternyata Ini Alasan Giselle Lontaan Tolak Alat Berat di Mintu, Singgung Nepal

Ternyata Ini Alasan Giselle Lontaan Tolak Alat Berat di Mintu, Singgung Nepal

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 271
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BOLTIM, PRONEWS5.COM — Ternyata ada alasan serius di balik sikap tegas Sangadi Atoga Timur, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Giselle Lontaan, yang menolak keberadaan alat berat di Perkebunan Mintu.

Giselle mengaku khawatir kondisi kawasan Mintu yang berada di antara lereng terjal dan aliran Kuala Mintu dapat membahayakan masyarakat, terutama ketika musim hujan tiba.

Melalui akun Facebook miliknya, Minggu (30/8/2026), Giselle bahkan menyinggung bencana banjir bandang dan longsor di kawasan Himalaya yang melanda wilayah Nepal dan Tibet.

“Nda ada yang suka mo terjadi bencana. Torang berdoa jangan sampe terjadi sama deng di Sumatra deng Nepal,” tulis Giselle.

Kekhawatiran itu bukan berarti dirinya ingin menghentikan mata pencaharian masyarakat. Giselle menegaskan warga yang selama ini bekerja secara manual di kawasan tambang hanya berupaya mencari nafkah.

Namun, menurutnya, penggunaan alat berat dengan aktivitas penggalian dan pembukaan kawasan memiliki risiko berbeda terhadap kondisi lingkungan serta keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Kuala Mintu.

Bencana yang disinggung Giselle kini telah berkembang menjadi salah satu bencana besar di kawasan Himalaya.

Banjir bandang yang dipicu keruntuhan gletser pada 26 Agustus 2026 menerjang wilayah Nepal dan Tibet.

Hingga 1 September, sedikitnya 987 orang dilaporkan meninggal di Nepal dan 16 orang di Tibet, sementara 3.916 orang masih hilang di Nepal dan 546 orang di Tibet.

Artinya, korban meninggal telah menembus lebih dari 1.000 orang, sementara lebih dari 4.400 orang masih dalam daftar hilang.

Giselle tidak menyamakan kondisi Mintu dengan bencana Himalaya tersebut.

Ia menggunakan tragedi itu sebagai pengingat bahwa risiko bencana harus diantisipasi sebelum musim hujan datang.

“Dri klu m terjadi so nda ada yang mo tanggung jawab.

Selain torang berdoa tentunya musti berusaha lagi, dari blum musim ujang ini. Kalu so musim ujang so musti waspada,” tulisnya.

Sikap Giselle sebelumnya terlihat saat mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Perkebunan Mintu, Kamis (27/8/2026).

Di lokasi tersebut terdapat dua alat berat jenis ekskavator yang tengah melakukan aktivitas penggalian material.

Giselle kemudian menegur operator dan meminta kegiatan dihentikan.

Dalam video yang diunggahnya di media sosial, ia bahkan mengambil kunci dua alat berat tersebut.

Ia juga meminta aparat kepolisian turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi kawasan dan memeriksa aktivitas yang berlangsung.

“Torang nyanda mo tutup org pe mata pencarian deng usaha, mar ini so membahayakan masyarakat sekitar, masih ilegal,” tulis Giselle.

Selain persoalan dugaan legalitas pertambangan, Giselle menyinggung adanya pembukaan kawasan hutan serta informasi mengenai klaim batas wilayah di sekitar Mintu.

Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian Polres Boltim.

Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan menegaskan laporan masyarakat maupun pemerintah desa terkait dugaan pelanggaran hukum akan ditindaklanjuti berdasarkan fakta dan bukti di lapangan.

“Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya aktivitas pertambangan yang tidak memiliki legalitas dan terpenuhi unsur pidananya, maka akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Kapolres.

Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, objektif dan berdasarkan alat bukti yang sah.

“Kami tidak akan pandang bulu. Tetapi semuanya harus berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti.

Kalau terbukti melakukan pelanggaran pidana, tentu akan kami tindak sesuai hukum,” ujarnya.

Kini, persoalan Mintu tidak hanya menyangkut aktivitas pertambangan.

Status kawasan, legalitas kegiatan, penggunaan alat berat serta potensi dampaknya terhadap lingkungan dan keselamatan warga menjadi hal yang perlu dipastikan melalui pemeriksaan di lapangan.

Bagi Giselle, pencegahan harus dilakukan sebelum risiko berubah menjadi bencana.

“Intinya qt pe anak, orang tua deng sudara-sudara deng masyarakat wil Motongkad itu hidop di muara Kuala Mintu. Jangan sampe mo jadi korban,” tegasnya.

  • Penulis: (**/ARP)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prediksi Besok: Prancis atau Inggris, Siapa Finis di Posisi Ketiga Piala Dunia 2026?

    Prediksi Besok: Prancis atau Inggris, Siapa Finis di Posisi Ketiga Piala Dunia 2026?

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 180
    • 0Komentar

    PRONEWS5.COM – Perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Timnas Prancis melawan Timnas Inggris pada Minggu, 19 Juli 2026. Duel yang berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami, Florida, diperkirakan berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama ingin menutup turnamen dengan kemenangan sekaligus membawa pulang medali perunggu. Kick-off dijadwalkan pukul 04.00 WIB atau 05.00 WITA. Meski […]

  • Tim MLBB Polres Kotamobagu Juara Kapolda Cup 2026, Wakili Polda Sulut di Kapolri Cup Nasional

    Tim MLBB Polres Kotamobagu Juara Kapolda Cup 2026, Wakili Polda Sulut di Kapolri Cup Nasional

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 256
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU, PRONEWS5.COM – Tim Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Polres Kotamobagu berhasil meraih Juara I Kapolda Cup 2026 usai menaklukkan tim Polres Minahasa pada partai final yang berlangsung di Markas Polda Sulawesi Utara. Kemenangan tersebut memastikan tim e-sport Polres Kotamobagu menjadi wakil resmi Polda Sulawesi Utara pada ajang Kapolri Cup 2026 tingkat nasional yang dijadwalkan […]

  • Ditresnarkoba Polda Lampung Ungkap Peredaran Sabu 17,29 Kg di Jalur Penyeberangan Sumatera- Jawa

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 332
    • 0Komentar

    LAMPUNG, PRONews5.com — Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 17,29 kilogram di Exit Tol Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan seorang tersangka berinisial MA (25), warga Lumajang, Jawa Timur. Direktur Resnarkoba Polda Lampung AKBP Dwi Handono Prasanto mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat […]

  • Polres Tomohon Bongkar Pencurian Cengkih Rp600 Juta, Otak Pelaku Diduga Anak Korban Sendiri

    Polres Tomohon Bongkar Pencurian Cengkih Rp600 Juta, Otak Pelaku Diduga Anak Korban Sendiri

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle [**/VIC]
    • visibility 1.166
    • 0Komentar

    TOMOHON — Kasus pencurian cengkih dengan nilai fantastis, ditaksir lebih dari Rp600 juta, berhasil diungkap jajaran Polres Tomohon. Mengejutkan, otak pelaku dalam perkara ini diduga merupakan anak dari korban sendiri, seorang tokoh gereja ternama di Sulawesi Utara. Peristiwa tersebut terjadi di rumah milik mantan Ketua BPMS GMIM periode 2014–2018, Pdt. Dr. Henny Sumakul, Th.M, yang […]

  • 9 Pejabat Diperiksa 12 Jam! INAKOR Desak Polda Sulut Tuntaskan Kasus MEP GMIM: Jika Terbukti Tangkap!

    9 Pejabat Diperiksa 12 Jam! INAKOR Desak Polda Sulut Tuntaskan Kasus MEP GMIM: Jika Terbukti Tangkap!

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 305
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM – Lembaga Swadaya Masyarakat Independen Nasionalis Anti Korupsi (INAKOR) Sulawesi Utara mendesak Polda Sulut menuntaskan pengusutan dugaan penyimpangan proyek Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing (MEP) Mission Center GMIM pada Dinas PUPR Sulut. INAKOR meminta penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Sulut tidak berhenti pada pemeriksaan saksi, tetapi mengurai seluruh rangkaian proyek berdasarkan […]

  • PRABOWO SUBIANTO DAN MINAHASA–SULAWESI UTARA

    Prabowo Subianto dan Minahasa–Sulawesi Utara

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Oleh: Markus Wauran Presiden Prabowo Subianto (selanjutnya ditulis Prabowo) adalah keturunan Jawa–Minahasa. Ayah Prabowo bernama Sumitro Djojohadikusumo, asal Kebumen, Jawa Tengah, dan ibunya bernama Dora Marie Sigar, asal Langowan, Minahasa, Sulawesi Utara. Saat Prabowo menjadi calon Presiden R.I. periode 2024–2029, muncul rasa kebanggaan dari rakyat Minahasa–Sulawesi Utara, karena dalam sejarah Republik Indonesia sesudah merdeka, baru […]

expand_less