Prancis Terlalu Tangguh, Irak Pulang dengan Kekalahan Telak 3-0
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
- visibility 168
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kylian Mbappé merayakan gol pembuka yang dicetaknya ke gawang Irak pada laga Grup I Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Lincoln Financial Field, Pennsylvania, Selasa (23/6/2026). Mbappé mencetak dua gol dan membawa Prancis menang meyakinkan 3-0 atas Irak. (Foto: Tangkapan Layar Siaran Resmi FIFA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PENNSYLVANIA, PRONews5.com – Timnas Prancis menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia setelah menundukkan Irak dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga Grup I Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Lincoln Financial Field, Pennsylvania, Selasa (23/6/2026).
Dua gol kapten tim Kylian Mbappé dan satu gol Ousmane Dembélé memastikan Les Bleus meraih tiga poin penting sekaligus mempertegas dominasi mereka di fase grup. Kemenangan ini juga memperlihatkan superioritas Prancis dari sisi kualitas individu, organisasi permainan, hingga efektivitas serangan.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Prancis langsung mengambil alih kendali pertandingan. Skuad asuhan Didier Deschamps tampil agresif dengan tekanan tinggi yang membuat Irak kesulitan mengembangkan permainan.
Tanda-tanda dominasi Prancis terlihat sejak menit keenam ketika gelandang Irak, Amir Al-Ammari, menerima kartu kuning akibat pelanggaran keras saat berupaya menghentikan aliran serangan lawan.
Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-14. Michael Olise yang tampil impresif di sisi sayap mengirim umpan matang ke kotak penalti. Kylian Mbappé yang lolos dari pengawalan bek Irak dengan tenang menaklukkan kiper Jalal Hassan dan membawa Prancis unggul 1-0.
Tertinggal satu gol membuat Irak mencoba mengubah strategi. Pelatih Jesus Casas bahkan menarik keluar striker utama Aymen Hussein pada menit ke-26 dalam upaya mencari keseimbangan permainan. Namun perubahan tersebut tidak banyak membantu. Hingga turun minum, Prancis tetap memegang kendali dan mempertahankan keunggulan.
Memasuki babak kedua, tekanan Les Bleus semakin sulit dibendung. Kombinasi permainan cepat di lini tengah yang dikomandoi Manu Koné dan Adrien Rabiot membuat Irak lebih banyak bertahan.
Gol kedua Prancis tercipta pada menit ke-54. Mbappé kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia dengan memanfaatkan skema serangan rapi yang membelah pertahanan Irak. Gol tersebut sekaligus menjadi gol keduanya pada pertandingan ini.
Irak yang mencoba mengandalkan serangan balik tidak mampu menembus kokohnya lini pertahanan Prancis yang dikawal William Saliba dan Dayot Upamecano.
Penderitaan Singa Mesopotamia semakin lengkap pada menit ke-66. Ousmane Dembélé mencatatkan namanya di papan skor setelah memaksimalkan peluang di dalam kotak penalti. Gol tersebut mengubah skor menjadi 3-0 sekaligus memastikan kemenangan Prancis.
Setelah unggul tiga gol, Deschamps melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga kebugaran skuad. Michael Olise dan Dembélé ditarik keluar, sementara sejumlah pemain muda mendapat kesempatan tampil.
Hingga wasit meniup peluit panjang, Irak tidak mampu menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang Mike Maignan.
Secara statistik, kemenangan Prancis sangat layak. Les Bleus mencatatkan 56 persen penguasaan bola berbanding 44 persen milik Irak.
Prancis juga melepaskan 19 tembakan dengan lima mengarah tepat ke gawang, sementara Irak hanya mampu menciptakan empat percobaan tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.
Keunggulan kualitas permainan juga terlihat dari akurasi operan Prancis yang mencapai 91 persen, lebih baik dibandingkan Irak yang mencatat 86 persen.
Laga ini memperlihatkan kedalaman skuad Prancis yang sangat merata di semua lini. Kecepatan Mbappé, kreativitas Olise, serta mobilitas Dembélé menjadi kombinasi yang sulit dihentikan pertahanan Irak.
Di sisi lain, Irak terlihat kesulitan menghadapi intensitas permainan tinggi yang diterapkan Prancis. Minimnya kreasi peluang dan ketidakmampuan menembus lini belakang Saliba-Upamecano menjadi faktor utama kegagalan mereka mencuri poin.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Prancis masih menjadi salah satu favorit utama untuk melangkah jauh dalam perburuan trofi Piala Dunia FIFA 2026.
Susunan Pemain
Prancis (4-2-3-1): Maignan; Koundé (Gusto 82′), Upamecano, Saliba, Digne; Koné, Rabiot; Olise (Cherki 67′), Dembélé (Doué 67′), Barcola (Akliouche 82′); Mbappé (Thuram 90′).
Irak (4-5-1): Basil; H. Ali, Tahseen (Sulaka 59′), Hashim, Doski; Bayesh (Farji 68′), Ismael (Amyn 59′), Al-Ammari (Sher 67′), Iqbal, Qasem; Hussein (Al-Hamadi 26′).
Berikut naskah berita yang telah disusun ulang dengan gaya media online profesional, struktur piramida terbalik, analisis pertandingan, serta elemen SEO lengkap.
Judul Alternatif:
Mbappé Bersinar, Prancis Hancurkan Irak 3-0
Prancis Terlalu Tangguh, Irak Dipaksa Menyerah 0-3
Les Bleus Mengamuk, Irak Tak Berkutik di Pennsylvania
Mbappé Cetak Brace, Prancis Melaju Mulus di Grup I
Dominasi Total Prancis, Irak Pulang dengan Kekalahan Telak
[**/GAB]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar