Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Beda Nasib Penegakan Hukum: Kompol Cosmas Tak Sengaja Lindas Ojol Langsung Dipecat, Penembakan Warga Basaan oleh Brimob Polda Sulut Justru SP3

Beda Nasib Penegakan Hukum: Kompol Cosmas Tak Sengaja Lindas Ojol Langsung Dipecat, Penembakan Warga Basaan oleh Brimob Polda Sulut Justru SP3

  • account_circle Red Pronews
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 302
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MANADO, PRONews5.com – Perbedaan penanganan dua kasus yang sama-sama melibatkan anggota kepolisian kembali menjadi perbincangan. Di satu sisi, Kompol Cosmas yang terlibat kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan pengemudi ojek online meninggal dunia diproses hingga berujung pemecatan.

Di sisi lain, kasus penembakan yang menewaskan warga Basaan, Kabupaten Minahasa Tenggara, almarhum Fedro Tongkotow, justru berakhir dengan penghentian penyidikan.

Kasus Fedro Tongkotow terjadi pada 10 Maret 2025 di kawasan tambang Alason, Ratatotok, Minahasa Tenggara.

Peristiwa tersebut sempat menyita perhatian luas karena menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dan menyeret nama anggota Brimob Polda Sulawesi Utara yang berada di lokasi kejadian.

Perkara itu kemudian ditangani aparat penegak hukum dan tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/18/III/2025/Sek-Rtk/Res-Mitra/Polda Sulut. Namun setelah hampir satu tahun berjalan, penyidik menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Nomor: SPPP/01/I/2026/Dit Reskrimum Polda Sulut tertanggal 12 Januari 2026.

Keputusan penghentian penyidikan tersebut memunculkan pertanyaan dari keluarga korban serta sejumlah pegiat anti mafia tambang.

Mereka mempertanyakan alasan perkara yang menyebabkan kematian seseorang tidak berlanjut ke proses hukum berikutnya.

Di sisi lain, publik juga menyoroti penanganan kasus Kompol Cosmas yang tetap diproses melalui mekanisme hukum dan kode etik hingga berujung pada sanksi tegas berupa pemberhentian dari institusi Polri.

Perbandingan dua perkara tersebut memunculkan diskusi mengenai konsistensi penegakan hukum dan prinsip persamaan di hadapan hukum.

“Yang menjadi pertanyaan bukan sekadar siapa pelakunya, tetapi bagaimana standar penegakan hukum diterapkan.

Ketika satu kasus diproses sampai tuntas sementara kasus lain dihentikan, tentu masyarakat membutuhkan penjelasan yang terang,” ujar seorang pegiat anti mafia tambang di Sulawesi Utara.

Keluarga Fedro Tongkotow mengaku kecewa atas penghentian penyidikan tersebut.

Mereka menilai masih terdapat sejumlah pertanyaan yang belum terjawab terkait peristiwa yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka.

“Yang kami cari adalah kejelasan dan keadilan. Kami ingin mengetahui secara terbuka dasar penghentian perkara ini,” kata salah satu anggota keluarga korban.

Menanggapi polemik tersebut, Polda Sulawesi Utara menegaskan bahwa mekanisme hukum masih tersedia bagi pihak yang tidak menerima keputusan penghentian penyidikan.

Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., melalui Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol. Dr. Alamsyah Parulian Hasibuan, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pihak yang keberatan dapat mengajukan gelar perkara khusus maupun praperadilan.

“Bila ada ketidakjelasan dalam penanganan perkara atau terkait penerbitan SP3 oleh penyidik, dapat dilakukan langkah-langkah hukum berupa permintaan gelar perkara khusus kepada Ditreskrimum agar perkara semakin jelas dan transparan.

Selain itu dapat pula mengajukan praperadilan untuk menguji sah atau tidaknya penerbitan SP3,” ujar Alamsyah kepada PRONews5.com, Kamis (4/6/2026).

Pernyataan tersebut membuka peluang bagi keluarga korban untuk menempuh jalur hukum guna menguji keputusan penghentian penyidikan yang telah diterbitkan penyidik.

Selain mempersoalkan SP3, sejumlah pegiat anti mafia tambang juga meminta aparat membuka secara transparan seluruh fakta yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan di kawasan Alason, Ratatotok, termasuk pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas tambang di lokasi tersebut.

Mereka menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum hanya dapat terjaga apabila setiap perkara ditangani secara transparan, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan publik.

Hingga saat ini, penghentian penyidikan kasus tewasnya Fedro Tongkotow masih menyisakan tanda tanya bagi keluarga korban.

Dengan terbukanya jalur praperadilan dan gelar perkara khusus, perhatian kini tertuju pada langkah hukum lanjutan yang akan ditempuh untuk menguji keputusan tersebut.

[**/ARP]

  • Penulis: Red Pronews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Kotamobagu Rangkul Tahanan Lewat Buka Puasa Bersama

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 373
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU, PRONews5.com – Kapolres Kotamobagu, Irwanto, menggelar kegiatan buka puasa bersama para tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Kotamobagu, Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan, sebagai bagian dari pembinaan rohani selama bulan suci Ramadan. Kegiatan diawali dengan ceramah singkat atau kultum menjelang waktu berbuka yang diikuti oleh para tahanan. Dalam […]

  • Proyek Jalan Nasional Rp63,6 Miliar di Sulut Disorot: Dugaan Kualitas Buruk, APH Diminta Turun Tangan

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com — Proyek preservasi jalan nasional di wilayah Sulawesi Utara dengan nilai anggaran Rp63.634.392.000 (SBSN TA 2025–2026) menuai perhatian masyarakat. Pekerjaan yang berada di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut itu diduga tidak memenuhi standar teknis, menyusul temuan di lapangan dan keluhan warga terkait kualitas jalan yang dinilai berpotensi cepat rusak. Perhatian ini […]

  • Program Kampung Nelayan Merah Putih Perkuat Kesejahteraan Nelayan di Pesisir Papua

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Papua — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Papua menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Program ini dirancang untuk memaksimalkan potensi kelautan Papua yang dikenal memiliki wilayah perairan luas dan sumber daya ikan melimpah. Melalui pembangunan yang terencana dan terintegrasi, pemerintah berupaya menjadikan sektor perikanan sebagai […]

  • Produk Koperasi Desa Merah Putih Tembus Ekspor, Ekonomi Desa Kian Menguat

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih yang mencatatkan ekspor perdana pada awal tahun 2026. Capaian tersebut menjadi indikator nyata meningkatnya daya saing produk desa sekaligus bukti bahwa program penguatan ekonomi berbasis koperasi berjalan efektif dan terarah. Ekspor perdana dilakukan oleh Koperasi Desa Merah Putih Awunio, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, […]

  • Rp1 Triliun Disita Kejagung Dugaan Korupsi Kawasan Hutan Lampung Dibongkar

    Rp1 Triliun Disita Kejagung Dugaan Korupsi Kawasan Hutan Lampung Dibongkar

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 72
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM – Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan tebu di Lampung memasuki tahap pendalaman. Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung menerima sekaligus menyita penitipan uang senilai Rp1.003.184.000.000 dan USD166.000 dari PT PSMI sebagai bagian dari proses pemulihan kerugian keuangan negara. […]

  • Kapolres Boltim Tegaskan Personel Jaga Integritas dan Citra Polri Jelang Hari Bhayangkara ke-80

    Kapolres Boltim Tegaskan Personel Jaga Integritas dan Citra Polri Jelang Hari Bhayangkara ke-80

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 213
    • 0Komentar

    BOLTIM, PRONews5.com – Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si., menegaskan kepada seluruh personel Polres Boltim untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan nama baik institusi Polri dengan menghindari berbagai bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng citra Korps Bhayangkara. Penegasan tersebut disampaikan Kapolres saat memimpin apel pagi yang diikuti seluruh personel Polres Boltim di […]

expand_less