Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Kasus Warga Tewas Ditembak Brimob di Tambang Ilegal WNA Dihentikan, Komisi III DPR RI Angkat Bicara

Kasus Warga Tewas Ditembak Brimob di Tambang Ilegal WNA Dihentikan, Komisi III DPR RI Angkat Bicara

  • account_circle Red Pronews
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 529
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MANADO, PRONews5.com – Penghentian penyidikan kasus penembakan yang menewaskan warga Basaan, Kabupaten Minahasa Tenggara, almarhum Fedro Tongkotow, di kawasan tambang Alason, Ratatotok, kembali memunculkan pertanyaan.

Perkara yang sempat menyita perhatian karena diduga melibatkan anggota Brimob dan aktivitas tambang ilegal itu kini resmi dihentikan melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Berdasarkan dokumen yang diperoleh, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Utara menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan Nomor: SPPP/01/I/2026/Ditreskrimum Polda Sulut tertanggal 12 Januari 2026.

Keputusan tersebut membuat keluarga korban dan sejumlah pihak mempertanyakan dasar hukum penghentian perkara yang terjadi pada 10 Maret 2025 tersebut.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Martin Daniel Tumbelaka, meminta agar penghentian penyidikan dijelaskan secara terbuka dan dapat
dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kasus ini sejak awal menjadi perhatian kami di Komisi III karena menyangkut hilangnya nyawa seseorang dan dugaan keterlibatan aparat.

Penghentian penyidikan harus disertai alasan yang jelas, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” kata Tumbelaka.

Menurutnya, penjelasan yang lengkap sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum, terutama dalam perkara yang menyebabkan seseorang kehilangan nyawa.

“Jika memang dihentikan, maka harus dijelaskan secara komprehensif apa dasar hukumnya.

Jangan sampai muncul berbagai penafsiran di tengah masyarakat. Prinsip keadilan harus dirasakan oleh semua pihak, khususnya keluarga korban,” ujarnya.

Selain menyinggung penghentian penyidikan, Tumbelaka juga mengingatkan agar aparat tidak mengabaikan aktivitas pertambangan ilegal yang disebut-sebut menjadi latar belakang peristiwa tersebut.

Ia menilai praktik pertambangan tanpa izin harus ditindak tegas karena berpotensi menimbulkan konflik dan persoalan hukum lainnya.

“Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada satu aspek saja. Aktivitas tambang ilegal yang menjadi latar belakang peristiwa ini juga harus ditindak secara serius agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” katanya.

Peristiwa penembakan yang menewaskan Fedro Tongkotow terjadi pada 10 Maret 2025 di kawasan tambang Alason, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Kasus tersebut kemudian tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/18/III/2025/Sek-Rtk/Res-Mitra/Polda Sulut.

Sejak awal, perkara ini menarik perhatian karena terjadi di area pertambangan yang diduga beroperasi tanpa izin dan disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas sejumlah warga negara asing.

Dugaan keterlibatan aparat dalam insiden tersebut juga membuat penanganannya mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan.

Namun setelah hampir satu tahun berjalan, penyidik memutuskan menghentikan perkara melalui penerbitan SP3.

Hingga kini, rincian pertimbangan hukum yang menjadi dasar penghentian penyidikan belum disampaikan secara terbuka.

Polda Sulut Belum Beri Penjelasan
Terkait perkembangan tersebut, Kapolda Sulawesi Utara saat ini dijabat oleh Roycke Harry Langie.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut, Alamsyah Parulian Hasibuan, telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (4/6/2026) malam.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi mengenai dasar hukum penerbitan SP3 maupun alasan penghentian penyidikan kasus tersebut.

Dengan belum adanya penjelasan resmi dari kepolisian, pertanyaan mengenai dasar penghentian perkara dan tindak lanjut penanganan aktivitas tambang ilegal di lokasi kejadian masih menunggu jawaban dari aparat penegak hukum.

[**/ARP]

  • Penulis: Red Pronews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Drag Race di Kotamobagu Berujung Maut, Mobil Peserta Hantam Penonton, 6 Orang Dilaporkan Tewas

    Drag Race di Kotamobagu Berujung Maut, Mobil Peserta Hantam Penonton, 6 Orang Dilaporkan Tewas

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 477
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU, PRONEWS5.COM – Ajang balap drag race dan drag bike di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (9/8/2026), berubah menjadi tragedi. Sebuah mobil peserta balap dilaporkan kehilangan kendali saat melaju dengan kecepatan tinggi menjelang ujung lintasan. Kendaraan tersebut kemudian keluar dari jalur dan menghantam sejumlah penonton yang berada di sekitar garis […]

  • Danantara Bidik Hunian MBR, Program 3 Juta Rumah Kian Dipacu

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Jakarta- Percepatan program 3 juta rumah kian terlihat setelah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersedia menyiapkan pembiayaan untuk pembangunan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dukungan investasi ini memperkuat komitmen pemerintahan Prabowo Subianto memperluas akses perumahan layak bagi masyarakat. Untuk diketahui, hunian vertical (rumah susun) rencananya dibangun di Kawasan Meikarta, Cikarang, Jawa Barat, seluas 30 hektare. […]

  • Koperasi Merah Putih Tara-Tara Dikebut TNI Warga Tetap Dukung Pembangunan

    Koperasi Merah Putih Tara-Tara Dikebut TNI Warga Tetap Dukung Pembangunan

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 108
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONEWS5.COM — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Tara-Tara 3, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon, terus didorong agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat. Dukungan terhadap percepatan pembangunan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Ibadah Syukur Mempercepat Pembangunan KDKMP Tara-Tara pada Rabu, 2 September 2026, sekitar pukul 09.26 WITA. Kegiatan berlangsung di lokasi pembangunan KDKMP Tara-Tara […]

  • Gubernur Yulius dan Istri Tampak Sedih, Lihat Darwin Muksin Berpulang

    Gubernur Yulius dan Istri Tampak Sedih, Lihat Darwin Muksin Berpulang

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 548
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONEWS5.COM – Suasana duka menyelimuti Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (8/8/2026), setelah Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara, Darwin Muksin, S.Sos., MM, meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami kondisi darurat medis di tengah rangkaian kegiatan Tournament of Flowers (ToF) 2026 di Kota Tomohon. Kabar duka tersebut membuat suasana pelaksanaan ToF 2026 berubah menjadi penuh […]

  • Presiden Prabowo: Peran BRICS Perkuat Suara Global South Bentuk Masa Depan Dunia

    Presiden Prabowo: Peran BRICS Perkuat Suara Global South Bentuk Masa Depan Dunia

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 70
    • 0Komentar

    NEW DELHI, PRONEWS5.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya penguatan suara negara-negara selatan global dalam menentukan arah pembangunan dunia. Menurut Presiden, BRICS memiliki peran strategis untuk menyatukan sekaligus memperkuat suara negara selatan global dalam membentuk masa depan. “Sebuah masa depan di mana ketangguhan melindungi pembangunan, inovasi memperluas peluang, kerja sama menghasilkan dampak nyata, […]

  • Erupsi Anak Krakatau Berakhir Setelah 25 Jam Status Siaga Tetap Berlaku

    Erupsi Anak Krakatau Berakhir Setelah 25 Jam Status Siaga Tetap Berlaku

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle (**/VAN)
    • visibility 155
    • 0Komentar

    LAMPUNG, PRONEWS5.COM — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih menjadi perhatian setelah gunung api tersebut mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam. Meski episode erupsi telah berakhir, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan status Gunung Anak Krakatau tetap Level III atau Siaga. Episode erupsi menerus tercatat mulai Jumat (4/9/2026) pukul […]

expand_less