Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Massa BMR “Mengamuk” di Kemendagri, Tuntut Sahkan RPP Petada dan Cabut Moratorium

Massa BMR “Mengamuk” di Kemendagri, Tuntut Sahkan RPP Petada dan Cabut Moratorium

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • visibility 238
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, PRONEWS5.COM — Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).

Aksi ini menjadi bentuk tekanan terbuka kepada pemerintah pusat agar segera mengambil keputusan terkait pemekaran daerah dan pengakuan masyarakat adat di wilayah BMR.

Aksi dilakukan oleh elemen masyarakat dari lima daerah di Bolaang Mongondow Raya.

Mereka menuntut pemerintah pusat segera mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penataan Daerah (Petada), menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Desa Adat (Desartada), serta mencabut moratorium pemekaran daerah yang dinilai menghambat pembentukan Provinsi BMR.

Demonstrasi berlangsung di depan pagar Kemendagri dengan pengawalan aparat kepolisian.

Dalam orasinya, massa menilai pemerintah pusat selama ini belum memberikan perhatian yang adil terhadap BMR. Mereka menyebut wilayah tersebut seolah diperlakukan sebagai “anak tiri” meski telah berkontribusi bagi negara sejak awal kemerdekaan.

Koordinator aksi, Parindo Potabuga, menegaskan bahwa secara historis BMR bukanlah wilayah kosong, melainkan memiliki sistem pemerintahan dan hukum adat yang telah lama berdiri.

“BMR memiliki sejarah sebagai entitas yang jelas secara wilayah, adat, dan hukum. Namun hingga kini, perhatian negara belum sebanding dengan kontribusi yang telah diberikan,” ujarnya.

Menurutnya, selama puluhan tahun masyarakat BMR tetap menunjukkan loyalitas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung pembangunan nasional. Namun, aspirasi pemekaran daerah dinilai terus tertunda tanpa kepastian.

Massa aksi menyoroti lambannya proses kebijakan di tingkat pusat.

Mereka menilai usulan pemekaran yang bertujuan mendekatkan pelayanan publik justru terhambat oleh kebijakan moratorium yang belum dicabut.

Selain itu, belum diterbitkannya regulasi terkait desa adat juga dianggap sebagai bentuk ketidakseriusan pemerintah dalam mengakui dan melindungi hak masyarakat adat.

“Pemerintah perlu memberikan kepastian hukum. Tanpa regulasi, pembangunan daerah dan penguatan adat akan terus tertinggal,” tegas salah satu orator.

Pantauan di lokasi menunjukkan aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan.

Massa membawa spanduk berisi tuntutan, serta melakukan orasi secara bergantian. Sempat terjadi aksi simbolik ketika salah satu peserta memanjat pagar kantor Kemendagri untuk menarik perhatian.

Meski demikian, situasi tetap terkendali dan tidak terjadi bentrokan.

Aliansi BMR juga menyampaikan peringatan keras agar pemerintah tidak terus mengabaikan aspirasi masyarakat. Mereka menegaskan bahwa kesabaran publik memiliki batas dan menuntut adanya respons konkret.

“Yang kami minta adalah keadilan dan kepastian. Kesetiaan masyarakat harus dijawab dengan kebijakan yang nyata,” ujar Parindo.

  • Penulis: (**/ARP)
  • Editor: Christo Senduk

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bareskrim Ambil Alih Tambang Ilegal Patung, Polda Sulut Selidiki Dugaan Keterlibatan PT BDL dalam Longsor Maut

    Bareskrim Ambil Alih Tambang Ilegal Patung, Polda Sulut Selidiki Dugaan Keterlibatan PT BDL dalam Longsor Maut

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 496
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU, PRONEWS5.COM – Penyelidikan tragedi tanah longsor di kawasan tambang emas ilegal Gunung Patung, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, yang menewaskan dua penambang, kini memasuki babak baru. Penanganan perkara tersebut resmi diambil alih oleh Bareskrim Polri dan Polda Sulawesi Utara, dengan fokus penyelidikan yang berbeda namun saling berkaitan. Langkah ini dilakukan menyusul dugaan […]

  • Lurah Istiqlal Dilaporkan ke Polda Sulut, JM Beri Klarifikasi

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 1.048
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com – Oknum Lurah Istiqlal berinisial JM dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulawesi Utara atas dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen tanah yang berujung pada sengketa lahan di wilayah Kecamatan Wenang, Kota Manado. Laporan tersebut dilayangkan oleh Fitriah Djibran, ahli waris dari almarhum Salim Wakid, pada Rabu (5/2/2026). Laporan resmi itu tercatat […]

  • Kominfo Minahasa Tegaskan Dana Publikasi Rp3 Miliar Sesuai Aturan, Bantah Isu “Media Siluman”

    Kominfo Minahasa Tegaskan Dana Publikasi Rp3 Miliar Sesuai Aturan, Bantah Isu “Media Siluman”

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 394
    • 0Komentar

    MINAHASA — Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Minahasa menegaskan bahwa pengelolaan dana jasa publikasi sebesar Rp3 miliar dilaksanakan sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah, sekaligus membantah informasi yang menyebut adanya praktik “media siluman”. Klarifikasi ini disampaikan Kepala Dinas Kominfo Minahasa, Ricky H. R. Laloan, SH, Kamis (2/4/2026). Kominfo […]

  • Sumatra Masuki Fase Pemulihan, Perbaikan Jalan dan Jembatan Mulai Dipercepat

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Oleh : Andi Nugroho Sumatra, dengan kekayaan alam dan keragaman budayanya, baru saja melewati periode yang penuh tantangan akibat rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah, terutama Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Banjir bandang dan longsor yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Tidak hanya ribuan rumah warga yang […]

  • Proyek Penerangan Jalan Desa Tanoyan Selatan Diduga Sarat Korupsi

    Proyek Penerangan Jalan Desa Tanoyan Selatan Diduga Sarat Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 492
    • 0Komentar

    BOLMONG|PRONews5.com — Dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) di Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), kembali mencuat. Setelah sebelumnya program pengadaan bibit kakao tahun anggaran 2025 diduga bermasalah dan kini dalam penyelidikan aparat penegak hukum, kini muncul dugaan baru pada kegiatan Penerangan Jalan Umum (PJU). Kegiatan PJU yang menelan anggaran kurang lebih Rp400 […]

  • Pemerintah Optimis Mampu Ciptakan 270.000 Lapangan Kerja Melalui Proyek Hilirisasi

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menyiapkan 18 proyek hilirisasi senilai Rp618 triliun. Proyek ini diharapkan dapat menciptakan 276.000 lapangan kerja berkualitas baru. Presiden menyampaikan keberadaan BP Danantara memiliki peran yang sangat strategis dalam mengelola aset negara. Dengan kecukupan yang dimiliki pemerintah tidak perlu meminta investasi dari luar negeri. “Kita punya kemampuan sekarang. Jadi […]

expand_less