Ini Alasan Neiby Lomban Maju Calon Hukum Tua Kayuroya: Tegaskan Panggilan Melayani, Bukan Berkuasa
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Senin, 20 Apr 2026
- visibility 837
- comment 0 komentar
- print Cetak

Neiby Emsye Lomban saat diwawancarai secara khusus oleh PRONEWS5.COM di Minahasa, membahas motivasi pencalonannya sebagai bakal calon Hukum Tua Desa Kayuroya serta komitmennya untuk melayani masyarakat. (Foto: Ist/Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, PRONEWS5.COM — Kontestasi Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Kayuroya, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, mulai menghangat dengan munculnya sejumlah bakal calon.
Salah satu yang menyita perhatian publik adalah Neiby Emsye Lomban (NEL), yang resmi mendaftarkan diri pada Sabtu (18/4/2026) sore.
Kehadiran Neiby di lokasi pendaftaran sekitar pukul 17.30 WITA berlangsung penuh haru.
Ia datang bersama keluarga inti suami dan anak-anak serta diiringi ratusan warga yang menyatakan dukungan.
Momen tersebut diawali doa bersama, sebagai simbol harapan masyarakat terhadap kepemimpinan yang dinilai dekat dengan rakyat.
Tegaskan Niat: Melayani, Bukan Berkuasa
Dalam wawancara khusus bersama PRONEWS5.COM, Senin (20/4/2026), Neiby menegaskan bahwa keputusannya maju dalam kontestasi Pilhut bukan didorong ambisi kekuasaan, melainkan panggilan pengabdian.
Ia mengutip nilai iman dari Amsal 1:7 sebagai dasar moral kepemimpinannya.
“Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Bagi saya, rasa hormat, kagum, dan ketakwaan kepada Tuhan adalah fondasi untuk memperoleh hikmat dalam memimpin dan membangun Desa Kayuroya bersama masyarakat yang saya cintai,” ujar Neiby.
Ia menegaskan, jika diberi kepercayaan, dirinya akan memegang teguh prinsip pelayanan dan tanggung jawab terhadap masyarakat.
“Saya tidak datang untuk berkuasa, tetapi untuk melayani. Dukungan masyarakat ini adalah amanah yang harus saya jaga,” tegasnya.

Dorong Kepemimpinan yang Dekat dengan Warga
Neiby juga menyoroti pentingnya figur Hukum Tua yang hadir langsung di tengah masyarakat, bukan hanya muncul pada momen tertentu.
Menurutnya, pemimpin desa harus mampu mendengar aspirasi warga secara langsung serta memiliki kepekaan sosial terhadap berbagai persoalan di tingkat bawah.
“Pemimpin harus dekat dengan rakyat, harus mau mendengar, memahami, dan merasakan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Fokus Pembangunan dan Transparansi
Dalam visi dan misinya, Neiby menekankan pemerataan pembangunan serta transparansi pengelolaan anggaran desa.
Ia menegaskan seluruh program desa harus berpihak kepada kepentingan masyarakat secara menyeluruh.
“Pembangunan tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang. Semua warga harus merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Dorong Kepemimpinan Partisipatif
Sebagai salah satu figur perempuan dalam kontestasi Pilhut, Neiby optimistis dapat menghadirkan gaya kepemimpinan yang lebih empatik, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan sosial masyarakat desa.
Ia juga berharap seluruh proses Pilhut di Kayuroya dapat berlangsung jujur, adil, dan tetap menjaga persatuan warga.
“Siapa pun yang terpilih nanti, tujuan kita sama, yaitu membangun Kayuroya yang lebih baik,” pungkasnya.
- Penulis: (**/ARP)
- Editor: Christo Senduk



Saat ini belum ada komentar