Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Desakan Bongkar Mafia Tambang Emas Ilegal Sulut Bergema dari Daerah hingga ke Pusat

Desakan Bongkar Mafia Tambang Emas Ilegal Sulut Bergema dari Daerah hingga ke Pusat

  • account_circle rafael
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 426
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, PRONews5.com – Gelombang desakan agar negara bertindak tegas terhadap praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Sulawesi Utara terus menguat. Setelah sebelumnya disuarakan oleh Masyarakat Adat Waraney Toar Lumimuut, kini tuntutan serupa kembali disampaikan aktivis Uni Demokrasi Indonesia (UDI) melalui aksi demonstrasi di Jakarta.

Sebelumnya, massa Masyarakat Adat Waraney Toar Lumimuut menggelar aksi damai di Taman Kesatuan Bangsa Dotu Lolong Lasut, Jumat (5/3/2026).

Massa Masyarakat Adat Waraney Toar Lumimuut menggelar aksi damai di Taman Kesatuan Bangsa Dotu Lolong Lasut mendesak Prabowo Subianto membersihkan oknum TNI/Polri yang diduga membeking mafia pertambangan ilegal di Tanah Toar Lumimuut.

Dalam aksi tersebut mereka meminta Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia mengambil langkah tegas dengan membersihkan oknum TNI/Polri yang diduga memberikan perlindungan terhadap jaringan mafia pertambangan ilegal di wilayah Tanah Toar Lumimuut.

Para aktivis menilai penertiban tambang emas ilegal tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah.

Penindakan harus menyasar seluruh rantai bisnis, mulai dari penambang di lapangan, pemodal, hingga pihak yang diduga memberikan perlindungan terhadap aktivitas ilegal tersebut.

Tanpa langkah tegas dari pemerintah, kerusakan lingkungan dan potensi kerugian negara dikhawatirkan akan terus berlanjut.

Desakan itu kini kembali menguat setelah aktivis UDI menggelar aksi demonstrasi di kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Aktivis Uni Demokrasi Indonesia (UDI) menggelar aksi di depan Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia di Jakarta, menuntut penertiban tambang emas ilegal di Sulawesi Utara serta pengusutan jaringan mafia tambang.

Aksi tersebut dipimpin Koordinator Aksi Muhammad Ali dengan John Aprijaya sebagai Koordinator Lapangan. Mereka mendesak pemerintah serta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap praktik tambang ilegal yang disebut telah berlangsung lama di sejumlah wilayah Sulawesi Utara.

Dalam orasinya, Muhammad Ali menegaskan bahwa tambang ilegal bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan persoalan serius yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan penguasaan sumber daya alam oleh kelompok tertentu.

“Tambang ilegal bukan sekadar pelanggaran hukum. Ini kejahatan terhadap lingkungan sekaligus perampasan kekayaan alam. Negara tidak boleh membiarkan sumber daya alam dikuasai jaringan mafia,” tegasnya.

Ia menjelaskan, aktivitas PETI di berbagai wilayah Sulawesi Utara umumnya berlangsung tanpa izin resmi, tanpa standar keselamatan kerja, serta tanpa kajian dampak lingkungan yang memadai.

Akibatnya, kawasan hutan rusak, lubang-lubang tambang dibiarkan terbuka, dan aliran sungai terancam tercemar.

Selain itu, penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dalam proses pemisahan emas dari batuan juga menjadi perhatian serius. Zat beracun tersebut berpotensi mencemari lingkungan, merusak ekosistem sungai, dan mengancam kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar area tambang.

UDI juga menilai aktivitas tambang ilegal menyebabkan kerugian besar bagi negara karena hasil tambang tidak tercatat sebagai penerimaan resmi.

“Emas diambil dari perut bumi, tetapi tidak masuk ke kas negara. Jika kondisi ini terus dibiarkan, yang tersisa hanyalah kerusakan lingkungan,” ujar Ali.

Dalam aksi tersebut, UDI menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Mereka mendesak Kementerian ESDM segera melakukan penertiban terhadap seluruh aktivitas pertambangan emas tanpa izin di Sulawesi Utara.

Selain itu, aparat penegak hukum diminta mengusut secara menyeluruh jaringan yang berada di balik praktik tambang ilegal, termasuk pihak-pihak yang diduga menjadi pemodal maupun memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut.

UDI juga meminta Kejaksaan Agung membuka penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan oknum pejabat daerah maupun pihak lain yang diduga memperoleh keuntungan dari bisnis tambang ilegal.

“Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada penambang kecil di lapangan. Aparat harus berani menelusuri dan menindak aktor besar yang mengendalikan bisnis ini,” kata Ali.

[**/ARP]

  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPBU Gunung Potong Dikeluhkan, Warga Curiga Pengisian BBM Tak Sesuai

    SPBU Gunung Potong Dikeluhkan, Warga Curiga Pengisian BBM Tak Sesuai

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 304
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com — Pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Gunung Potong yang berlokasi di Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara, menuai keluhan setelah seorang warga mengaku berulang kali mengalami kejanggalan saat mengisi bensin kendaraan miliknya. Dalam unggahan yang beredar di media sosial pada Rabu (13/5/2026), warga tersebut menyebut dirinya sudah […]

  • Sekolah Rakyat Prioritaskan Desil 1–2 Berbasis Data DTSEN

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar masyarakat paling membutuhkan dengan memprioritaskan peserta dari kelompok desil 1 dan 2, yakni lapisan masyarakat paling miskin dan rentan secara ekonomi. Penetapan sasaran tersebut dilakukan secara ketat dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sehingga proses seleksi peserta didik berjalan objektif, […]

  • Piala Dunia 2026 Masuki Dua Laga Penentuan, Prancis Tantang Inggris Rebut Juara Tiga

    Piala Dunia 2026 Masuki Dua Laga Penentuan, Prancis Tantang Inggris Rebut Juara Tiga

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 274
    • 0Komentar

    PRONEWS5.COM – Piala Dunia 2026 kini memasuki fase akhir. Tidak ada pertandingan yang digelar pada Sabtu (18/7/2026) siang maupun sore WIB karena FIFA memberikan jeda sebelum dua pertandingan penentu, yakni perebutan tempat ketiga dan partai final. Sorotan kini tertuju pada duel Prancis melawan Inggris serta Argentina menghadapi Spanyol yang akan menentukan penutup turnamen sepak bola […]

  • Sidak Pasar Digencarkan, Stabilitas Pangan Ramadan Dikawal Ketat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Semarang – Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Jawa Tengah. Rizal turun langsung memantau harga sejumlah komoditas strategis. Hasil pemantauan menunjukkan harga bahan pokok relatif stabil dan masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang […]

  • Dugaan Korupsi MBG Sulut Masuk Kejagung, INAKOR Minta JAM PIDSUS Bongkar Penetapan Titik SPPG

    Dugaan Korupsi MBG Sulut Masuk Kejagung, INAKOR Minta JAM PIDSUS Bongkar Penetapan Titik SPPG

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 300
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM– Dugaan penyimpangan dalam penetapan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Utara kini memasuki babak baru. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Utara LSM Independen Nasionalis Anti Korupsi (INAKOR) secara resmi mengajukan permohonan telaah dan pendalaman kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung RI, […]

  • Noel Sebut “Anjing-Anjing Liar” Memburu Kader PDIP

    Noel Sebut “Anjing-Anjing Liar” Memburu Kader PDIP

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 319
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Pernyataan kontroversial kembali mengguncang ruang publik. Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel, menuding adanya dugaan pemburuan terhadap kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan oleh aparat penegak hukum (APH), dengan menyebut mereka sebagai “anjing-anjing liar”. Pernyataan itu disampaikan Noel usai menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026), dan langsung memantik polemik […]

expand_less