Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Tuai Kritik, Pemerintah Pusat Ingatkan Risiko Main Hakim Sendiri

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Tuai Kritik, Pemerintah Pusat Ingatkan Risiko Main Hakim Sendiri

  • account_circle (**/NOX)
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAWA BARAT, PRONEWS5.COM – Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menawarkan hadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal dan kejahatan jalanan memicu perdebatan di tingkat nasional. Di satu sisi, kebijakan tersebut diklaim sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan.

Namun di sisi lain, sejumlah pejabat tinggi negara mengingatkan potensi munculnya aksi main hakim sendiri (vigilantisme) yang bertentangan dengan prinsip negara hukum.

Program yang diumumkan Dedi Mulyadi itu memberikan hadiah menggunakan dana pribadinya kepada masyarakat yang berhasil melumpuhkan pelaku begal, maling, copet, jambret maupun perampok.

Meski demikian, terdapat syarat tegas, yakni pelaku harus diserahkan kepada kepolisian dalam keadaan hidup, utuh, dan tidak mengalami pengeroyokan atau luka berat.

Kebijakan tersebut menjadi sorotan karena dinilai berada di wilayah yang sensitif antara pelibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan dan kewenangan aparat penegak hukum dalam menangani tindak pidana.

Perdebatan pun berkembang mengenai batas partisipasi warga agar tidak berubah menjadi tindakan di luar hukum.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi mendorong budaya vigilantisme.

Menurutnya, masyarakat sipil pada umumnya tidak memiliki kemampuan maupun pelatihan menghadapi pelaku kejahatan yang kemungkinan membawa senjata atau melakukan perlawanan.

Yusril juga menilai pendekatan tersebut dapat mengaburkan asas praduga tak bersalah karena seseorang yang diduga melakukan kejahatan tetap harus diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Senada dengan itu, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menegaskan bahwa penegakan hukum merupakan kewenangan aparat penegak hukum sesuai ketentuan perundang-undangan.

Ia mengingatkan agar kebijakan yang melibatkan masyarakat tidak membuka ruang terjadinya kekerasan massa terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengingatkan seluruh kepala daerah agar setiap kebijakan penanggulangan kriminalitas tetap berada dalam koridor hukum dan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kebijakannya justru bertujuan mencegah warga melakukan aksi main hakim sendiri.

Menurutnya, syarat pemberian hadiah yang mengharuskan pelaku diserahkan kepada polisi dalam kondisi hidup dan tidak babak belur merupakan bentuk perlindungan terhadap proses hukum.

Ia berpendapat bahwa secara psikologis masyarakat akan lebih memilih mengamankan pelaku dibanding melakukan pengeroyokan apabila terdapat insentif yang jelas.

Dengan demikian, pelaku tetap dapat diproses secara hukum dan masyarakat memperoleh penghargaan atas keberaniannya membantu menciptakan keamanan.

Dedi juga menilai pembahasan mengenai hak asasi manusia seharusnya tidak hanya berfokus pada pelaku kejahatan, tetapi juga memperhatikan hak para korban yang kehilangan harta benda, mengalami luka, bahkan kehilangan nyawa akibat aksi kriminal jalanan.

Selain itu, ia mengklaim koordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Barat menunjukkan adanya tren penurunan angka kriminalitas sejak program tersebut ramai diperbincangkan dan mendorong kembali aktivitas ronda maupun siskamling di sejumlah wilayah.

Meski demikian, perdebatan mengenai kebijakan tersebut diperkirakan masih akan berlanjut. Di satu sisi, masyarakat menginginkan langkah cepat untuk menekan angka kriminalitas jalanan.

Di sisi lain, pemerintah pusat mengingatkan bahwa seluruh upaya menjaga keamanan harus tetap menghormati prinsip negara hukum, hak asasi manusia, serta kewenangan aparat penegak hukum.

  • Penulis: (**/NOX)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Hanya Bupati Sirajudin 14 Orang Ikut Diamankan KPK dalam OTT Bolmut

    Bukan Hanya Bupati Sirajudin 14 Orang Ikut Diamankan KPK dalam OTT Bolmut

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 285
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, menyeret Bupati Bolmut Sirajudin Lasena bersama sejumlah pejabat dan pihak lainnya, Senin (21/9/2026). KPK mengonfirmasi sedikitnya 14 orang diamankan dalam rangkaian operasi tersebut. Dari jumlah itu, lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin Lasena, delapan orang […]

  • Catut Nama Aspri Presiden, Wanita di Manado Tipu Ibu Prajurit TNI Rp11 Juta

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 861
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Utara mengungkap dugaan tindak pidana penipuan bermodus mencatut nama asisten pribadi Presiden RI Prabowo Subianto. Seorang perempuan berinisial CP alias CICIL (35) diamankan setelah diduga menipu seorang ibu prajurit TNI dengan janji mutasi tugas ke Manado. Peristiwa transfer dana terjadi Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 18.30 […]

  • Kajati Sulut Lantik Ketua ABPEDNAS Srikandi Jaga Desa dan ASLINMAS Manado

    Kajati Sulut Lantik Ketua ABPEDNAS Srikandi Jaga Desa dan ASLINMAS Manado

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 60
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kajati Sulut), Dr. Feri Tas, S.H., M.Hum., M.Si., melantik para ketua dan pengurus organisasi ABPEDNAS, Srikandi Jaga Desa, serta ASLINMAS Kota Manado, Selasa (13/10/2026). Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat di Pulau Bunaken, Pulau Siladen, dan Pulau Manado Tua. Dalam pelantikan […]

  • Prabowo Pastikan Penanganan Bencana Sumatra Berjalan Sistematis

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mempercepat penanganan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan pendekatan terstruktur, sistematis, dan masif guna memastikan pemulihan menyeluruh bagi masyarakat terdampak. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh seluruh aspek […]

  • Pondok Alfa-Omega GMIM Sion Rambunan Curi Perhatian di PKPG 2026

    Pondok Alfa-Omega GMIM Sion Rambunan Curi Perhatian di PKPG 2026

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 429
    • 0Komentar

    MITRA, PRONEWS5.COM – Kreativitas Pemuda GMIM Jemaat Sion Rambunan, Kabupaten Minahasa, menjadi salah satu sorotan dalam ajang Perkemahan Karya Pemuda Sinode GMIM (PKPG) 2026. Pondok yang dibangun dengan konsep Alfa dan Omega tampil berbeda dan menarik perhatian ribuan peserta di Bumi Perkemahan “Senayan”, Desa Lobu Satu, Kecamatan Touluaan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Jumat (3/7/2026). Konsep […]

  • Kajati Sulut Minta Kepala Daerah Perkuat Peran Srikandi Jaga Desa

    Kajati Sulut Minta Kepala Daerah Perkuat Peran Srikandi Jaga Desa

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 218
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM– Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy SH MH, meminta seluruh kepala daerah di Sulawesi Utara memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan Srikandi Jaga Desa agar mampu berperan aktif mengawal pembangunan hingga tingkat desa dan kelurahan. Pesan tersebut disampaikan Kajati saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) DPD Srikandi Jaga Desa Sulawesi Utara dan […]

expand_less